
Setelah penyatuan pertama mereka, kini bukan balkon yg menjadi tujuan utama Zayyan selepas bekerja,ia membopong tubuh istrinya yang tengah membuat camilan untuk dinikmati bersama menuju kamarnya
Ya kamar lah yang menjadi tujuan Zayyan sekarang untuk menghabiskan waktu bersama saling memuja dan mencapai kenikmatan tiada tara
Bram pun dibuat bingung dengan sikap Zayyan, saat dikantor Zayyan selalu menanyakan sampai kapan pekerjaannya usai sehingga ia bisa cepat pulang, walau dikantor Zayyan selalu dihinggapi serangga pengganggu yg berusaha untuk mencari perhatiannya,ia menyerahkan semuanya kepada Bram untuk menangani Devla
Zayyan juga menepati janjinya untuk melupakan kenangan buruk Rayya tentang hujan, berganti dengan kenangan indah dalam penyatuan gairah mereka, dimana Zayyan begitu memuja tubuh sang istri yang menjadi candu baginya, bahkan ketika turun hujan Zayyan rela meninggalkan meeting saat dikantor dan memerintahkan Bram untuk mengambil alih komando nya
"Bersiaplah!!! Lusa kita akan berbulan madu"
Ucapnya sambil memeluk punggung polos istrinya yang tertutup selimut kelelahan karena pertempuran mereka
"APA???!!!" Rayya segera berbalik menghadap ke arah suaminya
"Sepertinya kau sudah tidak lelah, apa aku boleh melakukannya lagi?" ungkap Zayyan sambil menciumi leher istrinya
"Zayyan hentikan!!!" pinta Rayya sambil menjauhkan tubuhnya dari wajah Zayyan
"Kenapa tiba-tiba mengajakku bulan madu??kita bukan pengantin baru lagi"
__ADS_1
tanyanya heran sambil menyandarkan tubuhnya di headboard
"memang bulan madu hanya untuk pengantin baru saja?"Zayyan bertanya balik dan ikut menyandarkan tubuhnya
"kemana kau akan mengajakku" tanya Rayya sambil membenarkan posisi selimut
"Swiss" jawabnya santai memperhatikan gerakan Rayya yg berusaha menutupi tubuhnya yang terbuka
Rayya menganga seketika mendengar tujuan mereka, Swiss adalah tempat yang sangat indah walau ia hanya melihat nya lewat internet saja, namun ia tak pernah membayangkan bahwa suatu saat akan pergi kesana.Senyum cerah menghiasi wajahnya,ia sudah membayangkan banyak hal dibenaknya, menikmati pemandangan indah juga menghirup udara segar, gadis itu jadi senyum sendiri membayangkannya
"Apa yang kau bayangkan hah??!apa kau membayangkan percintaan kita ditempat berbeda nanti?!" tanya Zayyan sambil menendang selimut dan kini tubuhnya sudah berada diatas Rayya
"Zayyan..." panggil Rayya dengan nafas tersengal-sengal
Zayyan berhasil membuat gairah Rayya kembali,ia sudah siap sekarang untuk menyatukan miliknya yang sudah menegang, kembali memasuki lembah kehangatan milik istrinya dan mencapai puncak kenikmatan bersama
"aku tidak memiliki paspor" ucap Rayya terengah-engah
"Apa?" ucapan Rayya berhasil menghentikan aktivitas Zayyan
__ADS_1
Dengan sisa tenaga Rayya mendorong tubuh Zayyan yg menjulang diatasnya,lalu ia mengambil selimut yang terjatuh di lantai dengan cepat rayya menutupi tubuhnya asal, dan berlari ke kamar mandi
BRAKK
Rayya menutup pintu itu kencang meninggalkan Zayyan yg masih terdiam kesal di kasur karena ditinggal lagi tegang tegang nya
"Rayyaa....Kau tega sekali ya?? Buka pintu nya!!!" Zayyan menyusul Rayya ke kamar mandi namun, istrinya mengunci pintu dari dalam
Tak ada jawaban dari dalam sana, Zayyan terus mengetuk pintu dari luar
"buka pintu SEKARANG!!! ATAU AKU DOBRAK!! Pinta Zayyan frustasi
"Oke aku bukain tapi berjanjilah jangan menyerang ku lagi" teriak Rayya dari dalam
Zayyan terdiam
"Zayyan...kita harus bicarakan mengenai paspor ku,tak mungkin bisa jadi dalam dua hari kan?"
Pintu itu terbuka menampakkan Rayya yg sudah mengenakan bathrob dan mengikatnya kencang
__ADS_1
"Ya,tapi setelah aku memakanmu" ucap Zayyan sambil mengangkat tubuh Rayya seperti karung beras