Bridesmaids Jadi Bride

Bridesmaids Jadi Bride
Honeymoon


__ADS_3

   Setelah penyatuan pertama mereka, kini bukan balkon yg menjadi tujuan utama Zayyan selepas bekerja,ia membopong tubuh istrinya yang tengah membuat camilan untuk dinikmati bersama menuju kamarnya


Ya kamar lah yang menjadi tujuan Zayyan sekarang untuk menghabiskan waktu bersama saling memuja dan mencapai kenikmatan tiada tara


Bram pun dibuat bingung dengan sikap Zayyan, saat dikantor Zayyan selalu menanyakan sampai kapan pekerjaannya usai sehingga ia bisa cepat pulang, walau dikantor Zayyan selalu dihinggapi serangga pengganggu yg berusaha untuk mencari perhatiannya,ia menyerahkan semuanya kepada Bram untuk menangani Devla


Zayyan juga menepati janjinya untuk melupakan kenangan buruk Rayya tentang hujan, berganti dengan kenangan indah dalam penyatuan gairah mereka, dimana Zayyan begitu memuja tubuh sang istri yang menjadi candu baginya, bahkan ketika turun hujan Zayyan rela meninggalkan meeting saat dikantor dan memerintahkan Bram untuk mengambil alih komando nya


"Bersiaplah!!! Lusa kita akan berbulan madu"


Ucapnya sambil memeluk punggung polos istrinya yang tertutup selimut kelelahan karena pertempuran mereka


"APA???!!!" Rayya segera berbalik menghadap ke arah suaminya


"Sepertinya kau sudah tidak lelah, apa aku boleh melakukannya lagi?" ungkap Zayyan sambil menciumi leher istrinya


"Zayyan hentikan!!!" pinta Rayya sambil menjauhkan tubuhnya dari wajah Zayyan


"Kenapa tiba-tiba mengajakku bulan madu??kita bukan pengantin baru lagi"

__ADS_1


tanyanya heran sambil menyandarkan tubuhnya di headboard


"memang bulan madu hanya untuk pengantin baru saja?"Zayyan bertanya balik dan ikut menyandarkan tubuhnya


"kemana kau akan mengajakku" tanya Rayya sambil membenarkan posisi selimut


"Swiss" jawabnya santai memperhatikan gerakan Rayya yg berusaha menutupi tubuhnya yang terbuka


Rayya menganga seketika mendengar tujuan mereka, Swiss adalah tempat yang sangat indah walau ia hanya melihat nya lewat internet saja, namun ia tak pernah membayangkan bahwa suatu saat akan pergi kesana.Senyum cerah menghiasi wajahnya,ia sudah membayangkan banyak hal dibenaknya, menikmati pemandangan indah juga menghirup udara segar, gadis itu jadi senyum sendiri membayangkannya


"Apa yang kau bayangkan hah??!apa kau membayangkan percintaan kita ditempat berbeda nanti?!" tanya Zayyan sambil menendang selimut dan kini tubuhnya sudah berada diatas Rayya


"Zayyan..." panggil Rayya dengan nafas tersengal-sengal


Zayyan berhasil membuat gairah Rayya kembali,ia sudah siap sekarang untuk menyatukan miliknya yang sudah menegang, kembali memasuki lembah kehangatan milik istrinya dan mencapai puncak kenikmatan bersama


"aku tidak memiliki paspor" ucap Rayya terengah-engah


"Apa?" ucapan Rayya berhasil menghentikan aktivitas Zayyan

__ADS_1


Dengan sisa tenaga Rayya mendorong tubuh Zayyan yg menjulang diatasnya,lalu ia mengambil selimut yang terjatuh di lantai dengan cepat rayya menutupi tubuhnya asal, dan berlari ke kamar mandi


BRAKK


Rayya menutup pintu itu kencang meninggalkan Zayyan yg masih terdiam kesal di kasur karena ditinggal lagi tegang tegang nya


"Rayyaa....Kau tega sekali ya?? Buka pintu nya!!!" Zayyan menyusul Rayya ke kamar mandi namun, istrinya mengunci pintu dari dalam


Tak ada jawaban dari dalam sana, Zayyan terus mengetuk pintu dari luar


"buka pintu SEKARANG!!! ATAU AKU DOBRAK!! Pinta Zayyan frustasi


"Oke aku bukain tapi berjanjilah jangan menyerang ku lagi" teriak Rayya dari dalam


Zayyan terdiam


"Zayyan...kita harus bicarakan mengenai paspor ku,tak mungkin bisa jadi dalam dua hari kan?"


Pintu itu terbuka menampakkan Rayya yg sudah mengenakan bathrob dan mengikatnya kencang

__ADS_1


"Ya,tapi setelah aku memakanmu" ucap Zayyan sambil mengangkat tubuh Rayya seperti karung beras


__ADS_2