
Dokter Obgyn mulai memeriksa Rayya,ia mempersilahkan Rayya untuk berbaring. Perawat menyingkap pakaian Rayya hingga menampakkan perutnya yang masih rata,sang dokter memberikan jel di atas permukaan perut Rayya dan mulai menggerakkan alat untuk mendeteksi janin yg berada dikandungan nya
Terpampang lah gambar dilayar monitor yang menampakkan perkembangan buah hati mereka yang masih seukuran kacang
Zayyan begitu takjub ketika melihat gambar itu muncul dari sana,ini adalah pertama kalinya ia melihat janin yg sedang berkembang di dalam rahim dan janin itu adalah anaknya
"Usia kehamilan Nyonya Rayya memasuki Minggu ke 6,pada usia ini terjadi perubahan hormon didalam tubuh sang ibu yang cukup drastis, perubahan hormon ini akan memunculkan reaksi tubuh baik secara fisik maupun emosional,yang akan menyebabkan sang ibu mengalami suasana hati yang naik turun secara drastis atau yang disebut dengan mood swing,maka dari itu pada usia kehamilan ini dimohon kepada tuan Zayyan sebagai suami untuk mengerti dan memahami akan perubahan yang terjadi pada ibu hamil" jelas sang dokter panjang lebar
Sang dokter juga menjelaskan tentang istilah morning sickness yang akan dialami oleh ibu hamil dan harus membatasi aktivitas serta perbanyak istirahat karena tubuh sang ibu sedang bekerja keras untuk tumbuh kembang janin yg dikandungnya
Setelah memberikan resep vitamin, dokter memperbolehkan Rayya pulang dari rawat inap rumah sakit namun, Zayyan tetap meminta Rayya untuk dirawat Disni sampai ia yakin bahwa kondisi Rayya telah pulih kembali
Pada akhirnya Rayya diperbolehkan untuk menginap lagi dirumah sakit dengan perawatan intensif yang diberikan rumah sakit ini atas permintaan Zayyan
"Aku bosan jika harus menginap disini lagi, aku masih ingin menikmati waktu ku selama masih berada di Swiss" protes Rayya setelah mereka kembali ke ruang rawat inap VIP yang dipesan Zayyan
"Rayya...tadi kan dokter sudah bilang kau tidak boleh kelelahan"ucap Zayyan lembut
"Tapi dokter sudah mengizinkan aku pulang, kenapa kau malah meminta untuk dirawat lagi?"
"Ini semua demi kesehatan mu dan anak kita sayang..." jawab Zayyan ia menatap Rayya begitu dalam"aku takut begitu melihat mu tak sadarkan diri didalam kamar mandi" Zayyan terdiam sebentar karena membayangkan kejadian itu membuatnya sesak
"Aku tak mau hal itu terjadi lagi padamu" lanjut Zayyan sambil memeluk Rayya erat
Rayya membalas pelukan Zayyan
"Maaf sudah membuatmu khawatir" ucap Rayya
"Aku yang seharusnya minta maaf karena telah lalai menjagamu" balas Zayyan
"Sekarang istirahatlah!aku akan menemanimu disini" lanjut nya
"Zayyan.. tidurlah disampingku" pinta Rayya ia menggeser tubuhnya memberi ruang untuk Zayyan
"Nanti akan membuat mu tak nyaman"
"Justru aku akan merasa nyaman jika disampingmu" ucap Rayya
Zayyan tersenyum mendengar perkataan Rayya, memang ia juga membutuhkan istirahat karena semalam terus memikirkan kondisi Rayya
Dengan hati-hati Zayyan membaringkan tubuh jangkungnya diatas bed yang luasnya terbatas itu agar tak membentur perut sang istri,ia menjadikan lengannya sebagai bantal untuk istrinya, dengan nyaman Rayya membaringkan kepalanya di dada bidang Zayyan
__ADS_1
Pada akhirnya mereka tidur diatas hospital bed saling berpelukan dan menjumpai alam bawah sadar bersama
Nada dering telepon berbunyi, membangunkan sang empunya yang sedang tertidur.Kini hari sudah menjelang sore
Zayyan meraih ponsel yang terletak di atas laci tempat tidur, dengan pelan tanpa suara Zayyan mengangkat tubuhnya dari sisi Rayya, kemudian ia menerima panggilan dari ponsel nya
"Zayyan bagaimana kabarmu nak?" tanya sang penelpon yang ternyata ibu Zayyan melakukan video call
"Kamu di rumah sakit?! SIAPA yang sakit? Apa yang terjadi Zayyan?!!" tanya sang ibu yang mulai panik dan khawatir melihat putranya berada di rumah sakit
"pelan-pelan saja bicaranya Bu..Rayya sedang istirahat" jawab Zayyan sambil membalikkan kamera ponsel nya menghadap Rayya yg masih tertidur
Zayyan duduk di sofa yang tersedia menjauh dari bed pasien
"Rayya kenapa?!"
"Kelelahan"
"memang apa yang kau lakukan sehingga membuat istrimu seperti itu?!" omel sang ibu
Zayyan menceritakan kejadian kemarin hingga membuat Rayya kelelahan dan tak sadarkan diri
"APA?!!!!!!! HAMIL? KAU MEMBIARKAN ISTRIMU KELELAHAN?!" tanya sang ibu dengan suara kencang
"Ibu akan menyusul kalian,kau sama sekali tidak becus menjaga istri mu" bentaknya
"Ibu aku tidak tau Rayya hamil" jelas Zayyan"lagipula ibu tak perlu menyusul kemari,aku bisa menjaganya Bu"
"pokoknya ibu akan kesana, TITIK!!!"
Sambungan telepon terputus, Zayyan menghela nafasnya tak mengerti apa yang dipikirkan oleh ibunya sampai harus menyusulnya kemari
Zayyan bersandar pada sofa sambil memejamkan matanya, ponselnya berbunyi lagi kali ini dari Mister Albert
Zayyan meminta maaf kepada Mister Albert karena ada halangan dan tak bisa menghadiri undangan darinya.Mister Albert terus membujuk Zayyan karena ia sangat mengharapkan kehadirannya terlebih Zayyan sudah sampai di kota tempat tinggal Mister Albert
"Zayyan...."panggil Rayya saat suaminya berbicara dengan seseorang yang menelponnya
Zayyan mematikan sambungan nya setelah pamit pada Mister Albert
"Maaf...kau jadi terbangun" Zayyan menghampiri Rayya dan mencium keningnya
__ADS_1
"Apa sudah merasa lebih baik?" tanya Zayyan sambil membelai halus rambut panjang Rayya
"Aku sudah sangat baik Zayyan,kau lupa ya aku sudah diperbolehkan pulang oleh dokter namun,kau memaksa untuk aku tetap dirawat disini?" jawab Rayya sambil cemberut
Zayyan tersenyum melihat wajah cemberutnya sangat menggemaskan,ia mencium pipi Rayya yg agak mengembung itu
"Zayyan!!!" Rayya menjauhkan wajah Zayyan yg masih terus menciumi pipinya
Akhirnya Zayyan mengalah dan melepaskan ciumannya
"Hadirilah undangan itu,aku tak sengaja mendengar pembicaraanmu dengan Bram saat di bandara,ada acara penting yang harus kau datangi di Swiss" ucap Rayya
"Aku sudah katakan tidak bisa hadir, lagipula aku harus menjaga mu sayang..." jawab Zayyan dan ikut berbaring di sisi Rayya
"Aku baik-baik saja, sungguh..." tegas Rayya
"Aku tidak akan meninggalkan mu" balas Zayyan
"tidak akan terjadi sesuatu padaku dan bayi kita,kau hanya meninggalkan ku beberapa jam bukan seharian, lagipula aku sedang berada di rumah sakit, setiap jam dokter atau perawat datang memeriksa ku,kau tidak perlu khawatir" bujuk Rayya
"Tidak" tolak Zayyan dan menenggelamkan kepalanya di ceruk leher Rayya
"Kau menyebalkan,aku mau pulang saja"
Rayya bangun dari kasurnya dan siap untuk keluar, namun tubuhnya segera ditangkap oleh Zayyan
"Kau mau kemana?" tanya Zayyan tepat di depan wajah Rayya
"Aku mau kembali ke hotel" jawab Rayya sambil mendongakkan kepalanya menatap Zayyan
"Kau harus tetap berada di rumah sakit!" pinta Zayyan
"tapi kau akan datang ke undangan penting itu, dan aku akan menurutimu untuk menginap disini lagi" bujuk Rayya ia memeluk Zayyan erat
Zayyan terdiam,berat rasanya untuk meninggalkan Rayya walau hanya sebentar
"Baiklah.." akhirnya Zayyan menyetujuinya
Pria itu menemui dokter dan meminta banyak hal untuk tetap menjaga Rayya dengan perawatan intensif selama dirinya tak berada disana
Setelah berbicara dengan dokter Zayyan kembali mendatangi Rayya,ia memeluk istrinya erat dan menghirup aromanya dalam,kalau saja Rayya tak mengusirnya mungkin Zayyan masih akan tetap memeluknya dan tak menghadiri acara tersebut
__ADS_1