
Sinar mentari menyelinap masuk kedalam kamar yang penghuninya kini tengah tertidur pulas,Rayya mengerjapkan mata, tubuhnya terasa berat seperti tertindih sesuatu yang besar, Gadis itu membuka mata sepenuhnya ketika melihat sebuah kaki panjang berada diatas pahanya,ia juga menyadari ternyata selain kaki ada tangan seseorang yang juga memeluknya erat
Rayya menolehkan kepalanya ke samping,ia menemukan Zayyan sedang tertidur lelap sambil menjadikan dirinya seolah guling yang empuk, tiba-tiba gadis itu tersadar bahwa dirinya sedang berada di rumah mertuanya dan jika dilihat dari sinar matahari yang sudah terang, pasti ia terlambat bangun,dan ini merupakan kesan pertama yang buruk sebagai menantu yang tinggal bersama mertuanya
"matiiii akuuu...gawat sudah jam berapa ini???" ia merogoh tas untuk menemukan ponsel nya
08.15
Dengan cepat Rayya melangkahkan kakinya ke kamar mandi,ia melepaskan kemeja kemudian segera membasuh tubuhnya tergesa-gesa dibawah siraman shower, Setelah selesai Rayya mengambil handuk bersih yg tersedia disana dan ia lilitkan di atas dadanya,kini ia menggosok gigi diwestafel yg terdapat didalam kamar mandi
"Aaaaaaaakkhhhh...Apa ini???"
teriaknya terkejut melihat tubuhnya di cermin penuh dengan kiss mark
Pintu kamar mandi terbuka menampakkan Zayyan yg sedang mengkhawatirkannya
"Ada apa Rayya??!!" tanya Zayyan ia terbangun ketika mendengar teriakkan Rayya
"Ini apa Zayyan?? mengapa tubuh ku jadi ungu semua? bagaimana aku harus bertemu orang tua mu dalam kondisi seperti ini?!"
sungguh Rayya bingung sekarang,noda ditubuhnya ini sangat banyak dan tak bisa ditutupi dengan concealer
Zayyan tertawa kencang melihat ekspresi Rayya saat ini, hilang sudah rasa khawatir yang tadi menyerangnya
"Kenapa kau malah tertawa??? Bagaimana ini???"
"itu adalah hasil jejak percintaan kita Rayya,ya walaupun gagal melakukan sampai selesai,tapi kau menikmatinya kan??" jawab Zayyan santai ia melangkahkan kakinya masuk ke dalam
"Tapi kenapa banyak begini siih??"
__ADS_1
Rayya frustasi melihat tubuhnya sekarang tanpa menyadari Zayyan sudah melihatnya dengan tatapan lapar
Dengan satu gerakan Zayyan meraih tubuh Rayya dalam dekapannya
"Mau apa kau Zayyan?,aku sudah sangat terlambat" ucap Rayya curiga ketika jari-jari Zayyan membelai halus kulitnya yang terbuka
"Mandi"
Seringai nakal menghiasi wajahnya
"Lepaskan Zayyan!!!aku mau keluar"
pinta Rayya ketika Zayyan masih terus mendekapnya
Sreeekkk
"Apa yang kau lakukan??ku mohon Zayyan biarkan aku keluar!!!"
"Bukannya tdi kau minta lepaskan?"
Kini tubuh Rayya sudah terpojok karena Zayyan terus mendesaknya dalam dekapan eratnya
"Biar aku ingatkan apa yang terjadi semalam hingga tubuhmu penuh dengan bercak merah"
Leher Rayya kini menjadi sasaran ciuman Zayyan,ia menyesap begitu dalam layak vampir yang sedang menghisap darah mangsanya, begitulah Zayyan melakukannya
Tak hanya leher,semua bagian tubuh atas Rayya menjadi target ciuman Zayyan selanjutnya,ia menghisap menjilat bahkan menyesap tubuh istrinya bagai pecandu yang baru saja menemukan penawarnya,tanpa sisa semua bagian tubuh itu tak terlewat dari kebuasan ciumannya
"ahhhh.." Rayya sungguh menikmati ciuman Zayyan, bahkan miliknya dibawah sana berdenyut aneh dan terasa lembab
__ADS_1
"Bagaimana??? sekarang kau sudah mengingatnya kan??
Zayyan menghentikan aktivitas liarnya sambil menautkan kening mereka, nafasnya tak beraturan, hasratnya benar-benar sudah tidak bisa ditahan lagi,ia menginginkan lebih
"Lakukanlah Zayyan aku siap"
ucap Rayya akhirnya, sebenarnya gairah nya juga sudah bangkit akibat ciuman Zayyan yg memabukkan ia begitu menikmatinya
Seperti api yang disiram bensin, hasrat nya semakin membuncah ketika mendengar perkataan Rayya,ia merengkuh wajah Gadis itu dan mencium bibir Rayya
"kau yakin?"
"Aku juga menginginkan mu"
Zayyan sangat senang mendengar kejujuran Rayya, miliknya sudah berdiri tegak dibawah sana, Zayyan menggendong tubuh polos Rayya menuju kasur ditempat tidurnya,ia mencium lagi dan lagi tubuh wanitanya, entah sudah berapa banyak suara erangan keluar dari mulut Rayya, mereka sama-sama menikmatinya
Tok..Tok...Tok...
Terdengar suara ketukan dari pintu kamar Zayyan,pria itu tak menghiraukannya dan terus melakukan aksinya
Tok..Tok...Tok...
Kini suara ketukan itu semakin keras dan bertambah lama, Zayyan kesal bukan main karena keinginannya yang sudah didepan mata harus tertunda kembali namun,ia baru tersadar saat ini bukan berada di tempat tinggalnya,bisa jadi yang mengetuk pintu itu adalah ibu atau ayah nya, dengan berat hati Zayyan menyudahi aktivitasnya
"Kita bisa mencobanya lain kali oke?"
Kini Rayya menenangkan Zayyan yg terlihat sangat kecewa
"Biar aku yang buka pintu" ucap Zayyan sambil melangkahkan kakinya kesal
__ADS_1