
Rayya tidak bisa memejamkan mata seperti malam biasanya, kerongkongannya kering dan Tumbler nya tertinggal di kamar Zayyan, akhirnya ia memutuskan untuk keluar kamar dan mengambil minum di dapur
Kini Rayya sudah berada di dapur ia segera mengambil gelas dari rak yg berada di meja bar dapur,Rayya menekan dispenser untuk segera melepas dahaganya, ia mencuci gelas yg tdi digunakan walau sebenarnya di dapur ini ada mesin cuci piring otomatis tapi ia lebih memilih mencuci manual karena masih belum terbiasa menggunakan nya
Tiba-tiba ia merasakan sebuah tangan besar melilit pinggang nya dari belakang, hembusan nafas hangat juga juga menerpa ceruk lehernya
"Apa kau benar-benar lupa atau tidak mau tahu akan tanggal pernikahan kita?" seseorang yg kini masih memeluk nya dari belakang bicara tanpa mengangkat kepalanya yg makin tenggelam di ceruk lehernya
Tubuh Rayya merinding,ia tau betul siapa pemilik suara ini, Rayya sangat tidak nyaman dengan posisi mereka berdua yg terbilang intim, ditambah dengan keremangan cahaya dapur seakan seperti mendukung pikiran kotor yg terlintas di otak nya saat ini
"Jawab aku Rayya!!" pinta Zayyan dengan posisi yg sama dan tanpa sadar pria ini mengecup leher halus itu dengan lembut
__ADS_1
Rayya membelalakkan matanya terkejut,ia berusaha lepas dari pelukan erat Zayyan
"Lepas Zayyan!!"bentaknya sambil berontak menggerakkan tubuh nya agar lolos dari dari pelukannya
"Seperti nya kau lebih suka dipeluk oleh ku dari pada menjawab pertanyaan ku"seringainya bukan melepaskan malah mempererat pelukan yg membuat tubuh mereka semakin menempel tak menyisakan jarak
Sebenarnya sebelum Rayya di dapur, Zayyan terlebih dahulu sudah berada di sana karena perut nya minta diisi, Zayyan mencari makanan dengan membuka kulkas ia menemukan sebuah apel Zayyan memakan nya tanpa mengupas kulitnya,ia bersandar disamping kulkas sambil memakan apel,lalu ia melihat Rayya menuju dispenser untuk minum, mungkin karena penerangan cahaya di dapur yg tidak dinyalakan sepenuhnya Rayya tidak menyadari keberadaan dirinya,tapi bukan itu yg menjadi perhatian nya sekarang, Zayyan menghentikan kunyahannya terkejut melihat gadis itu tanpa dosa keluar kamar dengan memakai baju tidur berbahan satin bertali tipis ala spaghetti, menampakkan kulit putih nya yg sangat kontras dengan warna gelap baju tidur itu
Namun senjata makan tuan,kini ia lah yg tak bisa mengontrol hasratnya, Zayyan makin tenggelam dalam pelukannya bahkan tanpa sadar ia mendaratkan kecupan dileher yg sedari tadi memang seakan menggoda nya untuk dinikmati,bukan hanya kecupan hisapan kecil juga mendarat dileher harum itu,bahkan Rayya yg terus menggerakkan tubuh nya meronta minta dilepaskan malah membuat hasrat nya semakin menjadi,niat hanya ingin memberi pelajaran malah sekarang ia yg kewalahan menahan hasrat yg kini menyiksa nya
"DIAM!!!atau sekarang juga aku kan menggendong mu ke kamar ku!!!"perintah Zayyan
__ADS_1
Seketika Rayya berhenti meronta, sekarang ia benar-benar takut pada pria yg memeluknya, padahal tadi Rayya sempat larut ketika pria itu mencium dan menikmati lehernya, namun ketika mendengar ancaman itu keluar dari mulut Zayyan ia tak bisa berkutik dan ingin segera berlari dari sini
Zayyan melepas pelukannya, walau sedikit ada perasaan tidak rela tpi ia tidak mau melakukan hal lebih dari ini, terlebih hasratnya yg sudah membuncah ia hawatir tak bisa mengontrol dirinya
Zayyan menaikkannya tali setipis spaghetti di bahu Rayya yg tdi sempat ia sengaja turunkan untuk menikmati leher gadis itu,ia membalik tubuh Rayya agar menghadapnya, Zayyan mengangkat wajah Rayya menggunakan jarinya, walau pencahayaan yang sedikit ia bisa melihat rona merah di pipi gadis itu,dan menambah hasrat yg berusaha ia tahan sepenuhnya, Zayyan menundukkan wajahnya mendekat dan dengan cepat bibirnya sudah menyapa bibir gadis didepannya,Rayya mengerjapkan matanya,kedua tangannya ia angkat untuk menahan tubuh pria yg sedang menciumnya, namun tangan sang pria malah memegangi kepala belakang nya lembut untuk memperdalam ciuman nya, karena gadis ini tak mau membuka mulut agar Zayyan dapat menjelajah disana, tangan sebelah nya lagi ia pakai untuk menahan tubuh Rayya agar tak jatuh ke dalam kitchen sink, sesekali tangan nakalnya mengusap bagian tubuh belakang yg hanya tertutup kain satin tipis itu.
Zayyan menghentikan ciuman nya, padahal tdi ia ingin memberi peringatan pada gadis itu akan bajunya dengan membalik tubuh gadis itu menghadapnya,tapi sekali lagi ia lah yg harus kalah ketika melihat rona merah di pipi nya,juga pandangannya turun pada bibir merekah yg seakan mengundang nya untuk dicicipi,walau baginya itu tak bisa dibilang ciuman karena hanya menyapa bibir saja ia belum bertukar Saliva dengan gadis itu, karena Rayya terus menutup bibirnya tak membiarkan indra pengecap Zayyan menjelajahi mulutnya
Sebuah tamparan melayang ke wajah tampannya, gadis dihadapannya kini sudah terisak
"BERANINYA KAU MENCURI CIUMAN PERTAMAKU!!" teriak Rayya
__ADS_1
"Jangan kan bibir mu, bahkan setiap inchi dari tubuh mu aku berhak menyentuhnya, karena aku adalah SUAMIMU!!" sengaja ia tekan pada kata suami, Zayyan masih melanjutkan perkataannya"Maka dari itu,jika kau tidak ingin aku berbuat lebih dari ini,jaga dirimu, lihatlah pakaian yang kau kenakan seperti memang sengaja menggodaku"Zayyan segera berlalu dari sana meninggalkan Rayya yg tubuhnya sudah melorot ke lantai