Bridesmaids Jadi Bride

Bridesmaids Jadi Bride
Hujan dan Rayya


__ADS_3

  Cinta pada pandangan pertama memang indah namun, cinta yang datang setelah menikah begitu murni karena ikatan suci dan terbiasa bersama


  Begitulah dengan pernikahan Zayyan dan Rayya, diawali dengan sebuah keterpaksaan namun karena terbiasa bersama berbagi tawa dan menghabiskan waktu berdua, cinta itu datang dengan sendirinya,menyusup masuk ke dalam relung hati keduanya


Pada malam hari mereka sudah terbiasa tidur bersama, Zayyan yang selalu bertanya mengenai hari yang dilewati Rayya saat dirinya tak ada dirumah, begitu pula Raya juga menanyakan keadaan Zayyan saat dikantor, sampai akhirnya Rayya tertidur dengan sendirinya, Zayyan pun mulai melancarkan aksinya hingga ia puas dan terlelap di samping istrinya


Keadaan pagi hari pun sama hangatnya,selain sarapan bersama Rayya juga belajar memasangkan dasi Zayyan walau ia tak pernah melakukan hal itu sebelumnya, Zayyan dengan telaten mengajarinya sampai Rayya bisa


Ketika sore saat Zayyan melepaskan penat dari lelahnya pekerjaan,pria itu tak sabar ingin segera sampai di penthouse dan bertemu istrinya, walau ternyata di kantor ia harus bertemu serangga pengganggu karena sepupunya itu kini ikut andil dalam proyeknya, tetap saja yang ia rindukan hanya Rayya, wanitanya seakan enggan beranjak dari pikirannya


Rayya menyambut kedatangan Zayyan dengan ceria,ia pun terus menunggu kepulangan Zayyan sepanjang hari nya, karena rindu yg merasukinya begitu menggebu ingin segera mencari penawarnya


 Saat ini kedua insan yg tengah dimabuk asmara, sedang menikmati senja bersama, Zayyan bermanja ria di pangkuan sang istri, sedangkan Rayya membacakan novel yg ada di tangannya,tak lupa Rayya juga menyediakan camilan untuk dinikmati bersama


"Rayya suapi aku!!" pinta Zayyan kini pria itu mulai bersikap manja dengannya


"Kau punya tangan makanlah sendiri,aku sedang menikmati makanan ku"


Tolak Rayya sambil menyuapkan makanan ke dalam mulutnya sendiri


"gadis ini masih saja membantahku" batin Zayyan


Dengan satu gerakan Zayyan menarik tengkuk Rayya ke bawah,ia mengangkat sedikit kepalanya yg masih nyaman dipangkuan Rayya dan makanan yang di mulut gadis itu kini berpindah ke dalam mulutnya, Zayyan juga menyesap bibir itu lama, sampai akhirnya Rayya gelagapan karena kehabisan nafas baru Zayyan melepas nya


"Dasar!!!! Aku keselek tauu gak??" ungkap Rayya kesal


"Aku hanya ingin mencicipi makanan dengan rasa berbeda" ucap Zayyan sambil tersenyum nakal


Tiba-tiba saja langit yang sebelumnya cerah karena sinar kemerahan dari matahari yang akan tenggelam, seketika berubah gelap gulita, cahaya kilat juga gemuruh petir datang silih berganti diikuti dengan derasnya tetesan hujan yang turun dari langit, setelah sekian lama akhirnya hujan turun membasahi bumi


Kepala Zayyan bergetar hebat namun, getaran itu bukan berasal dari dirinya, melainkan tubuh yang kini masih menjadi bantalannya

__ADS_1


Zayyan segera mengangkat kepalanya dan ia terkejut melihat Rayya menggigil ketakutan seakan melihat hantu didepannya


"Rayya.. Kau baik-baik saja?" tanya Zayyan sambil memegangi kedua pundak gadis itu


"Ibuuu...." suara Rayya lirih


"Rayya ada apa? Ini aku sayang..." Zayyan mencoba menenangkan Rayya,ia begitu khawatir melihat kondisi Rayya saat ini


Zayyan teringat ketika Rayya menceritakan tentang keluarganya.Saat itu ketika usia kandungan ibunya sudah memasuki trimester ketiga,sang ayah mendapat dinas untuk pergi ke luar kota 5 hari lamanya,Rayya yg masih sangat belia dan satu-satunya buah hati mereka, mencoba mencegah kepergian ayahnya karena mengkhawatirkan kondisi ibunya,sang ibu menenangkannya dan berkata bahwa semua akan baik-baik saja, lagi pula ibu Rayya sudah mempunyai nomor bidan kepercayaannya,jadi jika ibunya membutuhkan pertolongan bidan itu akan segera datang untuk menolongnya


Namun naas setelah sehari kepergian sang ayah, ketika malam tiba pemadaman listrik terjadi ditempat tinggal mereka, hujan badai juga menerpa wilayahnya, Rayya yg merasa takut saat itu bukan karena gelapnya malam atau derasnya hujan, justru ia menghawatirkan keadaan ibunya yang kini tengah hamil besar, kondisi rumah nya yg saat itu baru saja masa perbaikan karena bocor di atap mereka


Mungkin sebab hujan yang begitu deras juga angin yang berhembus kencang, membuat tambalan itu rusak dan derasnya hujan menembus rumahnya


Sang ibu berjalan kesana kemari menaruh wadah untuk menampung tetesan air dibantu oleh Rayya dalam keadaan gelap gulita,tak sengaja ibunya malah menabrak ujung meja kayu jati sambil membawa wadah yang sudah terisi penuh oleh tetesan air dan mencoba untuk menggantinya dengan wadah kosong yang baru


Sontak saja benturan itu membuat sang ibu terjatuh bersama wadah penuh yang ada di genggamannya, Rayya yg saat itu sedang melakukan hal yang sama dengan ibunya mengangkat wadah penuh air,ia langsung melempar wadah tersebut dan menghampiri ibunya yang tengah kesakitan merintih memegangi perutnya


"teeellpon..bidaaan...nakkk!!!" pinta sang ibu terbata


Rayya bimbang meninggalkan ibunya dalam kondisi seperti ini, gadis kecil itu bingung dengan keadaan ibunya saat ini namun ia harus segera mencari pertolongan


Rayya berlari menuju kamar sang ibu untuk mencari ponsel ibunya, dengan bantuan cahaya dari lilin Rayya terus mencarinya, setelah mendapatkannya ia berlari menuju sang ibu berada


Bukan hanya dikaki, saat ini darah sudah membanjiri sekeliling tubuh sang ibu, Rayya begitu ketakutan melihat banyaknya darah dihadapannya,Ibu Rayya mencoba mengumpulkan sisa tenaganya untuk menghubungi bidan yg berada di ponselnya, namun nihil panggilan itu tak tersambung,ia juga mencoba menghubungi suaminya, hasil nya sama tak pernah tersambung, mungkin karena hujan yang turun begitu lebat disertai angin kencang mengganggu sinyal ponselnya


Dengan sisa tenaga yang ia punya,sang ibu berusaha menenangkan putrinya yang kini duduk menangis ketakutan di sampingnya, putri manis nya itu telah berusaha mencari bantuan ketika ia tengah mencoba menghubungi bidan ataupun suaminya


Rayya berlari keluar rumah mencoba meminta pertolongan dari tetangganya, namun karena cuaca hujan yang begitu deras para tetangga menutup pintu untuk mencegah hujan maupun angin yang mencoba masuk ke dalam rumah mereka,Rayya terus berteriak meminta tolong naas, suaranya kalah besar dengan derasnya hujan diiringi kilat juga gemuruh petir yang menggelegar


Rayya putus asa dan memilih kembali ke dalam rumah mereka dalam keadaan basah kuyup menggigil karena guyuran hujan

__ADS_1


Sang ibu meraih tangan putrinya yang begitu dingin, namun tak sebanding dingin dan pucat tubuhnya..


"Rayya...putri ibu sayang.. tenanglah, pasti akan ada seseorang yang datang menolong ibu..."suaranya tertahan karena rasa sakit yg begitu menyiksanya


"jika ibu memang harus dipanggil yang maha kuasa...itu pertanda tuhan sudah rindu pada ibu dan adik kecil mu ini untuk bermain di surganya.." ia memang sudah tak merasakan gerakan janin yg dikandungnya padahal biasanya gerakannya begitu aktif dan lincah


"Kamu tidak akan sendiri nak.masih ada ayah yang akan selalu menjaga mu...biar ibu yang akan menemani Adik kecilmu disisi-Nya...Ibu sangat menyayangimu...."


"Aku tidak mau bersama ayah...bawa aku juga bersama ibuuu dan adik bayiiii.." tangisannya pecah ketika mendapati ucapan ibunya yang semakin melemah, darah yg mengalir juga sudah begitu banyak


Jangankan ber suara kini untuk bernafas pun sang ibu sudah tak ada tenaga, kesadarannya pun sedikit demi sedikit menghilang sampai ia menghembuskan nafas terakhirnya


Rayya menangis sesenggukan,ia terus memanggil nama sang ibu yang kini sudah tak bisa menjawabnya, bersamaan dengan derasnya hujan airmata nya juga mengalir begitu deras seakan ingin bersaing dengan hujan


Ketika hujan mulai mereda barulah suara tangisan Rayya menggema dari rumahnya, terdengar oleh tetangga yang mulai membuka pintu rumah mereka, berbondong bondong para tetangga mulai mendatangi kediaman Rayya


Sang ibu yang memang bukan berasal sana tak memiliki saudara yang tinggal sekitarnya, tempat asalnya begitu jauh di kawasan terpencil itupun sekarang hanya menyisakan Paman beserta keluarga kecil yang tinggal ditempat asalnya, karena kedua orang tua ibu Rayya baru saja berpulang selamanya


Tubuh tak berdaya itu dibawa menuju rumah sakit bersama Rayya yg begitu terlihat mengenaskan, tubuhnya basah kuyup dan bercampur dengan darah sang ibu yang memenuhi pakaiannya


Sebagian para tetangga membantu membersihkan cairan merah yang sudah membanjiri rumah, hanya dua orang yang turut menemani Rayya membawa tubuh ibunya yang sudah tak bernyawa


Baik ibu maupun sang adik yang masih dalam kandungan ibunya tak tertolong, tetangga yang menemani Rayya kini sibuk dengan urusannya,ada yang sibuk mengisi pendaftaran ada juga yang tengah dimintai keterangan oleh dokter karena tak mungkin menanyakan langsung kepada Rayya


Sang ayah sudah berhasil dihubungi,kini ayahnya tengah menaiki pesawat tercepat untuk sampai ke tempatnya, sekarang Rayya benar-benar sendiri,ia begitu terpukul dengan kejadian yang menimpanya tanpa ada seseorang disampingnya


Ditengah keterpurukannya datanglah seorang wanita sangat cantik bak bidadari menghampirinya dan menanyakan keadaannya, tanpa menunggu jawaban dari Rayya, wanita itu memeluknya dan mengatakan hal-hal yang sangat menenangkan jiwanya, ternyata hal itu sangat membantunya untuk keluar dari kesendiriannya


Ya .. wanita itu adalah Eliza, sebelum kedatangan Rayya, Eliza sudah duduk di sana sambil menangis tersedu-sedu karena kedua orang tua angkatnya kini telah tiada, pesawat yg mereka tumpangi kecelakaan karena derasnya hujan sehingga pesawat itu mengalami pandangan buruk dan berakibat pada jatuhnya pesawat yang menelan keseluruhan penumpangnya, Eliza saat itu menangis sesenggukan sendiri tanpa ada yang menemaninya,maka saat melihat Rayya yg sangat persis dengan keadaannya, Eliza seakan melihat dirinya sendiri dan mencoba untuk menenangkannya


Semenjak kejadian naas malam itu,Rayya trauma dan mengalami ombrophobia yaitu fobia terhadap hujan,ia menyimpan rasa takut itu sendiri sampai sang ayah menikah kembali dan ia bertemu dengan Adrian putra yang dibawa oleh istri sang ayah,tak sengaja Adrian menemukannya menggigil di dapur sendirian saat turun hujan, saat itulah pertama kali Adrian mengetahui trauma yang dialami Rayya,dan ketika turun hujan Adrian lah yg akan selalu berada di sampingnya

__ADS_1


__ADS_2