
Pandangan Rayya kini tertuju pada Zayyan yg masih berbicara dengan seseorang yang terhubung dengan ponselnya,tak lama ponselnya pun bergetar, Rayya bergegas mengambil ponsel dari tasnya
AYAH
Tertera nama penelpon disana
Rayya sangat merindukan ayahnya,6 bulan lamanya tak berjumpa dengan sang ayah,ia mengangkat telepon itu dan menyapa ayahnya
"Halo apa kabar nak?'" suara sang ayah
"Kabar ku baik, bagaimana dengan ayah?" jawab Rayya ceria
"Kabar ayah tidak baik, ayah sangat merindukan putri ayah, kapan kalian akan mengunjungi ayah?" suara ayahnya terdengar berat disana
Saat Rayya mau menjawab terdengar suara ibu sambungnya yang sedang mengoceh tak jelas seakan memaki Rayya dan menyebutnya anak tak tau diuntung
"mentang-mentang sekarang dapat suami kaya, putrimu itu lupa dengan ayahnya sendiri, padahal ia hanya sekedar pengganti paling dia tidak pernah dianggap oleh suaminya" cela istri ayahnya
Terdengar sang ayah mencoba menahan celaan istrinya pada putri semata wayangnya, namun Rayya sudah terlanjur kesal pada ibu tirinya
"Ayah... maafkan aku belum sempat menemui ayah, suami ku mengajakku bulan madu ke Swiss ayah"ucapnya sengaja
"Swiss??? Bulan madu? Benarkah nak? Ayah sangat bahagia mendengarnya"
__ADS_1
"hahahaha.... pasti putrimu sedang menghayal" umpat si ibu tiri
Rayya geram ia menekan tombol video call di ponselnya,tak lama sang ayah menerimanya
Rayya berdiri membelakangi danau Zurich yang indah itu sambil melambaikan tangan seolah menunjukkan kebenarannya
Sang ayah terharu melihat putrinya disana, ditempat yang begitu indah senyum cerah menghiasi wajah manisnya, perkataan putrinya benar, namun dimana menantunya
"Ayah aku sangat bahagia bersama suamiku"
Ungkap Rayya
ibu tiri Rayya yg mulai kepo ingin tahu kebenarannya ikut mengintip ke video call yang dilakukan ayah anak itu
Tiba-tiba saja Zayyan datang memeluk Rayya dari belakang kemudian mencium pelipis Rayya mesra
Sontak saja hal itu membuat sang ayah dan istrinya terkejut melihatnya, Zayyan menantunya yang menikahi putrinya secara paksa,kini sedang mencium dan memeluk mesra putrinya, terpancar cinta dari keduanya
Rayya menyikut pinggang Zayyan dan mengisyaratkan bahwa ia sedang menelpon, Zayyan menangkap maksud Rayya ia segera menyapa mertua yang tak pernah dikunjunginya
'"Maaf ayah kami belum mengunjungi kalian, putrimu membuat ku sangat sibuk" ucap Zayyan sambil mendaratkan ciuman di pipi Rayya
"iya tuan Zayyan kami mengerti, nikmatilah bulan madu kalian"
__ADS_1
"jangan memanggilku seperti itu ayah,aku ini sekarang sudah menjadi putramu,benarkan sayang?" ucap Zayyan sambil menoleh ke arah Rayya
"Ya..." jawab Rayya
Sambungan telepon pun berakhir,ada perasaan lega dari sang ayah melihat putrinya benar-benar bahagia dengan kehidupan barunya
Rayya mengabdikan gambar danau indah itu di ponselnya, Zayyan juga ikut mengabadikan momen Rayya yg sedang tersenyum melihat hasil jepretannya,Rayya menjadikan gambar danau Zurich sebagai status di media sosialnya
"Zurich in love"
Ia juga menulis caption disana
"Kemana kita sekarang?" tanya Zayyan
"Aku sudah menyewa mobil jadi kau tinggal bilang saja tujuan mu,aku akan mengantarmu,hari ini milikmu" jelas Zayyan
"Tapi aku ingin mencoba itu" tunjuk Rayya pada trem sebuah transportasi umum seperti kereta yang memiliki rel tersendiri sepanjang kota
"Trem?" tanya Zayyan
"Iya...aku belum pernah naik trem,jadi kita berkeliling naik trem saja?" pinta Rayya
Zayyan berfikir sejenak
__ADS_1
"Oke" jawab Zayyan dan mendapatkan pelukan dari Rayya