Bridesmaids Jadi Bride

Bridesmaids Jadi Bride
Kehamilan


__ADS_3

Setelah usai menghadiri undangan Mister Albert dan hari terus berganti, Zayyan memutuskan untuk kembali ke tanah air karena Raya terus membujuknya agar tidak lagi menginap di rumah sakit, walau sebenarnya masih banyak tempat yang ingin dijelajahi Rayya di Swiss namun, dari pada terus terkurung di rumah sakit lebih baik kembali ke tempat asalnya dan melakukan aktifitas normal seperti biasanya


Sebelumnya Zayyan juga sudah mendapatkan izin dari Dokter untuk Raya melakukan perjalanan jauh karena mengingat kondisinya yang masih hamil muda,Ibu Zayyan yg benar-benar menyusul mereka datang seorang diri tak kalah protektifnya dengan Zayyan mengingat ini adalah cucu pertamanya, mertua Raya itu begitu memperhatikannya,ia juga meminta agar selama kehamilan Raya tinggal dikediamannya, Zayyan pun menyetujui usulan sang ibu namun keputusan ia kembalikan lagi pada Raya, dengan berat hati Rayya setuju karena sebenarnya ia merasa segan untuk tinggal bersama ibu Zayyan, namun Rayya tetap bersyukur karena dianugerahi mertua yang sangat baik dan peduli akan kehamilannya


Hari-hari Rayya lalui dengan bahagia,ia dihujani dengan cinta dan kasih sayang oleh orang-orang di sekitarnya,baik suami maupun mertuanya sama-sama memperlakukannya dengan baik dan penuh perhatian, bahkan Devla yang semulanya shock mendengar kehamilan Raya yang membuat harapan untuk memiliki Zayyan semakin tenggelam,kini mulai menerima dan ingin berteman dengan Rayya


Kehamilan Raya pun tak pernah menemui masalah,ia tak mengalami mual muntah layak ibu hamil pada umumnya di trimester pertama mereka, hanya sesekali di pagi hari saat ia menggosok gigi muncul rasa mual dari perutnya, namun hanya sekedar mual tak disertai dengan muntah.Raya juga tidak meminta sesuatu yang aneh seperti ngidam ibu hamil, Zayyan sendiri sampai terheran karena selain mendapat wejangan dari sang ibu tentang payahnya kehamilan,ia juga sering membaca artikel tentang kehamilan yang penuh drama apalagi di trimester pertama hampir semua ibu hamil mengalami mual muntah yang begitu menghawatirkan


Saat kontrol kandungan Zayyan menanyakan kondisi kehamilan istrinya karena tidak seperti pada umumnya.Dokter pun menjelaskan tak perlu ada yang dikhawatirkan tentang kehamilannya.Semua keadaannya baik-baik saja baik ibu dan janin mereka dinyatakan sehat oleh sang dokter


"Memang ada sebagian kecil dari kehamilan dimana sang ibu tidak mengalami mual muntah dan itu normal, apalagi jika dilihat dari kondisi Nyonya Raya dan janinnya keduanya sehat, mungkin juga karena hal ini didukung oleh kondisi Nyonya Raya yang bahagia dengan menjalani kehamilannya sehingga tak membuatnya kepayahan dalam kehamilan ini" jelas sang dokter


Raya yang mendengar hal itu sangat bersyukur karena dikelilingi oleh suami dan kedua mertua yang menyayanginya sehingga ia merasa bahagia dan mudah menjalani kehamilannya


Zayyan terus bertanya banyak hal sampai pertanyaan intim tak malu ia tanyakan pada dokter

__ADS_1


"jika dilihat dari kondisi Nyonya Raya saat ini, tentu diperbolehkan untuk melakukan hubungan suami istri namun tetap dengan penuh kehati-hatian" jawab Dokter


"jika begitu apa boleh melakukannya tiap malam dok?" tanya Zayyan lagi


Rayya yang mendengar pertanyaan suaminya sampai malu sendiri


"tidak begitu tuan Zayyan!, maksud saya disini diperbolehkan tidak untuk setiap hari"ujar sang dokter sambil menahan tawa


"Seminggu tiga kali,saya rasa cukup" jelas Dokter lagi


"Apa saya boleh menjalani aktivitas biasa seperti memasak atau hal lainnya?'" Kini Raya yang bertanya karena selama kehamilannya ia dilarang baik oleh Zayyan atau ibu mertua nya untuk memasak


"Tentu boleh,selagi tidak membuat Ibu


Raya kelelahan" jawab Dokter

__ADS_1


Raya melirik tajam kearah Zayyan seolah mengatakan "Awas saja sampai melarang ku lagi"


Diperjalanan pulang Zayyan terus menggenggam erat telapak tangan istrinya


"Terima kasih Rayya sudah memberiku kebahagiaan ini, setiap kali aku melihat pergerakannya di layar monitor ada perasaan hangat dan haru muncul dalam diriku" ungkap Zayyan


"Aku yang seharusnya berterima kasih karena kau terus membuat ku bahagia" ucap Rayya


"tetaplah seperti ini Zayyan, tolong jangan pernah berubah" lanjut Rayya dalam hati


"Zayyan boleh kah kita kembali ke tempat tinggal sebelumnya?" tanya Rayya hati-hati


"Kenapa?,apa ada yang membuat mu tak nyaman dirumah ibu?" tanya Zayyan balik


"Bukan begitu,aku sangat senang tinggal bersama ibu dan ayah, namun tetap saja aku lebih suka tinggal di apartemen mu, aku bisa melakukan hal yang kusukai" jawab Rayya

__ADS_1


"Baiklah jika itu keinginanmu" ujar Zayyan sambil tersenyum


__ADS_2