
Dua hari telah berlalu, Zayyan pamit pada orang tuanya untuk kembali ke tempat tinggalnya bersama Rayya, dengan berat hati sang ibu melepaskan Zayyan Namun,ia sadar putranya sudah memiliki kehidupannya sendiri,sang ibu bahagia melihat kehidupan rumah tangga putranya tidak seburuk yang ia bayangkan
"Sering-seringlah berkunjung kemari nak" pinta sang ibu saat Zayyan memeluknya
"akan ku usahakan, jaga kesehatan ibu, jangan terlalu banyak pikiran,aku bahagia ibu"
ucap Zayyan menenangkan
"Rayya terima kasih sudah merawat anak ibu dengan baik, jangan terlalu lelah,jika Zayyan menyusahkan mu,cerita pada ibu jangan sungkan" kini Laura memeluk Rayya
"Ibu tunggu kabar baik dari kalian,oke?!"
ucap Laura sambil mengerlingkan matanya
Zayyan memberikan jempolnya seolah menjawab "OK" sedangkan Rayya tertunduk malu atas ucapan mertua nya
"
Jalanan malam ibukota terasa lenggang walau masih ramai seperti biasanya, Zayyan mengemudi mobilnya dengan perasaan senang,ya hubungan nya dengan Rayya semakin membaik terlebih ketika menginap di rumah ibunya mereka tidur satu kamar, walau tak melakukan hubungan layaknya suami istri,tapi Zayyan sangat nyaman berada satu kasur dengan Rayya
"Bodoh kenapa tidak dari dulu saja?!" gumam Zayyan sambil tertawa kecil
"Apa?" Rayya yg sedari tadi mengamati jalanan ia menolehkan kepalanya ketika mendengar perkataan Zayyan padahal pria itu sedang bergumam sendiri
"Tidak ada" jawab Zayyan tersenyum dan menggenggam tangan Rayya erat
"Zayyan fokus lah mengemudi!" ucap Rayya ketika Zayyan masih terus menggenggam tangan dan memandangi nya
Zayyan pun menghadapkan wajahnya ke depan tanpa melepaskan genggamannya
Kini mereka telah sampai di penthouse, Zayyan tak melepaskan genggaman tangannya dari Rayya, mereka berjalan beriringan
"Mulai malam ini dan seterusnya kita akan tidur bersama" ucap Zayyan
"tapi aku sudah nyaman tidur dikamar ku sendiri" tolak Rayya
__ADS_1
"Dan aku sudah nyaman tidur bersama mu" Zayyan menyugar rambutnya frustasi dengan penolakan Rayya,ia tak ingin menekan Rayya
"Kau ISTRIKU, sudah seharusnya kita sekamar" jelas Zayyan
"Baiklah,aku akan mengganti baju dlu dan mengambil beberapa barang ku"
"jangan memakai pakaian tertutup lagi!,aku sudah melihat semuanya" ucap Zayyan tak berdosa
BRAK
Pintu tertutup dengan kencang, sungguh pria tak tau malu, wajah Rayya kini memerah teringat Zayyan pernah melihat tubuh polosnya dan menyentuh tanpa menyisakan bagian tubuhnya dari jejak liarnya
Dengan sengaja Rayya malah memakai piyama lengan panjang beserta celana nya, mereka memang belum melakukannya, namun Zayyan tetap menyentuhnya, mungkin pria itu membiaskan dengan sentuhan sebelum ketahap selanjutnya
Pintu terbuka, Zayyan masih berdiri di tempat yang sama,pria itu memperhatikan pakaian Rayya, gadis itu memang sangat suka melawannya, padahal ia mengharapkan Rayya mengenakan pakaian seperti malam itu ketika Zayyan khilaf dan menciumi leher istrinya
"Ayoo"ajak Zayyan sambil menggenggam tangan Rayya
Rayya mengikutinya langkah Zayyan dan kini mereka sudah berada di kamar Zayyan
Rayya mencoba memejamkan matanya sebelum Zayyan keluar dari kamar mandi, biasanya ia akan mudah tertidur namun sekarang perasaan nya gelisah apa Zayyan akan melakukannya disini?, sungguh ia sangat menikmati sentuhan Zayyan dan ia memang menginginkan lebih
"apa sih yang aku pikirkan??" ia mengacak rambutnya
Di saat yang bersamaan Zayyan muncul dari kamar mandi
"kau baik-baik saja?" tanya Zayyan
Rayya menolehkan kepalanya melihat Zayyan,ia menelan liur saat melihat Zayyan yg hanya mengenakan handuk dan menampakkan bagian tubuh atas nya yg begitu menggoda
"Kau ingin menyentuhnya?" tanya Zayyan menggoda saat melihat pandangan Rayya tertuju pada tubuhnya
Zayyan mendekat ke arah Rayya gadis itu masih terus menatapnya,ia duduk di samping Rayya
"Sentuhlah!" ucap Zayyan sambil meraih tangan Rayya dan membawanya menyentuh tubuhnya
__ADS_1
Seakan terhipnotis Rayya membiarkan tangannya meraba halus tubuh atas Zayyan, dimulai dari bahu turun ke dada bidangnya kemudian tangan itu sudah berada di perut Zayyan yg dipenuhi dengan otot-otot abdominis membentuk 6 kotak sempurna
"aaaahhh..apa yang kulakukan??!!"
Rayya tersadar dari kegilaannya
"Cepat pakai bajumu sana!!!" ia mendorong tubuh Zayyan kemudian menutupi tubuhnya sendiri dengan selimut sambil terus merutuki dirinya
Zayyan tertawa kencang melihat ekspresi Rayya,ia membuka handuk yang menutupi tubuhnya kemudian jalan dengan santai menuju walk in closet
"Dasar gila!!!.. apa-apaan dia???, Baru pertama kali tidur dengan nya saja kau sudah berani menyentuhnya Rayya???Apa yang kau pikirkan??"
Rayya terus berperang dengan dirinya sendiri
"Setelah menyentuhku kau ingin meninggalkan ku tidur?"
Tanya Zayyan tepat ditelinga Rayya,kini ia sedang memeluk istrinya dari belakang
"Aku ngantuk" jawab Rayya asal
"Kau harus bertanggung jawab Rayya, milikku sudah terbangun dan kau harus segera menjinakkannya" Zayyan menciumi telinga itu yang sudah memerah
"maaf Zayyan.. biarkan aku tidur" ucap Rayya sambil menggenggam erat selimutnya
"tidurlah" Zayyan menghentikan ciumannya dan tetap memeluk Rayya erat
Rayya bernafas lega, kini ia bisa memejamkan matanya dan tertidur pulas
Zayyan yang sudah lagi tak mendengar pergerakan dari istrinya,ia segera membalik tubuh Rayya menghadap ke arah nya, Zayyan memandangi wajah istrinya yg tertidur pulas,ia mendaratkan beberapa ciuman di wajah Rayya
Semenjak Zayyan mengetahui keadaan tidur Rayya,ia mengambil kesempatan untuk menciumnya, dimulai dari kening Pipi bibir dan keseluruhan wajah nya,lalu turun ke leher ia hanya sekedar mencium tanpa membuat bekas disana
Zayyan mulai membuka satu persatu kancing piyama Rayya tanpa melepaskan piyama tersebut dari tubuh Rayya, karena setelah puas melakukan aksinya, Zayyan kembali mengancingkan piyama itu seolah tak terjadi apa-apa
"Seperti diberi obat bius saja,ah.. Rayya aku menginginkanmu" Zayyan mempererat pelukannya kemudian tertidur pulas di samping Rayya
__ADS_1