Bridesmaids Jadi Bride

Bridesmaids Jadi Bride
Senjata Devla


__ADS_3

"Bagaimana hasil kesepakatan dengan Mister Albert apa berjalan lancar?


Tanya sang ayah pada Zayyan ketika mereka berada di ruang kerja


"sangat lancar, Mister Albert tak banyak menuntut, perusahaan untung besar atas kerjasama ini"ucap Zayyan lugas


"baguslah,lalu kapan kau akan memulai proyeknya?"tanyanya lagi


"Kami masih harus membuat desainnya dlu dan menyerahkannya pada sekertaris Mister Albert untuk mendapatkan persetujuan darinya,aku menjanjikan kenaikan jabatan untuk desain yang nanti akan disetujui oleh mister Albert" jelas Zayyan


"Mengapa bukan kau sendiri yang membuat desainnya Zayyan?"


"ini adalah hal yang baru bagiku ayah, karena proyek Mister Albert cukup unik, beliau ingin membangun sebuah hunian yang mengusung konsep asri dan sederhana di kawasan Dieng,aku juga ingin memberi kesempatan kepada arsitektur muda untuk ikut andil dalam proyek ini"


"Dieng??" tanya sang ayah heran


"Ya karena beliau bilang Dieng mengingatkannya dengan tempat asalnya Swiss"


"Ayah tak ingin jika proyek ini mengganggu warga lokal disana, apalagi sampai menggusur tempat tinggal mereka, sudah kau perhatikan jelas semua?!"


Harun pengusaha sukses yang memang tumpah darah nya di bumi Pertiwi ini tak ingin jika pengusaha asing menguasai apalagi sampai menggusur warga asli sini


"Belum, hasil kerjasamanya juga baru disepakati,aku belum ada waktu untuk mengecek lokasinya ayah


"Secepatnya survei tempat itu dan pastikan warga lokal disana tak dirugikan oleh proyek ini" tegas sang ayah"oh iy ayah dengar dari Bram, Mister Albert mengundang mu?"


"ya" jawab singkat


"Kapan tepatnya?"

__ADS_1


"beberapa Minggu lagi"


"Bawalah Rayya bersamamu,ini bukan perjalanan bisnis nak, lagipula kalian berdua belum honey moon kan?"


Zayyan berpikir sejenak, sepertinya ide ayahnya sangat bagus, tapi perjalanan nya pasti akan menghabiskan waktu yang tidak sebentar sedangkan ia masih sangat sibuk dengan pekerjaannya di kantor


"ayah tapi pekerjaan ku..?"


"Ayah kan sudah bilang,anggap saja itu adalah honeymoon kalian,kau belum mengambil waktu liburmu setelah menikah bukan? lagipula saat disana kau bisa jadikan referensi untuk desain proyek mu dengan Mister Albert,kau bisa menyesuaikan dengan suasana tempat tinggalnya Zayyan'" jelas sang ayah panjang lebar,ia juga melanjutkan


"Untuk mengenai pekerjaan mu di kantor, Ayah yang akan mengambil alih pekerjaan mu, sekarang ayah sudah tenang untuk bekerja lagi, karena ibumu sudah kembali ceria setelah kedatanganmu nak"


Sekarang seperti nya sangat mungkin untuk menghadiri undangan Mister Albert, perkataan ayahnya sangat benar dan ia akan mengikutinya


"Baiklah aku akan datang bersama Rayya, terima kasih ayah"


"Bram apa kau juga ikut dengan Zayyan?" tanya Harun pada Bram yg sedari tadi setia mendengarkan


Harun tertawa mendengar jawaban Bram, sedangkan Zayyan melirik Bram kesal


"ya benar dia hanya akan jadi pengganggu disana,tadi pagi saja sudah mengacaukannya" Ucap Zayyan dalam ha


Jika suasana diruang kerja terasa hangat, berbeda dengan suasana yang ada di ruang tengah terasa tegang dan panas


Laura ibu Zayyan yang berusaha untuk mencairkan suasana kini tengah kebingungan dihadapi dengan situasi menegangkan,Devla keponakannya terus menabuh genderang perang pada Rayya sang menantu, yang mulanya Rayya tak meladeninya,kini mereka bersitegang saling membalas


Sampai akhirnya Para Pria yg sudah selesai membahas tentang pekerjaan,hadir ditengah-tengah mereka,baik Rayya maupun Devla terdiam melihat kedatangan mereka


"Kakak lihat deh sketsa yang aku buat, aku menghabiskan waktu selama dua tahun ketika menetap di London dengan Kuliah jurusan arsitektur,dan sekarang lihatlah hasilnya" ucap Devla penuh percaya diri

__ADS_1


Devla menyerahkan sesuatu pada Zayyan,gadis itu memang sungguh-sungguh akan membuat Zayyan terpikat, ketika Zayyan masih bersama Eliza ia mengorek informasi tentang sesuatu yang membuat Zayyan jatuh hati pada Eliza, tentu saja Eliza tak punya jawabannya,ia pikir perasaan itu murni dari hati dan mengalir dengan sendirinya,tau tau Zayyan datang malah membeberkan alasannya


"Dia sempurna,selain paras dan hatinya yang cantik,Ely ku memiliki otak yang cemerlang, kau tau anak kecil? Hasil desainnya sudah mendapatkan kontrak dari beberapa perusahaan ternama padahal itu adalah tugas skripsinya" jawab Zayyan membanggakan kekasihnya


Devla mengenal Zayyan terlebih dahulu sebelum Eliza, Devla yang saat itu masih berusia 5 tahun sedangkan Zayyan sudah memasuki masa remaja 14 tahun, Zayyan remaja sangat suka menggambar sketsa entah itu desain rumah sekolah atau gedung perkantoran sekalipun ia buat sketsanya begitu teliti, Zayyan sangat terobsesi dengan hal yang berkaitan dengan mendesain bangunan, sehingga ia tidak memiliki waktu untuk tertarik dengan hal selain itu, Zayyan tak pernah terlibat hubungan asmara selama sekolah padahal begitu banyak kaum hawa yang begitu memujanya, bahkan sepupu nya yg sudah ia anggap adik sendiri ikut jatuh dalam pesonanya


Sampai akhirnya ia melihat Eliza sedang mempresentasikan hasil sketsanya, saat itu Zayyan adalah asisten dosen yang mengawasi presentasi mahasiswa junior nya,ia terpukau seketika dengan paparan Eliza yang begitu tegas dan lugas


Eliza begitu percaya diri menyampaikan presentasinya,tak seperti mahasiswi lain ketika mengetahui Zayyan yg akan mengawasi presentasi mereka, mahasiswi lain mencoba untuk menarik perhatiannya dengan suara yang dibuat terdengar imut,atau bahasa tubuh lainnya yg terus mencoba membuat Zayyan tertarik dengan mereka


Zayyan sangat membenci itu namun Eliza berbeda,tak ada salah tingkah ketika Zayyan fokus mendengarkan presentasinya, begitu Zayyan menanyakan beberapa hal Eliza juga dengan lancar menjawabnya tanpa gugup atau bersikap genit seperti yang lainnya


Semenjak itu Zayyan berusaha untuk mendekati Eliza, walau ia bingung harus melakukan apa?karena sebelumnya ia tak pernah mencoba mendekati wanita manapun, hanya Helena satu-satunya teman wanita yg dekat dengannya di kampus


Perasaan itu semakin bertambah besar dengan seiring berjalannya waktu, beruntung Eliza peka dan menyambut perasaan tersirat Zayyan


Maka dari itu Devla menyimpulkan tak cukup hanya kecantikan dan sikap yang baik untuk menarik perhatian Zayyan,ia harus pintar dalam hal yang disukai Zayyan, setelah lulus sekolah Devla melanjutkannya ke jenjang pendidikan tinggi mengambil jurusan arsitektur dan belajar sangat giat untuk menguasai jurusannya,


Devla memang suka menggambar namun bukan sketsa rumah yang digambarnya, melainkan sosok manusia layaknya manhwa yang sering digambarnya, namun tak mengapa ia sudah memiliki skill hanya harus mempelajarinya lagi,tentu tak sama menggambar sketsa bangunan dengan menggambar manusia khayalannya namun, Devla tak pernah menyerah,ia sangat tekun untuk terus belajar sampai menaklukkan jurusannya


Sampai akhirnya kini ia berdiri di depan Zayyan menunjukkan hasil karyanya yang ia yakin Zayyan pasti tak akan mengacuhkannya,dan benar saja Zayyan menatap hasil itu dengan mata berbinar


"ini adalah karyamu?" tanya Zayyan


"ya tentu saja" jawab Devla


"menakjubkan sekali,sketsa ini sempurna begitu detail" ucap Zayyan takjub


"aku tak menyangka anak manja seperti mu mempunyai bakat luar biasa seperti ini"

__ADS_1


ungkap Zayyan lagi sambil mengacak rambut Devla


Lihatlah usaha tak pernah mengkhianati hasil,kau berhasil Devla .. batinnya bersorak ria


__ADS_2