
Lindt home of Chocolat menjadi destinasi selanjutnya, sebuah museum yang terletak tak jauh dari danau Zurich adalah surga bagi para pecinta coklat
Air mancur berwarna keemasan setinggi sembilan meter yang berisikan coklat cair asli yang meleleh dari atas ke bawah persis seperti adegan film pabrik coklat milik Willy Wonka menyambut kedatangan mereka
Rayya berdiri mematung di depan air mancur coklat raksasa itu, matanya tak berkedip seolah enggan untuk berpaling dari air mancur itu, sebagai pecinta coklat sungguh ia merasa beruntung telah ditakdirkan untuk mendatangi museum ini
"Kau mau mencobanya?" tanya Zayyan karena Rayya terus memperhatikan air mancur itu
"Memang boleh?" Rayya bertanya balik
"Tentu saja tidak boleh" jawab Zayyan kemudian tertawa
Rayya memukul bahu Zayyan kemudian pergi meninggalkannya, dengan cepat Zayyan menyusul langkah Rayya dan menggenggam tangannya
"Nanti ada tempatnya kita diperbolehkan mencicipi coklat ini" jelas Zayyan
Mereka terus berkeliling museum itu,dari penjelasan tentang sejarah coklat sampai pengolahannya semua tertera di museum ini
Para pengunjung juga diperbolehkan untuk membuat kreasi coklat mereka sendiri disana, dengan senang hati Rayya memamerkan bakatnya,ia membuat beberapa dessert yg beragam menggunakan bahan coklat berkualitas yang berasal langsung dari museum ini
Zayyan yang melihat berbagai dessert coklat yang dibuat Rayya tak sabar untuk mencicipinya, ia meminta Rayya untuk memberikan dessert itu melalui suapan tangannya, setelah Zayyan puas mencicipinya kini Zayyan yang menyuapi Rayya, pada akhirnya mereka puas menikmati coklat di sana
Berbagai macam jenis coklat tersedia di museum ini dan pengunjung bebas mencicipinya,Rayya tertarik pada coklat bertuliskan Tabasco ia langsung mencoba coklat itu dimulutnya, namun ternyata itu adalah varian coklat pedas rasa cabai yang terasa begitu panas dimulutnya
__ADS_1
Melihat hal itu Zayyan mencoba untuk menghilangkan rasa pedas dimulut Rayya dengan memberinya ciuman, karena didalam mulut Zayyan dipenuhi dengan coklat yang terasa manis dan ia akan mengganti rasa pedas Rayya dengan rasa manis coklat dari mulutnya
"Zayyan ini didepan umum!!" protes Rayya sambil membersihkan mulut nya yang belepotan karena coklat Zayyan
"Ayo kita pulang dan lanjutkan di kamar" ajak Zayyan tanpa malu
"Kau bilang hari ini milikku,aku masih mau Disini" tolak Rayya yg diberi anggukkan oleh Zayyan
Mereka terus mengelilingi museum coklat ini, rasanya tak ada kepuasan untuk Rayya dalam menjelajahi museum bagai Chocolate Heaven surga bagi para pecinta coklat
Zayyan membiarkan Rayya melakukan semuanya, wanitanya tak henti mencicipi berbagai macam coklat ia juga membuat olahan coklat dan memborong Lindt coklat langsung dari pabriknya, seakan wanitanya tak kehabisan tenaga untuk tetap terus berkeliling di museum ini
Setelah Rayya merasa puas barulah mereka meninggalkan museum coklat yang penuh sejarah, dengan kembali menaiki trem akhirnya mereka sampai di hotel tempat tinggalnya sementara di Switzerland
Sepanjang perjalanan menggunakan trem, Zayyan terus mengagumi tata bangunan kota Zurich,dari segi tinggi dan lebarnya hampir setara tak ada kesenjangan antara bangunan lainnya, karena Zurich memiliki peraturan sendiri mengenai sebuah bangunan tak boleh melebihi batas tinggi yang ditetapkan
Zayyan juga bisa mendeskripsikan tentang sketsa bangunan yang dinginkan Mister Albert agar sesuai dengan tempat tinggalnya
Ia sudah mempersiapkan gaun untuk dikenakan istrinya saat menghadiri undangan Mister Albert,ia harap Rayya nyaman dalam acara tersebut
BRUK..
Tiba-tiba saja terdengar suara keras dari dalam kamar mandi, dengan sigap Zayyan berlari dan mendobrak pintu kamar mandi karena Rayya tak membukanya
__ADS_1
"RAYYA...."
Mata Zayyan terbelalak ketika pintu itu terbuka, istrinya tergeletak di lantai tak sadarkan diri, segera ia angkat tubuh dingin itu dan ia lilitkan selimut tebal untuk menutupi tubuhnya
Dengan langkah tergesa Zayyan berlari membawa tubuh gadis itu mencari rumah sakit terdekat dengan bantuan para petugas hotel ini, Zayyan panik bukan main yang terpikirkan oleh nya sekarang hanya lah istrinya Rayya
Wajah sang istri yang berada di pangkuannya semakin pucat, bibirnya membiru, Zayyan terus menyalahkan dirinya karena membiarkan Rayya kelelahan seharian ini,ia merasa tak berguna sebagai suami karena tak mengetahui kondisi istrinya
Mobil yang ditumpanginya berhenti didepan rumah sakit, Zayyan diantar petugas untuk menuju rumah sakit terdekat,ia bopong tubuh tak berdaya itu, dengan arahan perawat di sana Zayyan meletakkan tubuh istrinya diatas bed rumah sakit
Dokter datang menghampirinya untuk memeriksa Rayya, mulai dari menyentuh denyut nadinya,juga memeriksa denyut jantungnya,kini stetoskop itu turun ke perut Rayya
Zayyan terdiam menyaksikan istrinya diperiksa,kata maaf terus terucap dalam hatinya, untaian doa ia panjatkan ke maha kuasa untuk keselamatan Rayya
"Ambilkan Doppler" pinta sang dokter pada perawat di sampingnya
Tak lama perawat itu datang kembali membawa yg diminta oleh dokter
Sang dokter memeriksa perut Rayya menggunakan Doppler, seketika terdengar suara detak jantung lemah dari sana
Zayyan yang masih memperhatikan yang dilakukan sang dokter terkejut ketika mendengar suara kecil seperti detak jantung dari dalam perut istrinya
Airmata hangat mengalir di pipinya
__ADS_1
"Selamat istri anda hamil"