Bridesmaids Jadi Bride

Bridesmaids Jadi Bride
murka


__ADS_3

Zayyan menoleh,ia baru sadar ada gadis yg sedang duduk lemas menudukan wajahnya,sang ibu yg tdi duduk di sebelah rayya bangkit menuju anaknya,ia melihat amarah Zayyan tertuju pada gadis yg TDK bersalah itu."Zayyan.. tenanglah..kau bisa tanya baik-baik Dengannya"sang ibu mengelus halus pundak Zayyan,namun sepertinya amarah sudah menguasainya,ditarik lengan rapuh rayya, Zayyan memegang kedua pundak rayya,"hei gadis kecil dimana kau sembunyikan pengantin ku?"rayya yg terkejut karena ditarik begitu saja hanya bisa menggelengkan kepala,"Bukan kah kau yg pertama kali kesini untuk memanggil pengantin ku?"kini suara Zayyan mulai meninggi,rayya yg ditanya makin gelagapan ia mengangguk kepalanya.


"Apa kau bisa bicara gadis kecil?Kau yg pertama kali menemukan surat ini kan?Kau BEKERJA SAMA DENGANNYA,MEMBANTUNYA PERGI DARIKU???"kini Zayyan sudah TDK bisa menahan suaranya,ia berteriak didepan wajah rayya,sang ibu menenangkan Zayyan"dia tidak bersalah,dia juga TDK tau Eliza pergi kemana, lihatlah dia ketakutan Zayyan"sang ibu melepas cengkraman tangan Zayyan yg berada dipundak rayya, kemudian ia memeluk rayya,pundak rayya bergetar seluruh tubuhnya berkeringat dingin,sang ibu berusaha menenangkan rayya.

__ADS_1


Sementara Zayyan mengusap wajahnya,ia TDK mengerti apa yg terjadi, perasaannya kacau ratusan pertanyaan hadir dalam hatinya..kenapa? kenapa? Eliza wanita pujaannya,calon istrinya yg begitu ia cintai pergi meninggalkannya dihari bahagia nya.


Mereka terdiam sejenak diruagan itu,rayya yg sudah merasa agak tenang melepaskan pelukan ibu Zayyan,Zayyan terduduk dikursi rias sambil memandang ke cermin,ia masih mencium aroma Jasmine aroma khas Eliza,ia masih bisa merasakan basahnya bibir Eliza ketika tdi menciumnya,ia masih bisa melihat dengan jelas Eliza tdi duduk di kursi yg sekarang ia duduki.

__ADS_1


Rayya TDK mau terus berada dalam ruangan yg mencengkam ini,rayya menoleh ke ibu Zayyan"maaf nyonya sepertinya aku harus keluar dari sini"sang ibu tersenyum pahit sambil mengangguk.Zayyan menoleh ke arah rayya"mau kemana kau gadis kecil?kau belum menjawab pertanyaan ku yg tdi sudah mau kabur"Rayya merasakan aura mencekam dari pertanyaan Zayyan,"siapa namamu?jika dilihat dari pakaian mu sepertinya kau bridemaid nya Eliza kan? berarti kau sahabat dekatnya kan?,Zayyan bertanya sambil mendekat kearah rayya.Rayya tak berkutik seolah kakinya tak bisa digerakkan seluruh badannya kaku"kau masih TDK mau menjawab pertanyaan ku? padahal tdi Dengan ibu kau bisa bersuara,KENAPA SEKARANG KAU DIAM,JAWAB AKU SIAPA NAMAMU??"Zayyan terpancing emosi lagi,karena rayya hanya diam."namaku rayya,ya aku sahabat dekatnya"rayya menjawab dengan cepat.


Zayyan tersenyum namun sangat mengerikan."baik rayya,karena kau yg pertama kali menemukan surat nya,kau juga sahabat dekatnya, jadilah pengganti nya, menikahlah denganku, lihatlah para tamu sudah menunggu"Zayyan melanjutkan kalimatnya"Bram, panggil tukang rias yg tdi, riaslah gadis ini,kali ini pastikan jangan sampai dia kabur"Zayyan mengucapkan pada sekertaris nya Bram yg sedari tdi menunggu depan pintu,Zayyan mendekatkan wajahnya kearah rayya"rayya,bersiaplah,jika kau mencari masalah, lihatlah apa yg bisa kulakukan padamu"ujar Zayyan sambil berbisik kemudian pergi meninggalkan rayya

__ADS_1


__ADS_2