Bridesmaids Jadi Bride

Bridesmaids Jadi Bride
malam pengantin


__ADS_3

pernikahan berlangsung, acaranya pun lancar,rayya sama sekali tidak melakukan tindakan yg membuat susah orang lain,dia mengikuti semua acara pernikahan.


Begitu juga dengan Zayyan,ia berlakon seperti ini memang benar pernikahan impiannya, walaupun sebagian tamu undangan heran, karena pengantin wanitanya berbeda,namun mereka terlalu sungkan untuk bertanya, mereka terbawa pesta pernikahan yg meriah, kecuali para bridemaid lainya karena Mereka tau betul siapa yg harus menjadi pengantin wanitanya,namun ketika mereka ingin meminta penjelasan pada rayya,para bridemaid itu mendapat tatapan menusuk dari Zayyan yg berada di samping rayya, jadinya mereka hanya menyalami rayya, memberi nya selamat.


Satu persatu rangkaian acara sudah dilakukan,begitu juga dengan para tamu,satu persatu mereka datang dan pergi hingga hanya menyisakan keluarga pengantin.


Eliza berasal dari panti asuhan,jdi wajar jika tak ada keluarga nya yg datang, seharusnya ibu Mira ketua panti datang,namun kondisinya TDK memungkinkan karena sedang sakit.


Setelah acara benar-benar selesai,para tamu juga tidak tersisa, Zayyan beserta keluarga nya juga rayya, berkumpul dalam salah satu ruangan yg ada di hotel,hotel ini pun termasuk kepimilkan perusahaan nya, Zayyan dan Eliza lah yg memilihnya sendiri, karena hotel ini proyek pertama yg mereka lakukan bersama.


Suasana mencekam masih terasa diruagan ini,namun tidak separah seperti di ruang rias.


belum ada yg membuka suara, akhirnya sang ibu dengan tetap berusaha tenang memulai pembicaraan nya"Jadi Zayyan,kau sekarang sudah menikahi rayya atas permintaan mu sendiri, tolong jangan kau gantung rayya, ingat rayya tidak tau apa-apa,ini semua bukan salahnya"Zayya menoleh pada ibunya"ibu,apakah ibu tidak lelah?, beristirahat lah,ayah tolong bawa ibu pulang, pastikan kalian baik-baik saja, sudah jangan pikirkan apapun, masalah rayya biar aku tangani,aku mau bicara dlu dengannya"sang ibu menghela napas,ia ingin bertanya sebenarnya agak ragu dengan pertanyaan nya namun ia penasaran"Zayyan... bagaimana kalau suatu saat..MMM..Eliza kembali, bagaimana dengan rayya?"tanya ibunya ragu, Zayyan menatap ke atas,ia diam untuk sementara, sebenarnya ia sedang menahan amarahnya namun ini adalah ibunya..hening . .


"ibu tolong bisa kah,TDK perlu membahas tentang nya apalagi menyebut nama nya,aku sudah muak.. tolong setelah ini jangan pernah ada yg membahasnya lagi didpenku"pinta Zayyan dengan tegas


"baiklah nak..maafkan ibu,kalian berdua istrihatlah,ibu dan ayah akan pulang, Zayyan tolong jangan limpahkan amarahmu kepada rayya, ingat Zayyan rayya TDK bersalah'",sang ibu memeluk rayya"maafkan Zayyan, tolong bertahanlah,jaga dirimu baik-baik",rayya hanya mengangguk, kemudian mencium tangan wanita yg ia TDK tau namanya siapa,namun kini wanita itu adalah mertua nya.


Bram yg Dritdi mengamati ingin ikut melangkahkan kakinya keluar,namun segera ditahan oleh Zayyan,"Bram,kau tetap disini"perintah biasanya jika diluar kantor jika bertentangan dengan pemikiran nya ,Bram selalu menolak perintah Zayyan, namun entah sekarang dia kaku,ia melihat Zayyan seperti bukan yg dikenal nya sangat menakutkan,Bram jdi kasian pada wanita yg baru saja dinikahi Zayyan.

__ADS_1


"antar wanita ini ke roomsuite yg sudah menjadi kamar pengantin ku"


deg ....rayya seperti sedang dihantam batu keras,apa ini, sekarang apalagi ..apa malam ini akan terjadi apabyg sedang dipikirkan nya..tidak mungkin,tpi bagaimana bila mungkin???aaaarrrrrggghhhhh... rayya menjerit dalam hati.


"mari nona saya antar" suara Bram membuyarkan pikiran rayya.


Rayya pun mengikuti langkah Bram, diantar nya rayya menuju lift, ternyata lift itu menuju lantai paling atas, disitulah kamar president suite kamar pengantin untuk Zayyan dan Eliza seharusnya, namun sekarang menjadi kamar Zayyan dan rayya.


"silahkan masuk nona,ini akses masuknya, selamat beristirahat,saya pamit".


perlahan rayya masuk kedalam kamar mewah itu,ya sangat mewah, semua nya berkelas dari spring bed nya, dekorasi dinding nya lantai..


rayya masuk ke kamar mandi, kamar mandi juga tak kalah highclass nya, Didalamnya Sudah tersedia bathup yg terisi air panas dihias dengan bunga-bunga indah ,harum sangat menenangkan..


benar dugaannya berendam sangat membuatnya nyaman,tenang, setidaknya ini sangat membuatnya rileks sedikit melupakan kesedihannya, Rayya memejamkan matanya, membiarkan kehangatan Air serta aroma lembut dari vanilla kesukaannya masuk dalam tubuh nya, sebelum berendam tdi,ia melihat aroma essentials yg tersedia dekat bathup, bermacam-macam aroma tersedia disana,namun ia memilih aroma vanilla untuk dicampurkan kedalam air bathup.


15 menit sudah rayya berendam,ia enggan beranjak dari sana,ia membuka matanya melihat-lihat kiri kanan bathtub, rayya baru sadar ternyata ada beberapa tombol disini.


Rayya yg memang TDK pernah merasakan vasilitas VIP seperti ini, bingung tombol apa ini, ternyata ada tulisan kecil berbahasa inggris dekat tombol bertuls"massage", berarti ini bisa pijit

__ADS_1


Rayya bersorak gembira dalam hatinya, sedikit ia melupakan masalah nya dengan Zayyan..


tanpa ragu rayya memencet tombol itu dengan speed rendah,tak lama dari bawah bathup bergerak sendiri seperti gerakan memijit,ahhh rayya senang sekali, kenikmatan yg ia dapat berkali lipat sekarang, sepertinya ia akan bermalam disini.


waktu berlalu rayya masih menikmati pijitan dari dlm bathup, nyaman sekali...


tiba-tiba bathup itu berbunyi seperti alarm darurat, rayya bingung apa yang terjadi?


ternyata dibathup tertulis peringatan berbahaya rayya sudah berendam melebihi batas waktu yaitu sampai 2 jam.


waaaah canggih sekali pikirnya,kalau begini TDK ada kejadian mati tertidur saat berendam.


Rayya pun beranjak dari bathtub,ia baru ingat tak membawa sehelai pakaian pun kesni


aduhuuh bagaimana ini???


mau pakai baju pengantin lagi, resleting belakang nya sudah rusak l, karena tdi rayya membuka paksa,ia kesusahan tdi membuka gaun pengantin nya.


rayya melihat bathrobe yg tersedia di dalam kamar mandi, dengan cepat rayya memakai nya,bagus rayya ini cukup untuk menutupi tubuhnya.

__ADS_1


Rayya bergegas keluar kamar mandi,ia sebenarnya takut di kamar sudah ada Zayyan.tpi ia bersyukur ternyata kamar ini masih kosong.


sampai tiba fajar pun rayya masih sendiri dikamar itu,ia tidak mau tau apa yg dilakukan Zayyan diluar sana,baru sekarang ia bisa tidur dengan tenang...tak ada malam pengantin yg menakutkan, malah rayya menikmati vasilitas yg di dalam kamar.


__ADS_2