Bridesmaids Jadi Bride

Bridesmaids Jadi Bride
Rasa takut


__ADS_3

  Zayyan menangkup wajah Rayya dengan kedua tangannya, airmata tak henti membasahi pipi wanita nya.Zayyan menghapus lembut airmata itu menggunakan ibu jari nya, sungguh perasaan nya sangat kacau melihat Rayya dalam keadaan seperti ini


"Sayang... tenang lah ini aku" ucap Zayyan mencoba menenangkan Rayya sambil membawa tubuh gemetar itu dalam pelukannya


Rayya menghempaskan pelukan Zayyan,ia berlari kencang mencari tempat persembunyian dari suara derasnya hujan ,la membuka pintu kamar dan segera menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut,badan itu masih bergetar hebat di bawah selimut


Zayyan menyusul Rayya dan menghampirinya,ia ikut masuk dalam selimut memeluk erat tubuh Rayya yang membelakanginya, bibir nya tak henti mencium pucuk kepala istrinya, tangan nya juga terus mendekap erat tubuh Rayya.Tak terasa air matanya ikut mengalir bersamaan tangis pilu Rayya


Waktu terus bergulir, Zayyan masih setia memeluk erat tubuh Rayya yang getarannya sudah mulai mereda dibawah selimut, bersamaan dengan redanya hujan dan suara gemuruh di langit,tangis Rayya pun ikut berhenti dengan sendirinya


Gadis itu mulai mengatur nafasnya yang terasa sesak menyiksanya,Rayya mulai bisa mengendalikan rasa takutnya, beginilah jika fobia itu kambuh maka Rayya segera mencari tempat persembunyian dan menumpahkan tangisan disana sampai rasa takut itu mereda dan ia mulai bisa mengendalikan nya


Tapi sekarang ia merasa berbeda ketika fobia itu datang mengapa seperti ada kehangatan yang membuat dirinya merasa tak sendiri?


Ia mencoba membalikkan badan untuk mencari sumber kehangatan yang membuat nyaman, ternyata ia menemukan sosok pria yang kini berstatus sebagai suaminya tengah memeluknya, matanya sembab hidungnya memerah wajahnya juga terlihat sangat menyedihkan


"Rayyaa ...."panggil nya lirih


"Zayyan kau menangis?"tanya Rayya


Melihat wajah Rayya yang sudah tak ketakutan seperti sebelumnya, Zayyan meraih wajah Rayya ke dadanya, ia menenggelamkan kepalanya di lekuk leher istrinya,ia menumpahkan air mata disana sambil terus memeluk erat tubuh Rayya

__ADS_1


"Zayyan.." panggil Rayya bingung mendapati suaminya menangis tersedu


"Kau membuatku khawatir..." ucap Zayyan lirih


Zayyan menghela nafasnya"Apa setiap hujan turun kau seperti ini?" tanya nya masih mendekap wajah Rayya di dadanya


"Yaa.." jawab Rayya yang wajahnya masih menempel dengan dada bidang Zayyan


"mulai sekarang jangan menghadapi rasa takut itu sendiri, berbagilah rasa takut mu denganku,kita akan menghadapinya bersama-sama"


"perkataan mu tak semudah itu untuk dilakukan, sudah lah Zayyan jangan terus memberiku harapan semu"Rayya berhenti sejenak mengatur tangisannya yang akan kembali pecah dalam pelukan Zayyan


"Dulu kau pernah melarang ku untuk jatuh cinta padamu,tapi jika kau terus berkata dan memperlakukanku semanis ini, bagaimana bisa aku tidak jatuh cinta padamu??? katakan Zayyan!!!"ungkap Rayya frustasi


"maaf..jika dlu aku sering menyakitimu..namun Rayya...aku sudah pernah katakan mari kita mulai semua nya dari awal..mari kita saling mengenal dan saling jatuh cinta..aku memang belum sepenuhnya melupakan masa lalu tapi, dengan kehadiran mu bayangan nya menghilang dan bergantikan dengan sosok diri mu'"ungkap Zayyan menjelaskan kondisi nya sekarang


Rayya mengangkat wajahnya ia menatap Zayyan mencoba menemukan kesungguhan dari ucapannya, wajah tampan yang kini tengah menatapnya dalam terlihat sangat sungguh-sungguh akan perkataannya, Rayya seakan terpaku dengan pesonanya, rambutnya yang hitam legam menjuntai di dahi, kedua alis tebal dan bulu mata yang indah menghiasi wajah tampannya, mata tajamnya yang tengah memandangnya,hidung runcing juga rahang yang tegas seakan menegaskan ketampanan nya


Tanpa sadar tangan Rayya mengelus rahang yang ditumbuhi bulu-bulu halus, bukan hanya rahang pipi dagu juga tak luput dari elusan tangan Rayya


Zayyan memejamkan mata menikmati sentuhan Rayya, entah siapa yang memulai kini bibir mereka sudah menyatu saling menyesap lama, Zayyan merebahkan tubuh Rayya pelan tanpa melepaskan ciuman mereka, keduanya sudah terbakar gairah

__ADS_1


Ciuman itu sudah menjalar ke seluruh wajah Rayya,kini bagian favorit nya yg menjadi sasaran selanjutnya, Zayyan menikmati setiap lekuk leher istrinya, entah mengapa ia sangat menyukai bagian itu dengan membuat banyak jejak disana, tangannya juga aktif menggerayangi tubuh Rayya yang lain,tak ada penolakan dari istrinya,malah sekarang Rayya Tengah membuka satu persatu kancing kemeja yang dikenakan Zayyan sambil menikmati aksi suaminya


Zayyan juga tak mau kalah,ia mengangkat pakaian Rayya ke atas untuk melepaskannya,kini mereka sama-sama sudah terbuka bagian atasnya, Zayyan melanjutkan aksinya dengan menikmati tubuh istrinya yang terbuka,tak ada yang luput dari hisapannya


Suara kenikmatan lolos dari bibir Rayya,ia tengah mengalungkan kedua tangannya di leher suaminya


"boleh aku melakukannya sekarang?" tanya Zayyan dengan nafas yang memburu


Rayya menggangguk pasrah, sungguh ia menginginkan lebih


Zayyan melepaskan satu-satunya kain yg menjadi penutup tubuh istrinya,ia menyentuh milik Rayya yg sudah lembab karena pemanasan dengan tangannya sebagai awal perkenalan, seketika tubuh yang disentuhnya menggeliat karena sentuhan Zayyan


Setelah perkenalan dengan tangan, kini Zayyan memajukan wajahnya dan melakukan aksi seperti sebelumnya ketika ia memuja tubuh atas Rayya dengan sentuhan-sentuhannya


Sontak saja hal itu membuat tubuh Rayya menegang seakan ada aliran listrik yg mengalir ke seluruh tubuhnya,dan ada perasaan ingin meledak di bawah sana,ia menarik rambut Zayyan yang masih menikmati miliknya seakan menyuruh nya untuk berhenti dari kegilaan yang membuatnya tersetrum


"aku akan melakukannya perlahan" bisik Zayyan ditelinga Rayya


Dan akhirnya penyatuan pun


Mereka lakukan, walau awalnya Rayya merasa tak nyaman namun gerakan Zayyan yg penuh kasih sayang, membuat Rayya melupakan rasa tak nyaman itu dan bergantikan dengan kenikmatan

__ADS_1


Dibawah rintikan hujan kedua insan itu saling menyatu berpacu dengan gairah dan sama-sama meraih puncak kenikmatan


Zayyan berharap kenangan buruk Rayya terhadap hujan akan tergantikan dengan kenangan indah yang sedang mereka lakukan dan nikmati bersama


__ADS_2