
"BRAAM!!!!" bentak Zayyan pada Bram
"SIAPA YANG MENYURUHMU DATANG KEMARI HAH?!"
"Mengapa kau marah-marah begini?!apa semalam kau mimpi buruk?!"
Tanya Bram bingung ketika mendapati Zayyan membentaknya
"Tidak!! Aku mimpi indah sangat Indah dan kau sudah merusaknya"
"Katakan untuk apa tujuanmu kemari?!ini weekend, jangan bilang kau lupa?"
Ketika Bram ingin menjawab,ibu Zayyan sudah berada di tengah mereka
"Kenapa sih kalian ribut-ribut?! Zayyan ibu yang menyuruhnya untuk melihat keadaan mu,tak biasanya kau bangun siang begini nak, "jelas ibunya
Meski weekend memang Zayyan tetap terbangun,selain Zayyan tak pernah melewatkan sarapan ia juga berolahraga di hari weekend karena kesibukan pekerjaannya pada dihari lain Zayyan baru bisa berolahraga ketika weekend
"Dimana istrimu nak?"
"Rayya sedang berpakaian,ibu tolong jangan membahas bercak merah pada tubuhnya jika ibu melihatnya" pinta Zayyan tanpa malu
"Oh iya Bram tolong siapkan baju tertutup untuk Rayya!!
Sang ibu mengerjapkan matanya shock dengan perkataan putranya, terlebih disini ada Bram entah apa yang dipikirkannya
"ah..baik nak,kalian berdua turun lah untuk sarapan ajak istrimu,ayo Bram kita turun!"
Ajak Laura pada Bram
__ADS_1
Zayyan menutup pintu rasanya tak mungkin untuk melanjutkannya kembali,Rayya juga sudah tak terlihat ditempat tidur, mungkin wanita itu sedang membersihkan dirinya di kamar mandi
Tok..tok..tok
Zayyan mengetuk pintu kamar mandi
"Rayya..ini ada pakaian ganti untukmu"
pintu itu terbuka sedikit hanya menampakkan tangan Rayya dan segera meraih Tote bag dari tangan Zayyan
"Terima kasih" ucap Rayya sambil menutup pintu
Sepertinya Zayyan sangat peka terhadap keadaannya sekarang,ia memilihkan dress turtleneck selutut yg sangat menutupi tubuh bagian atas sampai ke lehernya
Setelah Rayya bersiap,ia dan Zayyan turun kebawah
"Ayo nak kita sarapan dlu"ajak sang ibu yang sedari tadi menunggu mereka
"GK biasanya loh kak Zayyan telat sarapan,aduh gimana sih istrinya?? mending aku yg jadi istri kakak,dari jam 7 aku udah nungguin disini" ucap Devla menyindir Rayya
Wanita yg disindir nya hanya diam enggan meladeni ocehan Devla
"Kakak mau sarapan apa??biar aku ambilkan"
Tawar Devla manis pada Zayyan
"Rayya ambilkan pancake untukku! tambahkan madu secukupnya!!" pinta Zayyan lembut pada Rayya
"Devla sudahlah jangan ganggu mereka!! biarkan mereka sarapan dlu"
__ADS_1
Sang ibu yang melihat kejadian tadi dibuat pusing oleh tingkah keponakannya,Devla akhirnya menurut dan menunggu mereka selesai
Kini Rayya sedang merapikan sisa sarapan mereka, sedangkan Zayyan sudah pergi dengan Bram ke ruang kerja ayahnya
"ciiih... apanya yang tiap pagi sibuk menyiapkan sarapan??? Dirumah mertua saja bangun siang, apalagi ditempat sendiri" ucap Devla tiba-tiba yg sudah berdiri di samping Rayya
"Kak Zayyan pasti sudah terkena pelet mu kan??? Tak mungkin Kakak tertarik padamu, sudah pendek muka pas-pasan" Devla secara terang-terangan menghina Rayya
"Seperti tercium aroma gosong Disni" sindir Rayya geram
"cepat atau lambat pasti akan ku rebut Kak Zayyan kembali padaku" ucapnya dengan nada mengancam
"kecil-kecil sudah jadi pelakor!!!!" tanggap Rayya
"Sebutan pelakor lebih pantas untukmu, karena akulah yang lebih dulu mengenal Kak Zayyan"
"oh iya???kalau begitu aku adalah pelakor yang berhasil karena sudah sah menjadi istrinya sekarang" Rayya tersenyum sinis
"Wah ternyata kalian sudah akrab ya sekarang,ibu senang melihatnya"
Tiba-tiba saja Laura datang ke dapur untuk menengahi mereka
"Rayya...Devla ngobrol nya diruang tengah aja yuuk" ajak Laura
"kamu tidak perlu merapikan ini Rayya, disini sudah banyak asisten yg akan melakukannya"
Rayya mengangguk sambil tersenyum
"Dasar caperr!!" ucap Devla
__ADS_1