Broken Heart

Broken Heart
21


__ADS_3

Indah POV


Aku sekarang ada di rumah Aldi, masih sama seperti tadi, aku tak bisa apa-apa, seakan semuanya berhenti seketika, pikiran ku melaju ke arah masa lalu, saat dimana aku kehilangan papa.


⏳ Flashback


Aku dan semua siswa dan siswi tengah di aula, kita sedang sharing dengan para guru asrama.


"Shafa, bangun, ntar Bilal gak suka lagi" goda pak Adam kepada salah satu Adik kelas ku


"Hahahaha" semuanya tertawa sedangkan Shafa menangis


Tiba-tiba kakak ku, kak Marshal berlari mendekati aula, membuatku tersenyum manis. Namun matanya terlihat sembab. Pak undang mendekati kak Marshal, lalu mereka berbincang.


"Indah, papanya meninggal" ucap pak undang pada semua siswa, seketika semuanya hancur, senyumku hilang seketika, tubuhku terduduk lemah, apakah ini kejutan nya.


"Ayo ndah, kakak anter ke kakak kamu" ucap kak Dewi padaku dengan memapahku ke luar menjauh dari semuanya dan menuju kak marah yang menunggu di kantor guru


"Kak" lirihku saat melihat kak Marshal, kak Marshal langsung membawa ku ke pelukannya dan mengucapkan


"Maafin kakak, kakak gak bisa jagain papa, maaf" dan itulah aku menangis, kencang sekali sangat kencang.


"Hua.... Papa" tangisku


"Kamu bawa barang-barang kamu, terus kita pulang" ucap kak Marshal


Aku pergi, dan kembali dengan baju. Baju yang kubawa hanya sedikit.


⏳ Flashback end


Aku tak bisa lagi terdiam, sampai tiba-tiba handphone ku berdering, aku segera mengangkatnya. Itu Gilang


📞Gilang iblis


'ndah, Lo lagi dimana?'


Aku tak menjawabnya, sungguh demi apapun aku masih marah pada Gilang, sangat-sangat marah mungkin


'jawab gue ndah, gue minta maaf' nadanya begitu lirih membuatku terdiam, apakah ia benar-benar menyesal?


"Gue di rumah Aldi Lang, mau apa?" Akhirnya aku menjawabnya


'kenapa gak di rumah Lo aja?' tanyanya


"Kenapa? Mau marah lagi? Silahkan tapi gue pastiin Lo gak akan ketemu lagi sama gue"


'gak gitu ndah, gue cuman nanya, lagian gue lihat-lihat Aldi baik kok, gue gak akan marah, yang penting Lo gak papa, tadi siang...'


"Tadi siang?" Tanyaku "kok gak di lanjutin?"


'gak papa, yang penting Lo gak papa, ouh Iyah gue beli tiket basket dua, gue iseng doang sih, tapi berhubung gue lagi baik gue mau ngajak Lo' ucap Gilang di sebrang sana


What? Tiket basket? Sumpah demi apapun aku suka basket, tapi aku gengsi kalau menerimanya, apalagi aku kan lagi marah sama dia, tapi...

__ADS_1


'ndah? Lo dah tidur?'


"Eh? Bentar Lang, ntar aja gue jawabnya"


'gak bisa ndah, pertandingan nya besok, lagian gue tau Lo lagi sedih karena Tante Lo....'


"Lo tau darimana?" Perasaan aku tak memberitahunya, lalu kenapa dia bisa tau? Apakah kak Devan yang membocorkan? Ah serahlah


'sorry, sebenarnya gue ngikutin Lo ke Bandung, gue khawatir sama Lo ndah, dan gue harap dengan pertandingan basket ini Lo bisa senyum lagi, Lo ikut yah" suaranya lirih


Aku kaget, kenapa aku tak mengetahui Gilang mengikuti ku? Dia dimana? Namun aku cukup terharu dia mau menghibur ku.


"Ya udah, gue ikut, jemput gue ya" akhirnya aku menyetujui nya, setidaknya aku harus menghargai dia yang mau menghiburku


'ya udah night dah' dan sambungan pun selesai


Kulihat hpku, ada beberapa notifikasi dari Facebook ku. Dan itu dari Fadhel.


💌Fadhel_04


Indah


Lagi apa?


Mabar yuk


Ntar malem kita Mabar yuk


Aku temenin begadang deh


Dan yang terakhir membuatku terdiam, bullshit, dia bullshit jika merindukanku, dia memiliki kekasih yang ia sayangi, lalu untuk apa ia merindukanku? Tanpa berniat membalasnya aku segera membuka aplikasi music dan memutar lagu kenangan antara aku dan Fadhel, dia sering menyanyikan lagu itu jika sedang bersamaku, alunan nya membuatku menitikkan air mata mengingat kesakitan ku dulu saat bersamanya.


I'am on my way


I'm sorry but


Don't wanna talk


I need a moment before I go


It's nothing personal


I draw the blinds


They don't need to see me crying


Cause even if they understand


They don't understand


So then when I'm finished


I'm all 'bout my business

__ADS_1


And ready to save the world


I'm taking my misery


Making my *****


Can be everyone's favorite girl


So take aim and fire away


I've never been so wide awake


No, nobody but me can keep me safe


And I'm on my way


The blood moon is on horizon


Fire burning in my eyes


No, nobody but me can keep me safe


And I'm on my way


So take aim and fire away


I've never been so wide awake


No, nobody but me can keep me safe


And I'm on my way


The blood moon is on horizon


Fire burning in my eyes


No, nobody but me can keep me safe


And I'm on my way


So take aim and fire away


I've never been so wide awake


No, nobody but me can keep me safe


And I'm on my way


The blood moon is on horizon


Fire burning in my eyes


No, nobody but me can keep me safe

__ADS_1


And I'm on my way



__ADS_2