
Gilang melirik ke arah indah yang tengah melihat ke arah jendela, walau tak lagi meneteskan air mata, mungkin indah malu.
"Ndah, Lo gak papa kan?" Tanya Gilang
"Gue gak papa, ouh Iyah Lo kok tumben-tumbenan ngajak gue jalan" tanya indah
"Kok tumben sih, lusa kemaren kita kan juga jalan, udahlah lagian gue tuh pengen kita kek dulu lagi, waktu Lo TK" ucap Gilang
"Emang gue TK kayak gimana?" Tanya indah
"Lo tuh anak cewek yang beda dari yang lain, dulu Lo Dateng ke komplek gue pake acara nangis hahaha" Gilang tertawa mengejek indah dulu
"Ish, kok ngetawain njirrr nyebelin banget sih Lo" indah sinis
"Abisnya Lo tuh lucu, anak cewek yang lain mungkin nangis minta Barbie, minta boneka, minta masak-masakan, lah Lo malah nangis pengen robot hahahaha" lagi-lagi Gilang tertawa mengejek
"Iyakah? Masa dari kecil gue dah suka robot?" Tanya indah pada Gilang
"Serius!? Terus gue ngajak Lo main tapi Lo malah bilang gak punya robotnya, sumpah ekspresi Lo tuh lucu banget, pipi tembem, idung agak mancung, agak yah, terus bibir kecil. Ah Lo tuh lucu banget. Dulu Lo tuh berisi sekarang kok Lo jadi kurus sih, dulu Lo tuh gemesin pengen gue cip...." Gilang terdiam
"Cip....?" Tanya indah?
"Ciptain boneka kayak Lo gitu" Gilang membuang nafas lega
"Ouh, terus, kok gue gak inget sama Lo?" Tanya indah lagi
"Itu karena Lo yang makin lama makin jauh sama gue, gue ngajak Lo main Lo selalu bilang 'ndah mau main cama Evan'" Gilang mengikuti gaya bicara indah kecil yang membuat indah tertawa melihatnya " dan di situlah gue mulai nyari nyari perhatian sama Lo, gue selalu jailin Lo" ucap Gilang
Indah terdiam, lalu tersenyum "gue inget, Lo pasti jaya? " Tanya indah memastikan
"Hehe, inget nih sekarang?" Tanya Gilang
"Dih, apaan sih, lu tuh rival gue jadi jangan so akrab" ucap indah ketus
"Ndah, tapikan bisa kita mulai dari awal, sekarang gue Gilang bukan jaya" ucap Gilang
"Ya udah, tapi sifat Lo masih sama kayak jaya dulu, Lo masih ngeselin, dulu Lo selalu ganggu gue sama Evan, awas aja kalau sekarang Lo ganggu gue sama Aldi" ketus indah
"Serahlah yang jelas gue Gilang bukan jaya" ucap Gilang
Mobil pun melaju, sebentar lagi mereka sampai di rumah indah dan indah juga Gilang sudah tak berbicara bersama
***
Indah sudah berada di dalam rumahnya, sebelum turun Gilang memberinya sebuah kecupan singkat di dahinya membuat indah merona jika mengingat nya.
Sedangkan di dalam mobil yang melaju terdapat Gilang yang sedang menahan perasaan membuncahnya
"Kring...." Tiba-tiba ada suara dering ponsel yang mengalihkan perhatian Gilang. Gilang melihat handphone nya namun handphone nya biasa saja, tak berdering sama sekali, pandangan Gilang teralih pada handphone di bawah, 'Fadhel_04' di layar ponsel terdapat nama itu.
Gilang mengambilnya dan mengangkat panggilan itu.
📞Fadhel_04 calling Facebook
'ndah tadi aku mau ngomong sama kamu, malah di potong'
'maaf yah, tadi Aul emang agak curiga ke kita, tapi tenang aja, Aul gak marah kok, Aul maklum katanya temen sekelas emang harus akrab' oceh Fadhel di sebrang sana
"Ouh, terus mau gimana dong dhel?" Tanya Gilang dengan suara di buat-buat seperti cewek
__ADS_1
'ndah tenggorokan kamu gak papa? Kok suaranya beda'
"Iyah ini gue keselek biji salak"
'hey, ini indah kan? Indah mana? Kok suaranya beda?'
"Ini gue, Gilang, pacar indah, ngapain Lo nelpon indah?" Tanya Gilang kembali ke suaranya indah
'ngapain indah sama kamu? Indahnya mana?'
"Indah lagi tidur, capek katanya, gue juga lagi di sofa nih nungguin kesayangan gue bangun" ucap Gilang
'Kamu jangan macem-macem ke indah' ancam Fadhel di sana
"Gue? Macem-macem? Gak salah? Gue cuman nungguin indah bangun di sofa ruang keluarga, lah apa salahnya? Lagian gue kan cowok indah, gue pastiin seumur hidup sih" ucap Gilang lagi
'gak! Aku gak percaya! Bagaimanapun indah tuh cuman cinta sama aku, lagian indah juga tipe orang yang susah buat move on, jadi gak mungkin kalau kamu PACARNYA'
"So, kayaknya Lo gak nerima kenyataan? Lagian gue saranin Lo jauh-jauh deh dari indah, Lo juga udah punya cewek kan, ah siapa namanya? Ouh Iyah Aulia pacar Lo, jadi mending Lo jauh-jauh dari indah"
'apa hak kamu larang saya?' kini sudah emosi
"Hak gue? Karena gue cowoknya, besok mau nikah" ucap Gilang asal "Lo tau bahasa Inggrisnya bulan?" Tanya Gilang
'ya Taulah moon, emang apa? Pokoknya anda gak ada hak larang saya'
"Dan pintu is door, dan kalau di satuin artinya moondoor, mundur, paham Lo, dah Lo kalah telak, Lo mending mundur" ucap Gilang meremehkan Fadhel
'indah itu cewek pertama yang buat saya jatuh cinta di asrama, dan dia juga cewek terakhir yang buat saya jatuh cinta, jadi mohon anda menyingkir'
"Haha, sayangnya gue sama indah dah kenal dari kecil, indah cewek pertama yang buat jaya jatuh cinta, dan indah juga cewek pertama yang buat Gilang jatuh cinta, gue Gilang Wijaya menyatakan kalau indah ayu lestari adalah pacar gue, sekarang dan selamanya"
'anda!' geram Fadhel
Gilang memutar balik mobilnya padahal ia sudah sampai di depan pagar rumahnya, Gilang hanya mengukur waktu
'indah milik gue, sekarang dan selamanya, semua yang gue punya gak akan gue kasih ke siapa-siapa termasuk orang gila kayak Fadhel' geram Gilang
Tak lama mobil pun sampai, Gilang turun dengan ponsel indah di tangannya. Gilang lalu berjalan dan mengetuk pintu rumah indah serta menekan bel.
"Bentar ndah jalan dulu" teriak indah
Rasanya seperti Dejavu untuk Gilang, indah menggelung rambutnya hingga leher jenjangnya terlihat, kaus putih dan juga boxer abu diatas lutut. Indah terlihat begitu seksi, juga sendal capit swallow yang berwarna pink( bukan yang di warung-warung ) tapi swallow yang dipesan dari shoppe
"Lo teledor banget sih" setelah menahan begitu lama akhirnya Gilang memecahkan kegugupan diantara mereka berdua, Gilang memberikan handphone indah
"Ouh Iyah tadi Fadhel nelpon, dan sorry gue ngaku-ngaku jadi pacar Lo, gue gak mau liat Lo nangis cuman karena cowok itu"
Indah hanya mengangguk dan membuka handphone nya, ia memeriksa isinya, sedang kan Gilang saat ini tengah menatap bibir dan leher indah. Sangat cantik. Tanpa aba-aba Gilang langsung masuk dan mendorong indah masuk. Gilang menutup pintu. Sementara indah masih asyik menatap isi handphone nya.
"Ndah" suara Gilang kini sudah serak menahan hasrat.
"Apa Lang?" Indah melihat Gilang
Gilang tersenyum pada indah lalu tanpa aba-aba Gilang mencium lagi pipi indah, membuat indah terdiam.
"Gilang?!? Sial*n Lo! Gendeng! Sar*b! Ed*n! Gak ada akhlak! Gilak! Stress! Nyebelin!" Indah memegang pipinya terasa sangat panas, wajah indah sudah sangat merah menahan malu
"Gak papa yang penting pacar Lo" Gilang menaik turunkan alisnya menggoda indah
__ADS_1
"Apaan? Kita gak pacaran! Lagian tadi tuh emang dasarnya Lo aja yang pinter nipu adek gue, gue sih ogah pacaran sama Lo" ucap indah
Pletak! Gilang menyentil bibir manis indah membuat indah meringis lalu menatapnya kesal dengan mata menatap tajam ke Gilang
"Apaan? Lagian Lo tuh cewek, mulutnya gak bisa dijaga banget" kesal Gilang
"Lo tau gak? Kenapa gue gak suka sama Lo?" Tanya indah membuat Gilang menaikkan alisnya
"Karena lo NYEBELIN!" indah berteriak saat mengatakan nyebelin
"Ndah" ucap Gilang lagi
"Hm, bentar Lo gak mainin hp gue kan?" Tanya indah
"Coba cek? Emang gue hafal pola kunci hp Lo?" Tanya Gilang kesal
"Iyah juga sih, ouh Iyah Lo mau ngomong apa?" Tanya indah
"Kalau seandainya gue nembak Lo Lo bakal gimana?" Tanya Gilang
"Ya gue ngehindar lah, lagian Lo emang mau masuk penjara?" Tanya indah polos
"Aduh nih bocah, maksud gue tuh nyatain perasaan gue ke lo" Gilang menepuk jidatnya
"Ouh, gak tau, lagian gue belum bisa move on dari Fadhel, kecuali kalau orang itu bisa ngebuat gue lupa ke Fadhel" ucap indah
"Jadi kalau Lo bisa move on dari Fadhel ke gue Lo bakalan nerima gue dong?" Tanya Gilang
"Iyah" jawab indah "itupun kalau Lo sanggup hahaha" jawab indah meledek lalu tertawa
"Gue sanggup, Lo tunggu aja ya, pokoknya Lo harus sama gue, sekarang dan selamanya" ucap Gilang lalu Gilang tersenyum pada indah
"Gue sayang sama Lo ndah, cup" Gilang mencium bibir indah namun hanya sebuah kecupan sehingga membuat indah melotot tak percaya
"Gilang?! Lo sarab! Gue gak mau deket-deket Lo, mesum, nyebelin, mencari kesempatan dalam kesempitan, gila, first kiss gue Lo ambil, padahal niat gue buat cowok gue nanti" ucap indah marah
"Kan cowok Lo nanti gue, eh enggak bukan cowok tapi cs lo" ucap Gilang
"Tau ah nyebelin Lo! Sana pulang" kesal indah
"Yaudah bye cabi, gue balik yah, jangan kangen" ucap Gilang
"Cabi- cabi Lo pikir gue bakpao apa?" Kesal indah
"Iyalah kan cs gue, calon suami, lah lu kan cabi, calon bini" lalu indah pun masuk ke dalam mobil dan segera melajukan mobilnya meninggalkan indah dengan segala sumpah serapahnya
"Kau mengajarkanku mengenal cinta
Menguatkan aku terus melangkah
Tak ingin kau tersakiti coba tuk selalu ada
Tetap bertahan terus menjagamu...."
*PS. Author lagi denger lagu ini soalnya 🤣
Jangan lupa like dan komen yah
Votenya juga deh, tapi author gak akan maksa, buat yang baik dan mau aja
__ADS_1
Author kasih salah satu koleksi foto wibu author