
"Cepat bawa sahabat saya" ucap Aldi pada petugas klinik
Aku segera di bawa ke sebuah ruangan, lalu satu dokter mulai mengobati ku, rasanya memang sakit, namun tak sesakit apa yang baru saja aku lihat. Kaki ku di perban, dan saat telah selesai aku baru menyadari jika kakiku di perban.
"Gimana dah?" Tanya Aldi padaku
"Di, kita pulang?" Tanyaku balik
"Bentar, gue mau bayar dulu, Lo tunggu di situ" ucap Aldi menuntunku lalu menyuruhku duduk di sebuah kursi tunggu
"Kata dokter tadi apa?" Tanya Aldi yang sudah selesai dan kemudian duduk di samping ku
"Gak tau, gue gak denger" cuek ku
"Astaghfirullah ndah, Lo tuh, bentar gue nanyain dulu" ucap Aldi bangkit lagi
Aku terdiam, aku melihat ke sekeliling, hanya aku dan Aldi yang tak memakai masker, ku lihat lagi ada seorang anak kecil yang lumayan pucat, dengan memakai celana tidur dan jaket merah biru tengah berlari menghampiri mamanya, mamanya anak itu menggendong sang anak lalu muncullah papanya, papanya juga begitu hangat. Aku iri melihatnya, dulu orang tuaku malah berpisah, walaupun mama dan papa dulu satu rumah, tapi mereka beda kamar karena sudah bercerai, mereka juga jika aku lihat lihat berbincang hanya ketika bertengkar saja, lagipula papa jarang pulang ke rumah. Aku iri pada anak itu
"Ndah!" Panggil Aldi
Aku melihat ke arah Aldi lalu tersenyum, Aldi lalu membantuku berdiri dan kemudian menggendong ku di punggung nya karena aku tak memakai sandal. Kami pulang memakai Ojol karena sudah ku katakan tadi jika Aldi tak membawa mobil.
"Lo kenapa bisa kaya gini?" Tanya Aldi
"Gue gak ati-ati" jawabku
"Kebiasaan jelek Lo itu, makannya kalau Lo jalan tuh liat-liat, bisa gak sehari aja cuek Lo itu buang dulu, terlalu cuek kadang bisa nyelakain diri sendiri juga dah, lagian Lo juga gak pake sendal, gimana gak celaka coba, harus...." Aldi terus nyerocos sehingga aku dibuat kesal olehnya
Aku menutup mulutnya dengan tangan kanan ku, dia pun berhenti mengoceh lalu menatapku tajam, ku balas tatapan tajam nya itu, aku benar-benar tak habis pikir padanya.
"Apa?!? Marah-marah terus! Gak capek Lo? Udah ah, lagian gue emang lagi uji nyali aja" jawabku asal
"Ya udah, hari ini Lo gak boleh-"
"Gue harus tetep ujian, lagian yang luka tuh kaki gue bukan tangan gue, jadi jangan ngelarang gue buat sekolah" ucap ku
"Hm..." Dan akhirnya aku menang
__ADS_1
Tak lama akhirnya kita sampai, Aldi membantuku masuk ke dalam rumah, lalu Aldi juga membantuku duduk di ruang keluarga.
"Lo istirahat dulu, biar gue ambilin hp Lo" ucap Aldi
Aku kemudian mengangguk mengiyakan. Dan Aldi pun mengambil kan handphone ku, tak lama Aldi pun kembali, dia duduk di samping ku. Aku mengambil handphone ku dan kemudian mengisi absensi. Aldi hanya terdiam, suasana seketika menjadi hening, aku melihat ke arahnya lalu menaik turun kan alis ku, Aldi yang melihat itu hanya mengerutkan keningnya. Aku pun menggeleng.
"Ya udah, kalau gitu gue pamit yah, jangan sampe Lo kenapa-napa, inget Lo harus banyak diem, kalau mau naik ke atas minta bantuan bibi" ucap nya lalu berdiri
Aku hanya mengangguk sebagai balasan, Aldi pun pergi keluar rumah, terlihat bagaimana Aldi begitu khawatir nya dengan ku, dia tetap sahabatku, sahabat posesif ku.
Ting!¡!
💌Gilang
Knp baru absen?
💌.
GPP
💌Gilang
💌.
G
💌Gilang
Gue k rmh Lo y
💌.
Jgn
Gawat kalau dia tahu aku sakit, nanti dia akan bilang ke mama dan mama pasti akan memarahiku karena tidak hati-hati, pokoknya dia jangan sampai tahu.
💌Gilang
__ADS_1
Knp
💌.
GPP
💌Gilang
Vc
💌.
👍
Akhirnya Gilang pun menelpon ku dan aku pun menjawab panggilan nya. Aku melihat dia yang begitu segar sedang kan aku sendiri, aku masih acak-acakan. Gilang menepuk jidatnya sendiri
"Dah gede masih ajj susah mandi"
"Bodeng" jawabku
"Kenapa dah Lo? Coba liat baju yang Lo pake, berdiri!" Titahnya
Aku hanya terdiam sambil menatapnya kesal, ini yang aku tak suka, dia suka sekali kepo.
"Cepatlah ndah"
"Gak mau lang, gue males berdiri"
"Dahlah, dah sarapan belum? Gue bawain bubur ke sana ya" ucap Gilang
"Gak usah, gue udah sarapan sama Aldi" cegah ku cepat
"Lo kenapa sih? Kayanya menghindari gue?"
"B aja udah ah, gue mau ngisi ujian" jawabku langsung mematikan panggilan itu.
Aku tak mau Gilang tau hal ini, selain mengadu ke mama ku, Gilang juga pasti akan berat jika melihat ku seperti ini, dia pasti akan semakin berat untuk meninggalkan ku. Walaupun aku juga tak mau dia pergi, namun aku tak mau menahannya di sini, dia harus pergi, setidaknya untuk orang tuanya
__ADS_1