Broken Heart

Broken Heart
57


__ADS_3

Pagi ini Arga sudah menungguku di depan rumah, kita akan pergi bersama. Aku buru-buru karena bagaimanapun aku tak suka jika merepotkan orang lain.


"Nih a-" Arga menyuapiku sandwich


"Bhiar ghue shengiri ajga" Arga melihatku bingung


"Biar gue sendiri aja" akhirnya mulutku bisa berbicara juga


"Biar gue suapin"


"Bimbingan ketua OSIS kapan?" Tanyaku


"Mulai Minggu ini, gue di suruh ngambil 2 sampai 3 siswa, buat yang bantu kampanye gue" ucapnya


"Udah ada?" Tanyaku lalu memakan suapan terakhir yang diberikan Arga


"Ada, Lo sama Aldi aja deh" aku terbatuk mendengar nya


WTF, aku? Aku jadi partner nya nih cowok, tentang OSIS lagi? Gak mau! Ribet!


"Nih minum, makannya jangan buru-buru" ucap Arga


Aku langsung meminum air itu, kaget sekali saya, andai saja dia Gilang sudah ku baku hantam. Sayangnya dia bukan Gilang, ah Gilang lagi.


"Kagak mau, gue anti sama kegiatan kek gitu" ucapku


"Ayolah, Lo kan baik" ucapnya


"Gak mau Arga" kesalku


"Yah padahal gue pengen dekat terus sama Lo" ucapnya lirih


"Hah?"


"Enggak" ucapnya


"Gimana belajar motornya?" Tanya Arga


"Udah bisa, tapi gue mau belajar motor tinggi" ucapku


"Biar apa?" Tanyanya


"Swag" jawabku


Arga tertawa lalu kita berdua naik ke atas motor dan melaju menuju sekolah. Ah, kepalaku sakit. Lagi, anehnya lagi dan lagi ini terjadi.


Aku dan semua siswa di kumpulkan di lapangan. Kata Amel sih hari ini adalah pengumuman siapa saja calon-calon ketua OSIS.


"Siapa ya?" Tanya Amel padaku


Aku hanya menggedikkan bahu acuh, kemudian kepala sekolah mulai maju ke depan. Amel terus saja menyenggol-nyenggol tanganku. Aku melihat pada Amel.


"Arga liatin Lo terus" aku yang mendapat ucapan seperti itu otomatis langsung mencari Arga dimana


Dan benar saja, cowok tengil itu sedang bersama teman-temannya, yang ku ingat adalah Aldi, dan Talia, ah bukan maksudku awan. Dia tersenyum padaku lalu melambaikan tangannya. Aku hanya mendelik kesal.


"Baiklah, untuk calon ketua OSIS ke satu, adalah Fina dari IPA 3, ayo maju, siapa yang menjadi partner mu?" Lalu Fina diwawancarai, ternyata partner Fina ada Wisnu dan vidya. Entahlah yang aku tangkap dari ucapannya adalah itu.


"Lalu calon ke dua, Arga!" Arga segera maju, aku melotot padanya, tak mau jika seandainya dia menyebut nama Ku.


"Siapa yang akan menjadi partner mu?" Tanya kepala sekolah


"Aldi, awan dan indah" ucap Arga


Kan benar, hufft, menyebalkan sekali. Setelah selesai memperkenalkan diri Arga segera turun dengan wajah tengilnya, aku mendengus kesal, sedangkan Amel menggoda ku sedari tadi.


"Dan calon ketua OSIS ke tiga-" ucapannya terjeda


Ah pasti aku tak akan mengenalnya sampai kemudian deg...


"Gilang, ayo maju"


Ah tak mungkin dia Gilang temanku. Mungkin hanya sama nama saja. Aku yakin dia bukanlah Gilang Wijaya. Arga melirik padaku, aku melihat padanya.


Sampai kemudian hal yang tak ku duga benar-benar terjadi, Gilang! Dia maju ke depan, dengan dua cowok yang aku lupa lagi namanya. Tapi aku tau kalau keduanya adalah teman Arga juga.


Gilang melihat ke arah ku, dia melambaikan tangannya, membuat para siswi berteriak histeris, ah pesona Gilang memang sudah ada dari awal aku mengenalnya.


"Yang menjadi partner saya, Asep, Toni dan Sisil, tapi berhubung Sisil sudah keluar jadi hanya Asep dan Toni"


Sisil? Gilang mengenal yang bernama Sisil. Siapa sebenarnya Sisil, aku seperti tak asing dengan nama nya, ah, kepalaku sakit, Sisil, rasanya Risa juga pernah mengatakan nama itu, apa Sisil adalah pacar Gilang yang tengah hamil itu? Oh ternyata Gilang memang benar-benar melupakan ku.


Setelah selesai Gilang segera turun, dia melirik ke arahku, aku berusaha untuk berpura-pura tak mengenalnya. Aku juga tahu jika Arga melirik ke arahku.


"Kayaknya Gilang kenal sama Lo deh" ucap Amel padaku


"Gue gak kenal" ucapku tegas


Amel hanya cekikikan. Aku kenapa harus bertemu dengannya di sini, Jakarta begitu luas, namun kenapa kita malah satu sekolah? Astaga! Aku tak habis pikir.


Setelah selesai semua siswa di bubarkan karena akan ada sebuah rapat guru, karena aku malas pulang akhirnya aku pergi ke kantin dengan Amel di sampingku.


"Indah" Risa mendekat


Aku hanya tersenyum menyapanya "gue gabung ya"


Akhirnya kita bertiga pergi ke kantin, Risa dan Amel memesan makanan, sedangkan aku menunggu di satu meja. Risa membawa banyak makanan. Dan anehnya makanan yang tidak ada di kantin juga ada di tangannya.


"Nih buat Lo" ucap Risa padaku


"Dari siapa?" Tanyaku


"Secret admirer" ucap Risa dan amel kemudian keduanya cekikikan.


Aku hanya terdiam, lalu aku memakan makanan pesanan ku, makanan yang di bawa Risa aku biarkan, takut-takut ada yang memeletku.


"Loh kok gak di ambil sih makanannya? Kan ini makanan favorit Lo, lagian gak ada peletnya kok" ucap Risa


"Hm, kalau mau ambil aja" jawabku lalu berdiri


Deg! Baru saja aku melangkah untuk keluar dari kantin, seseorang tengah menatapku dengan tatapan mata yang tajam di pintu kantin. Dia Gilang.


"Minggir! Babang ganteng mau lewat" Arga masuk dan sedikit menyenggol Gilang


"Ga" aku segera mendekat kepada Arga


"Mau balik?" Tanya Arga menyelipkan rambutku ke belakang telinga


"Iya" jawabku bergetar, aku takut pada Gilang ketika dia sudah menatap seperti itu


Gilang memegang pergelangan tanganku, aku semakin mencengkram lengan Arga, sumpah aku takut, demi apapun


Arga yang melihat ku mencengkeram erat tangannya segera menepis tangan Gilang. Dia menatap tajam Gilang, Arga juga menarikku ke belakangnya.


"Jangan sentuh indah, Lo buat indah ketakutan" tegas Arga lalu menarikku keluar dari kantin


Ku lihat Gilang sekilas, Gilang menatap kepergian ku dengan mata sendu. "Maaf Lang, gue takut, gue gak mau Deket sama cowok brengsek kaya Lo"

__ADS_1


"Udah, sekarang naik ke motor, kita pulang" ucap Arga memakaikan helm padaku


Arga menaiki motornya di susul dengan ku. Arga menarik tanganku agar memeluknya. Ah tadinya aku mau protes padanya mengenai partner kegiatan OSIS itu, malah jadi diam seperti ini.


"Kita ke tempat mana dulu?" Tanya Arga


"Pulang langsung" jawabku


Arga kemudian melajukan motornya ke sebuah tempat yang aku ingat bahwa sungai indah ini adalah tempat penangkaran buaya saat itu. Ah bukan penangkaran, namun banyak buaya.


"Kenapa ke sini?" Tanyaku


"Semenjak kejadian itu, buaya-buaya itu di tangkap, di bawa ke tempat penangkaran" ucap Arga


"Oh jadi?" Tanyaku


"Sekarang udah aman" ucap Arga menarikku ke sana.


"Tahu gak, buaya itu salah satu hewan paling setia sama pasangannya" ucap Arga


Aku hanya mendengarkan saja ucapannya, Arga menjelaskan kalau buaya jika sudah menentukan pilihannya, maka itulah satu-satunya pasangannya sampai ia mati. Sangat setia. Namun karena hobinya melahap apa yang ada di hadapannya, maka buaya di jadikan istilah para cowok playboy yang suka melahap para wanita yang ada di hadapannya.


***


Baru saja aku menghempaskan tubuhku di kasur ku karena selesai mandi, aku memakai baju merah dengan tulisan "urang Bandung" lalu di padu dengan celana kulot hitam.


Ting!¡!


Sebuah notifikasi masuk, aku masuk ke dalam sebuah grup. Grup alumni asrama rupanya. Awalnya aku tak tertarik pada perbincangan mereka sampai akhirnya aku gabut dan mulai koar.


💌0812********


Hi


P


Siapa ini? Tapi dari PP nya, dia Fadhel. Apakah dia Fadhel yang saat ini masih bertahta di hatiku? Tapi darimana dia tau nomor ku, ah kurasa dia bukan Fadhel. Mungkin Gilang yang menyamar karena ingin aku dekat lagi dengan nya.


💌.


?


💌Gilang


What are you doing?


💌.


Baring ajj


Aku menamainya dengan nama Gilang karena ku pikir dia benar Gilang. Jadi no problem.


💌Gilang


Gimana kabar kamu?


💌.


👍


💌Gilang


Kenapa sih kamu kek takut sama aku


💌.


😅


💌Gilang


Sv Fadhel


Shit dia Fadhel, ternyata benar, dia Fadhel. Kenapa harus Fadhel? Ah pertahanan untuk cepat-cepat move on rasanya langsung buyar. Aku kembali tak bisa move on.


💌Gilang


Send a picture


Aku terdiam, melihat fotonya dengan kekasihnya. Ah sangat menyakitkan, kenapa? Kenapa harus foto ini yang dia kirim? Tapi ya sudahlah.


💌Fadhel


Percaya?


💌.


Y


💌Fadhel


Vc


💌.


Males, besok ajj


Fadhel seperti nya tak menyerah, dia mengajakku melakukan video call. Akhirnya aku menyerah. Aku pun video call dengan nya. Terlihatlah wajahnya, ah wajah yang begitu ku rindukan. Jantungku tak bisa ku kendalikan. Dia benar-benar mampu membuatku lupa pada kesehatan jantungku sendiri.


"Kenapa diem terus?" Tanyanya


"Eh, gak papa" aku terdiam


"Don't go tonight


Stay here one more time


Remind me what its like


And let's fall on love one more time


I need you by my side" aku bernyanyi


Karena aku juga ingin melatih suaraku, sebentar lagi praktek menyanyi bahasa Inggris, dan aku dengan kelompok ku kebagian lagu love is gone. Fadhel tertawa, ah suaraku memang fals.


"Cie nyanyi"


Aku tersipu mendengarnya, namun aku mampu menyembunyikan ekspresiku


Aku baru saja selesai video call dengan Fadhel, namun terputus karena sinyal Fadhel yang jelek. Namun aku puas, walaupun sudah malam dan gelap, yah kamarku gelap, namun aku masih bisa melihat padanya. Seandainya bang Marshal ada, pasti dia akan bertanya


"Siapa dia? Kenal darimana? Ada hubungan apa? Baik gak? Dimana rumahnya? Masih sekolah gak? Anaknya kaya gimana? Good attitude gak? Dll"


Ting!¡!


💌Fadhel


Belum ngantuk?

__ADS_1


💌.


Blm, gak bisa tidur


💌Fadhel


Knp


💌.


Sakit


💌Fadhel


Knp?


💌.


Sakit perut


Ya aku memang sedang sakit perut, mungkin akan datang bulan.


💌Fadhel


Sama ku temenin


💌.


Kalau lu gx ngantuk sih ya gpp


💌Fadhel


Aku ke sana


D kmr sendirian?


💌.


Dih kalau berani sini


Iyh alone


💌Fadhel


Gelap di kamar


💌.


Dimatiin lampu nya


💌Fadhel


K luar dong


Ngomong-ngomong main yuk


💌.


Jauh ah, males keluar rumah


Lagian nanti pacar lu marah


Gw g mau di labrak


💌Fadhel


Kan banyak gx akn berdua doang


Yok


💌.


Gw msh sakit


💌Fadhel


Iyh gerakin indah


💌.


Kan d rmh jg gw sering nyuci piring, sama ajj gerak kan


💌Fadhel


Keluar rumah, semedi Mulu


💌.


Males


Dan begitulah, semuanya terasa begitu indah, tiga kali kami melakukan video call dalam semalam, sampai kemudian Fadhel memanggilku dalam chat


💌Fadhel


Indh


💌.


Y


💌Fadhel


Ak ngantuk


💌.


Ok, night


💌Fadhel


Night too


Km jg tdr


💌.


G ngantuk


💌Fadhel


Paksain


💌.


Ok, gw usahain


Lalu kemudian dia off, jam sudah menunjukan pukul setengah dua, akhirnya aku memejamkan mataku, rasanya bahagia sekali. Aku bahagia karena Fadhel.

__ADS_1


"Makasih dhel, gue bahagia hari ini" ucapku lalu kemudian aku menyusul Fadhel ke alam mimpi nya


__ADS_2