
Secepat itukah? Tadi, aku kembali bertemu dengan Gilang, dia benar-benar berubah, setiap aku melihat nya, kenapa harus sesakit ini, dia benar-benar melupakan ku, dan aku tak menyangka bahwa Gilang se bejad itu, dia menghamili gadis itu, kenapa? Sejak kapan? Rasanya benar-benar menyakitkan, Gilang yang ku percaya kini berubah, kini aku tak percaya lagi padanya.
"Dek, udah makan belum? Abang bawa ayam geprek nih" teriak bang Marshal
Aku bergegas keluar dari kamarku, menetralkan wajahku dan kemudian menghampiri bang Marshal.
"Mau dong bang" ucapku
"Sini!" Abang ku itu menepuk tempat di sampingnya
Aku duduk dan mulai menyomot ayam geprek itu. Abangku juga sama, namun Abang makan spaghetti.
"Tadi Abang ketemu Gilang, dia minta no hp kamu, terus dia juga nanyain tempat tinggal kita" ucap bang Marshal membuat aku seketika tersedak
"Ati-ati makannya" ucap bang Marshal memberiku minum
"Te-terus reaksi Abang gimana?" Tanyaku
"Ya Abang kasih aja"
Lagi-lagi aku tersedak, bang Marshal memberiku minum lagi, dia menepuk pundak ku pelan. Aku kemudian mulai tenang, bagaimana ini?
Bang Marshal menarik ayam geprek ku, lalu ia menyimpan roti di hadapanku.
"Makan itu aja, Abang gak tega kamu kepedesan"
Ah, Abang ku ini salah paham, padahal aku hanya kaget karena ucapannya itu. "Ah gak mau, indah janji gak akan kesedek lagi" ucapku
"Ya udah" akhirnya bang Marshal memberikan lagi ayam geprek ku
"Bang, kalau Gilang ke sini, Abang jangan bilang indah ada ya, bilang aja indah lagi pergi sama Arga" ucapku
"Lah kok gitu?"
"Ayolah bang" rengekku
"Ya udah, tapi kalau penting kamu harus keluar"
"Gak mau, Abang mah, indah tuh gak mau ketemu Gilang" ucapku kesal dan langsung meneguk sprite yang langsung membuat tenggorokan ku sakit.
"Abang mah gak bilang ini sprite"
Abangku tertawa, aku segera minum air putih. Kesal sekali punya Abang seperti nya. Abangku menepuk-nepuk kepalaku.
"Ya udah Iyah, tapi kamu harus beneran pergi sama Arga, oke?"
Aku mengangguk
Aku masuk ke dalam kamar mandi, masuk ke dalam bathtub dan merilekskan tubuh ku. Lelah sekali setelah beli buku tadi. Aku mengambil handphone ku di samping bathub.
__ADS_1
💌088103040502
P
Sv Gilang ganteng
Aku hanya membacanya saja lalu men save no nya, tak ada niatan untuk membalas. Aku terlalu kecewa padanya.
"Hufft, kenapa harus datang saat ini sih?" Kesalku
Ting!¡!
💌Gilang
Kok gx d jwb
Indah
Lagi-lagi aku membiarkannya sampai kemudian terdengar nada dering telepon ku, aku tak mau mengangkat telponnya. Bayangan saat di motor tadi begitu jelas. Gadis tadi, besok aku mulai masuk ke dalam sekolah. Aku ingin segera masuk. Untungnya tadi aku sudah memesan masker transparan di tokped. Walaupun Arga tadi memberikanku masker kain, namun aku ingin mencoba masker yang berbeda.
Tak lama akhirnya aku selesai, aku segera memakai piyama ku, lalu berganti baju dengan baju tidur bergambar Doraemon.
💌Gilang
Gw depan rumah Lo
Aku menghela nafas kesal, aku membiarkan chatnya. Intinya aku harus pergi dulu. Aku keluar lewat jendela dan bersembunyi di belakang rumah.
💌.
💌Arga
Gabut, aoghey tuan putri gw otw
Akhirnya tapi tunggu bagaimana kalau Arga lewat depan rumah, ah tak boleh segera ku kirim pesan kepada Arga lagi.
💌.
Ke belakang rumah, di depan ada Gilang
💌Arga
Ok
Aku menunggu cukup lama, sampai kemudian Arga datang, aku segera pergi ke mengikuti nya.
"Buru-buru banget ya, gue jadi berasa main sama bocil" ucap Arga
"Emang kenapa?" Tanyaku heran
__ADS_1
Arga tertawa "Lo pake baju tidur gambar Doraemon, mana bau bubble gum lagi, Lo juga pake minyak telon kan? Pasti belum sempet pake bedak bayi?" Ledeknya
"Dih nyebelin" kesalku
"Lagian emang kenapa kalau ada Gilang?" Tanya Arga
"Gak papa sih, cuman males aja hehe"
Arga semakin melaju kan motor nya, aku memeluknya, dingin sekali. Baju tidurku pendek jadi aku kedinginan. Arga menepikan motornya dan membawaku ke taman. Ternyata ada beberapa orang di sini.
"enak gak?" Tanya Arga
Aku mengangguk sampai kemudian Arga mengusap pipiku, apa secabi itu kah aku? Kenapa semuanya sangat suka pada pipiku? Abangku suka sekali mencubit pipi dan hidung ku, Gilang juga, ah kenapa harus Gilang lagi?
"Liat deh ke sana!" Titah Gilang
"Gak mau, gak ada apa-apa" ucapku sambil memakan eskrim
"Itu bintang jatuh" aku segera melihatnya ke atas
Dan piw... Pipiku di cubit olehnya. Dipegangnya terus pipiku. Aku menatapnya kesal sedang kan Gilang tertawa karena mengerjaiku.
"Haha, abisnya kalau makan eskrim tuh pipinya di kondisikan, gemesin banget sih cewek gue" Gilang memainkan pipiku layaknya squishy(gimana sih nulisnya ðŸ˜)
Kan, aku jadi mengenang lagi Gilang. Aku melihat Arga tengah menatapku, kenapa? Aku segera melihat handphone ku, aku berkaca dan tidak belepotan aromanis, lalu kenapa
"Lo mikirin apa?" Tanyanya
"Emang kenapa?"
"Udah beberapa kali lho, Lo itu ngelamun"
"Eh maaf, gue cuman kangen papa aja" jawabku bohong
Arga percaya dan kemudian kembali memakan aromanis itu, andai saja Gilang tak se brengsek itu, mungkin saat ini aku tengah manja manja padanya di ruang tamu.
"Besok pergi sama siapa?" Tanya Arga
"Gue, sama bang Marshal" ucapku
"Oh, gue tunggu depan parkiran ya"
Aku hormat padanya, Arga tertawa lalu mencubit pipiku lagi. Arga tertawa setelahnya. Kesal sekali, pipiku lama-lama akan merah. Aku kembali mengaca di handphone, dan benar saja merah.
"Haha, blush on alami"
"Bentar" Arga mendapat telpon lalu mengangkatnya, dia sedikit menjauh dariku
Setelah selesai dia mengajakku pulang, ternyata yang menelpon Arga itu bang Marshal. Aku dan Arga segera pulang. Sebelumya Arga memberikan jaketnya padaku, ah aku jadi inget momen bersama Gilang lagi.
__ADS_1
"Nih Lo pake, nanti kedinginan, sakit, siapa dong yang nyemangatin gue?" Ucap Gilang
Aku mengambilnya lalu memakainya, Gilang memang pemaksa. Ah lagi-lagi aku memikirkan Gilang, kenapa pula lah, padahal aku kan tak menyukainya, menyebalkan sekali