Broken Heart

Broken Heart
22


__ADS_3

Sekarang hari Jum'at, dan hari ini Gilang sudah siap di depan cerminnya, dia melihat-lihat wajahnya takut-takut ada belek di matanya, yah setelah selesai tugas Gilang langsung bersiap untuk pergi bersama sang pujaan hati yang belum jelas statusnya


"Mata bersih, hidung bersih, gigi....i....bersih juga" Gilang nyengir lalu melihat ke giginya "telinga gue juga bersih" Gilang melihat telinga nya lewat cermin karena ia tak bisa melihat langsung, matanya susah untuk melihat ke telinga "rambut gue dah wangi, eh gue lupa pake Pomade" Gilang langsung memakai pomade itu "kuku juga bersih" Gilang melihat kuku-kuku nya


"Gue dah siap" lalu Gilang membawa kunci mobilnya dan turun ke bawah


***


Sementara di sebuah rumah indah tengah bercermin di depan meja riasnya. Ia memakai sebuah cream dan liptin dia juga memakai bedak sedikit


Setelahnya ia turun ke bawah, bergabung dengan sahabatnya yang tengah menonton, oh Iyah mereka sudah berada di rumah indah. Indah lalu duduk ke samping Aldi


"Di, hari ini gue diajak nonton basket, lu gak papa kan gue tinggal?" Tanya indah


"Sama siapa?" Tanya Aldi


"Sama Gilang" ucap indah


"Katanya gak suka, tapi diajak nonton mau?" Ledek Aldi


"Ih kan lu tau gue suka basket, ngerti dong ah" indah mengerucut kan bibirnya


Belum sempat Aldi menjawab tiba-tiba suara bel berbunyi, indah berdiri dan membuka pintu, terlihat Gilang tersenyum padanya manis sekali.


"Hai" sapanya


"Hai juga?"


"Siapa ndah?" Aldi menghampiri indah, seandainya indah sudah luluh mungkin ia akan menghabisi Aldi sekarang juga, karena Aldi berani mendekati gadisnya


"Ini Gilang, Gilang ini Aldi" indah memperkenalkan keduanya dan sorot mata keduanya menandakan permusuhan namun indah tak menyadarinya


"Ouh ketemu lagi" sapa Aldi


"Iyah, mana adek Lo?" Tanya Gilang sinis


"Di rumahlah, kan gw mau BERDUAAN sama indah" jawab Aldi menekankan kata berduaan


Gilang harus menahan amarahnya demi membuat indah luluh dan mau bersamanya. Gilang tak mau jika indah kecewa lagi padanya apalagi sampai benci, ia akan sangat membenci dirinya sendiri jika indah benar-benar membencinya


"Ya udah di gue sama Gilang pergi dulu yah" indah pamit pada Aldi


"Ya udah ati-ati, jagain indah" ucap Aldi dengan mengecup dahi indah sekali


Indah terdiam, tak biasanya Aldi seperti ini, namun indah tak mempermasalahkan nya, sedangkan Gilang tengah menahan emosinya agar tetap biasa di depan indah.


"Yuk lang" indah menarik gilang dan memasuki mobil Gilang


Selama perjalanan Gilang banyak diam, dan indah pun diam karena ia tak terbiasa memulai percakapan. Mungkin beda halnya jika secara online, di sosmed ia sangat cerewet namun ketika di dunia nyata dia sangat dingin dan antisosial


"Dah nyampe yuk keluar" ajak Gilang


"Lu kenapa?" Tanya indah pada Gilang


"Kenapa apanya?" Tanya Gilang


"Kok tiba-tiba jadi dingin gini?" Tanya indah lagi


"Gue gak papa indah cantik, udah yah yuk kita nonton basket, gue dah pengen buru-buru" Gilang menangkup kedua pipi indah dengan tangannya


"Yok" indah antusias lalu berlari riang ke sebuah lapangan


"Dasar bocil" Gilang tersenyum melihat indah yang sudah bisa lagi tersenyum


Setelahnya Gilang pun mengikuti indah masuk ke dalam lapangan, setelah selesai pertandingan waktu menunjukan jam 11, indah dan Gilang menepi di sebuah masjid. Kebetulan indah sedang halangan jadi tak bisa mengikuti shalat. Sedangkan Gilang sudah membersihkan diri di kamar mandi masjid dan mengganti pakaiannya dengan kaus dan celana yang di siapkan, pasalnya ia tahu akan seperti ini.


Setelah pukul 11.50 WIB Gilang pun mengikuti jum'atan dan indah menunggu di luar dengan memainkan ponselnya. Indah sesekali melihat ke jalan, masih ramai mobil yang lalu lalang, apakah mereka tak shalat? Ntahlah indah juga tak tau


Indah membuka FB nya


💌Fadhel_04


Indah kejam sekarang


Chat ku cuman di read


Hati Abang sakit neng


Ndah ntar beres jumatan kamu ke asrama yah, aku pengen ketemu kamu


💌Zakyra


G bs


Gw lg sm gilang


Kecuali kalau gw sama Gilang k sana nya


Tak ada jawaban, ah Fadhel juga pasti sedang jumatan. Hari ini begitu panas membuat indah kepanasan. Indah pergi ke toilet dan membersihkan wajahnya yang terasa panas. Kemudian indah membenarkan liptin nya, jika cream dan bedak indah tak memakainya karena pada dasarnya indah selalu cantik walau tanpa makeup


Tak terasa jum'atan pun selesai, Gilang duduk di samping indah. Tersenyum pada indah lalu Gilang bertanya


"Sekarang mau ke mall?" Tanya Gilang


Indah terdiam lalu melihat ke Gilang dan menggelengkan kepalanya


"Kita ke asrama gue yuk, gue di suruh ke sana sama Fadhel" ucap indah membuat Gilang terdiam. Fadhel? Siapa Fadhel? Apa hubungannya indah sama dia? Kenapa indah mau di suruh ke sana? Atau Fadhel tuh kepsek asrama nya? Tapi kalau kepsek indah gak sopan dong manggil nama? Begitulah Gilang bertanya-tanya di hatinya


"Lang? Woh kok ngelamun" tanya indah membuat Gilang gugup

__ADS_1


"Ya udah ayok, asal Lo bahagia gue juga bahagia" jawab Gilang dengan kata terakhirnya dia pelankan


***


Indah dan Gilang kini sudah ada di depan gapura asrama dan indah juga Gilang masuk dengan mobil Gilang pula. Mereka turun ketika sudah di parkiran asrama.


"Indah! Kak indah! Ngapain si indah ke sini? Ngapain kak indah ke sini? Sama cowok pula! Ih cowoknya ganteng" Begitulah krasak krusuk di asrama


Indah terdiam lalu menghela nafas, indah masuk ke ruang guru dan menyapa para guru terlebih dahulu sekalian izin untuk berkunjung dan di beri izin


"Kak indah?!?" Decstar datang dan langsung memeluk indah. Tubuh decstar sekarang sudah sedikit tinggi dan hampir sampai ke hidung indah, walaupun tak sampai setinggi Gilang, karena Gilang sangat tinggi.


Gilang yang melihat indah di peluk decstar naik pitam, wajahnya sudah sangat merah menahan marah, indah melirik ke Gilang dan memelototi nya membuat Gilang ciut seketika dan membiarkan indah dipeluk lelaki lain walaupun hatinya begitu panas.


"Udahan Napa meluknya, gak sadar apa di sini ada gue" sindir Gilang membuat decstar melepas pelukannya


"Dia siapa kak? Kakak ipar decstar?" Tanya decstar lugu


Gilang yang mendengarnya terdiam, dia baru menyadari jika decstar memanggil indah kakak dan itu berarti decstar adiknya.


"Hus kamu ini kak indah kan masih s-" belum selesai indah berucap Gilang sudah memotong


"Iyah gue bentar lagi jadi Abang ipar Lo, minta doanya ya calon adek ipar" kini Gilang tersenyum pada decstar sedangkan indah lagi-lagi memelototi Gilang


"Kak indah!" Suara dua orang kembali hadir itu adalah Salma dan Rahayu


"Eh kalian, sini" sapa indah


Kedua adik indah itu memeluk indah. Indah tersenyum melihat mereka bertiga. Rahayu, Salma, dan Decstar sampai tiba-tiba yoga datang dan merangkul indah membuat Gilang langsung menarik indah ke pelukannya, yoga itu tinggi jadi Gilang sudah berpikir jika yoga kakak kelas indah dan menyukai indah, walaupun fakta nya memang seperti itu


"Gilang ih Lo nyebelin, masa Lo cemburu sama kakak gue, please deh" kesal indah membuat Gilang melepas pelukannya sedangkan ketiga adik indah dan yoga menertawakan Gilang yang diomeli oleh indah


"Ya mangap, gue kan gak tau kalau dia kakak..." Gilang langsung terdiam menyadarinya "eh kak, maafin Gilang yah, maaf" Gilang langsung menyalami yoga sopan


"Tapi ndah, Lo kayaknya cuman punya Abang dua dan Lo kan anak bungsu, terus sejak kapan mereka ada? Apa jangan-jangan...."


Indah langsung menyentil bibir Gilang dengan kesal "mulutnya dikondisikan, mereka keluarga angkat gue, jangan nething deh" kesal indah sedangkan Gilang manyun mendengarnya


"Ya udah, kalian puas-puasin aja ngobrolnya, gue mau ke kantin di sini, dimana kantinnya?" Tanya Gilang dan Rahayu menunjukkan sebuah kantin


"Kalian apa kabar? Maaf yah gw baru bisa Dateng, soalnya sibuk banget" ucap indah dengan tangannya yang mengikat rambutnya sehingga memperlihatkan leher jenjangnya


"Kak indah dia siapa kak indah? Namanya? Dia ngapain kesini?" Indah malah ditanyai oleh mereka


"Ok satu-satu yah jawabnya" indah menghela nafasnya "jadi dia itu Gilang, Gilang itu ketua murid di X IPS 1, tadi gue sama Gilang abis nonton basket dan pulangnya kita ke sini, udah jelas?" Tanya indah


"Ok, tapi kak, kakak gak niat pacaran gitu sama dia? Ganteng loh kak" ucap Rahayu pada indah


"Yu, biarin kakak mikir dulu yah, lagian kakak belum bisa move, eh maksudnya belum bisa menyesuaikan diri sama dia, jadi tunggu aja kalaupun dia emang suka sama kakak pasti nungguin kakak kan?" Jawab indah


"Ya udah kamu pasti capek, kita main basket yuk" ajak yoga


"Kak ndah kita ke kantin yuk, Decstar pengen kenal sama kak Gilang, kalau dia baik Decstar bakal restuin kalian" ucap Decstar


"Setuju!" Teriak yoga dan dua adik indah


***


Sementara itu di kantin, sekumpulan lelaki dengan seragam sekolah asrama sedang berjalan menuju tempat Gilang


"Kamu siapa? Ngapain duduk di sini? Murid baru? Minggir ini tempat kita" ucap Nazril mengusir Gilang


"Ngapain Lo ngusir gue? Gue yang duluan disini berarti ini tempat gue" bantah Gilang


"Gak ada!" Ucap Fadhel


Untungnya indah dan adik beserta kakaknya datang dan melihat ke arah Gilang yang menatap teman sekelas indah dengan tatapan membunuh


"Ndah" ucap Gilang kaget


"Lang, Lo ngapain? Lo gak diapa-apain kan? Lo gak papa kan?" Tanya indah membuat ke 5 teman sekelas indah melongo


"Gak gue gapapa, Lo kan tau gue bisa silat jadi tenang aja" jawab Gilang sementara indah menatap Gilang malas


"Ndah dia siapa?" Fadhel bertanya pada indah


"Dia Gilang, tem-" belum terjawab decstar langsung memotong


"Dia kakak ipar decstar, pacar kak indah, emang kenapa kak Fadhel nanyain kak Gilang?" Decstar seperti menantang


Gilang tersenyum senang mendengar tuturan decstar dan ia kini tau siapa Fadhel, dia teman indah, hanya teman ingat, lalu Gilang siapa? Ah Gilang juga kan temannya saja. Indah terdiam.


"Lang, kita pindah aja yuk" indah menarik tangan Gilang dan gilang mengikutinya


Ke lima teman indah duduk di kursi tempat Gilang tadi, pandangan Fadhel tertuju pada Gilang sedari tadi, Fadhel menatap penuh teka-teki, Fadhel yakin indah masih mencintainya namun kenapa decstar bilang dia pacar indah? Sementara indah dan orang-orang sekitarnya sedang tertawa-tawa walaupun indah sesekali melirik ke arah Fadhel namun Gilang yang menyadari itu langsung mencium pipi indah.


Indah terdiam lalu memukul Gilang dan mereka tertawa lagi. Banyak canda tawa diantara mereka. Hingga jam indah dan Gilang pun memutuskan untuk pulang. Indah berjanji akan datang lagi, walaupun ia tak tau kapan waktunya ia datang lagi ke asrama.


Saat indah dan gilang hendak pulang mereka di cegat oleh Jessica. Jessica tersenyum pada Gilang. Sedangkan Gilang? Jangan tanya melirik pun Gilang tidak


"Ndah siapa yang sama kamu?" Tanyanya


"Ouh dia te..."


"Gue pacar indah" jawab Gilang masih melirik ke lain arah


"Ouh, kenalin aku Jessica, aku temen indah" Jessica mengulurkan tangannya


Gilang tak membalas uluran tangan Jessica hingga Jessica pun menarik tangan Gilang, hingga membuat Gilang melihat ke arahnya.

__ADS_1


Indah menatap hal itu tak suka, ntahlah ia tak suka Jessica menyentuh Gilang, indah menarik tangan Gilang, Gilang pun tersadar lalu tersenyum. Ia tahu jika indah tengah cemburu dan itu membuatnya senang.


"Eh ma-"


"Gak ada yang perlu dimaafin" ucap indah ketus


"Gue pacar indah, gue gak akan mau sama cabe kayak Lo, jadi minggir kita mau pulang" Gilang mendorong Jessica sedikit kasar membuat Jessica meringis


"Gue duluan Jes" ucap indah


"Ndah!" Ada yang memanggil indah


Gilang dan indah berbalik dan mendapati Fadhel tepat di depan mereka, Gilang yang mengetahui itu Fadhel segera menarik indah ke pelukannya


"Ngapain?" Tanya Gilang dingin


"Gue gak ngomong sama Lo" kini Fadhel sudah melanggar peraturan asrama untuk tak berbicara kasar


"Urusan indah urusan gue juga, gue pacar indah" ucap Gilang tegas


"Ndah" Fadhel tak mempedulikan Gilang


"Apa Del?" Jawab indah


"Gimana kabar Lo?" Basa basi


"Ya gini, Lo liat sendiri kan? Gue baik" jawab indah


"Ntar malem kita Mabar yok" ajak Fadhel dan membuat Gilang kesal


"Gak ada, indah gak akan begadang, besok dia sekolah" padahal kan besok Sabtu, berarti libur dong yah


"Ya udah Iyah, udah? Gak ada yang mau diomongin lagi?" Tanya indah mengacuhkan Gilang


"Aku sa-"


"Kak Fadhel!" Seseorang itu yang memanggil Fadhel


"Aul?" Fadhel berbalik dan melihat Aulia sang kekasih


" Kakak ngapain di sini? Ayok kak, kata kak Fadhel mau nemenin aku ke perpustakaan?" Aulia melirik indah sesaat lalu tersenyum untuk kemudian melihat ke Fadhel lagi


"Ya udah kalau gitu gue sama Gilang duluan" indah tersenyum pada Jessica, Fadhel dan Aulia sedangkan Gilang dia cuek.


Lalu indah pun masuk ke dalam mobil dan kemudian indah dan Gilang pergi. Sakit? Yah indah sakit saat melihat Fadhel dengan Aulia tanpa sadar indah meneteskan air matanya, dan Gilang yang melihat itu hanya terdiam. Janjinya untuk membuat indah tak lagi menangis teringkari.


Jaga mata jaga hati


Sayang sa cuma mau bilang


Jang ko selingkuh Jang nakal-nakal disana


Dan tolong ingat pulang


Jangan terlalu ko lama-lama disana


Sa rindu sayang


Ingat waktu ko pegang sa punya tangan


Sa tunggu sayang


Sampe ko kembali lagi Dalam sa punya pelukan


Sayang ko jaga diri bae-bae


Jaga mata jaga hati Jangan sampai tagae


Tak usah cari yang lebe bae


Sa sayang ko banyak-banyak lapis deng cinta


Sa tunggu ko pulang


Rindu ko pu senyuman


Tambah deng ko pelukan


sa tra bisa lupakan


Tolong jaga mata jaga hati


Karna ko tu sa pu cinta mati


Jaga mata jaga hati


Jangan cari yang lain lagi


Sumpah sa pu cinta untuk ko


Sa tunggu sampai ko pulang


Jang dengar yang Korang bilang


Sumpah hanya ko yang sa sayang


aku baru kali ini loh up sampe 2179, jadi makasih buat yang selalu support aku, jadi semangat akunya hehe


*author yang masih belum bisa move on kek indah*

__ADS_1


__ADS_2