
Hari ini seperti hari-hari biasanya aku mengerjakan ujian akhir semester ku, walaupun harus mengerjakan di rumah sakit. Hari ini juga aku akan pulang ke rumah dan aku berharap keluarga ku masih belum pulang dan lukaku segera sembuh.
"Ndah!" Aldi mendekati ku
"Hm"
"Lo ada hubungan apa sama cowok kemarin?" Tanya Aldi
Siapa? Gilang kah? Kalau iya kan Aldi tahu jika aku belum bisa move on dari Fadhel lalu kenapa dia bertanya hal itu? Aku mengernyitkan dahi ku.
"Gilang" ucapnya lagi
"Temen" jawabku singkat
"Oh, ngomong-ngomong tadi ada yang nyariin Lo, katanya kakel Lo"
Siapa lagi? Kakak kelasku banyak, ada kak Nabila selaku ketua OSIS, kak Mitha, kak Syahrul, kak Devan, dan masih banyak, lalu yang mana.
"Katanya satu ekskul sama Lo"
Ah aku tahu, pasti kak Devan! Mau apa kak Devan nyariin aku? Kan bisa lewat grup kalau ada acara penting
"Besok ada rapat pemilihan ketua silat, gue berniat buat jemput lo ke rumah tapi kata pembantu Lo, Lo ada di rumah sakit" seseorang berbicara dan aku tahu jika itu adalah kak Devan
"Kenapa gak di grup?" Tanya ku
"Gak akan Afdhal" jawab kak Devan
"Bukan itu, infonya kenapa gak di grup?" Tanya ku
"Udah lewat go meet, tapi Lo gak ikutan" ucap kak Devan
Aldi menatap kita bergantian, entahlah hari ini aku sedang tidak mood untuk banyak berbicara. Aku ingin menjadi diriku yang cuek, eh enggak cuek maksudnya yang dingin.
__ADS_1
"Lagian Lo kenapa bisa sampe nginjek kaca?" Tanya kak Devan belum sempat aku jawab Aldi pun menyela
"Ndah gue keluar ya" ucap Aldi dan aku hanya mengangguk kemudian Aldi keluar dari kamar ini
"Lo belum jawab indah" tegas kak Devan
"Gue gak sengaja, udah ah" ucapku kesal
"Lo balik hari ini kan? Jam berapa? Gue jemput yah" ucap kak Devan
"Gak usah kak" ucap ku jengah
"Oh, ok tapi gu-"
"Indah! Lo gak diapa-apain kan sama kakak kelas ini?" Gilang datang dan mendekat
"Gak papa Gilang" ucap ku lalu beranjak turun dari brankar
"Gak usah" tolakku lalu aku berjalan perlahan dengan tongkat di ketiak ku.
Setelah di kamar mandi aku segera berganti pakaian walaupun agak sedikit sulit. Setelah selesai aku berjalan keluar, aku memakai baju anime yang berjudul wonder egg, sweater Hoodie kuning dengan gambar bunga dan saku di depan. Lalu aku memakai celana pendek bahkan hampir tertutupi Hoodie itu.
Gilang dan kak Devan melihat ke arahku. Lalu Gilang mendekat dan memberikan jaketnya padaku. Ah tidak, dia memakaikan jaket itu di pinggangku.
"Ngapain pake yang beginian? Gimana kalau ada cowok yang suka sama Lo selain gue? Gue ngadepin 3 orang aja udah khawatir gimana kalau nambah lagi?" Ucapnya
"3 orang?" Tanya ku
"Tuh kakak kelas, Fadhel, sama sahabat Lo si Aldi" ucap Gilang lagi
"Ndah, ganti gih, gue gak mau kaki Lo diliat orang-orang" ucap kak Devan
"Astaga indah!!! Ganti gak? Ceper ganti! Nanti banyak yang liat Lo" ucap Aldi yang baru masuk dengan membawa sebuah kursi roda.
__ADS_1
"Gak mau, lagian bibi bawain baju nya yang ini" ucap ku, aku melirik kursi roda yang di bawa Aldi "Buat siapa?" Tanya ku
"Buat Lo!" jawab ketiga pria di depanku serempak
"Santai aja kali" Tanya ku
"Lo harus pake ini" ucap Gilang
"Serah" jawabku pasrah
Lalu aku di duduk kan di kursi roda itu dan ketiga cowok di belakang ku mengantarku, yang mendorong kursi roda ku Aldi. Tentu saja, Aldi kan sahabatku, dia lebih berhak mengaturku dibandingkan kak Devan dan Gilang.
***
Aku tersenyum pada ketiga lelaki di depanku, lalu aku membungkukkan badan ku sedikit dengan mengucapkan terima kasih.
"Biar gue bantu Lo masuk ke dalem" ucap kak Devan
"Ada bibi, biarin aja indah sama pembantu nya" timpal Aldi
"Iya, mending kakak kelas yang terhormat dan sahabat indah yang ini pergi aja, biar gue yang jaga indah" ucap Gilang
"Gak bisa" ucap Aldi
"Udah stop, mending kalian balek, makasih dah nganter sampe sini" lalu aku pun segera masuk dengan dibantu pembantu ku.
Gilang, kak Devan dan Aldi masih diam di tempat lalu mereka saling menyalahkan, aku kesal sebenarnya namun aku pikir jika mereka lelah maka mereka akan berhenti dengan sendirinya.
jangan lupa like, komen dan share, eh vote juga ,
__ADS_1