Broken Heart

Broken Heart
49


__ADS_3

Pagi ini aku harus ke sekolah baruku, mengambil seragam baruku. Seragam baru? Haha, ya aku harus meninggalkan seragam sekolah yang memiliki kenangan bersama Gilang. Ah Gilang lagi, tak seharusnya aku memikirkan dia, sama saja aku menggali luka ku sendiri. Ku ambil handphone ku, ku telpon Gilang, nomor nya masih tak aktif, haruskah aku mencari Gilang? Tapi kemana? Aku belum tau daerah Jakarta.


Aku segera bersiap, aku memakai celana Levis panjang, dan baju putih pendek, lalu di padu dengan jaket tengkorak ku. Akhirnya aku siap.


Aku segera keluar kamar, bang Marshal sudah pergi dari subuh, aku merasakan sepi dalam rumah ini, tak lama dari itu aku segera keluar dan mengunci rumah.


Ah, rasanya sangat nyaman ketika sudah di luar, aku segera memakai masker dan mulai keluar pagar, aku harus berjalan agak jauh agar sampai ke halte.


Tin tin !


"Cewek!"


Aku melihat Arga dengan motor matic pendek nya, berbeda jauh dari Gilang yang lebih suka motor tinggi. Lagi-lagi Arga melempar helmetnya, membuat aku Dejavu lagi tentang Gilang.


"Cewek cantik gak baik naik angkot sendiri" ucap Arga


Kenapa? Kenapa harus selalu sama? Dulu setiap bareng Gilang gue selalu Dejavu tentang Fadhel, tapi sekarang disaat bareng Arga aku Dejavu tentang Gilang.


"Buruan naik" dan akhirnya aku naik karena aku tak mau lagi-lagi mengenang Gilang


"Nah, udah naik, tangannya ke depan" katanya


Bodohnya aku malah menurut, dan grep! Arga menarik kedua tangan ku agar memeluknya, aku ingin melepas namun tanganku di pegang erat, satu tangannya di pakai untuk mengendarai motor, huh menyebalkan.


"Ke sekolah kan?" Tanyanya


"Iyah, tenang kita sesekolah, dulu sebelum Lo jadi Muba gue ketua murid, dan sekarang gue mau nyalonin diri jadi OSIS"


Rencananya sama seperti Gilang, Gilang juga mau menjadi OSIS, katanya agar lebih mudah mengaturku.


"Kenapa jadi OSIS?" Tanyaku


"Gue mau kuliah di luar negri dan harus ada pengalaman jadi ketua organisasi, jadi ya, gue harus bisa"


"Kalau gak bisa?" Tanya ku


"kalau gak bisa ya gak papa, gue bisa masuk IPB atau UI, atau Trisakti"


"Oh" jawabku


"Lo mau dimana?" Tanyanya


Akhirnya kami sampai, aku segera turun dan memberikan helmetnya itu.

__ADS_1


"Kalau dah beres, Lo temuin gue di warung belakang"


Aku tersenyum lalu mengangguk, Arga, dia sudah terlalu banyak membantuku walaupun di awal perkenalan. Kurasa dia baik. Ah, jika begini aku jadi merindukan Aldi, biasanya dia yang mengetes apakah orang yang mendekati ku itu baik atau tidak.


Ting!¡!


💌Bang Marshal


Abang gak pulang hari ini, lu gak papa kan kalau sendiri?


💌.


Gak papa bang


Aku pun segera mengambil seragamku lalu menuju warung belakang sekolah, dan di sana banyak cowok, aku jadi ragu antara harus ke sana atau tidak


"Indah! Sini" aku segera mendekati Arga


"Kenalin ini Indah, dia cewek gue" ucap Arga memperkenalkan aku


"Gilang! Kita gak pacaran" ucapku kesal dan tanpa sadar mengucap nama Gilang


Semuanya tertawa, Arga melirik ke arahku.


"Intinya jangan ada yang berani macem-macem sama indah, atau berhadapan sama gue" Arga menatap tajam padaku seperti tatapan Gilang yang selalu marah ketika aku dekat kak Daffa "kita duluan" ucap Arga lalu menarikku


"Siapa Gilang?!?" Tanya Arga mengintimidasi


Aku terdiam, bagaimana aku harus menjelaskan nya. Tapi, kenapa aku harus takut, dia kan bukan siapa-siapa ku.


"Bukan siapa-siapa" jawabku "jangan ikutin gue" ucapku langsung pergi menjauh, ku rasakan jika Arga masih mengikuti ku.


Hufft, menyebalkan, aku segera menghentikan angkot dan naik ke angkot itu. Ku lihat Arga segera menyusul dengan motornya. Kenapa pula? Kenapa dia masih keukeuh, apakah aku anak kecil yang harus di awasi? Menyebalkan


***


Gilang POV


Gue baru aja turun dari motor gue, dan liat bahwa Arga pergi dengan satu cewek, dan anehnya gue berfikir kalau dia indah, cewek yang hilang kontak selama sebulan ini. Cewek yang gue sayang selama 10 tahun ini. Dan saat cewek itu berhenti dia melirik Arga, ya dia indah, dia cewek yang gue kangen. Tapi kenapa? Kenapa dia sama Arga? Apakah mereka sepupuan? Atau lebih dari saudara?


Aku masuk ke dalam warung dan duduk bersama temen-temen baruku selama dua bulan ini. Yah mereka teman-teman Ku.


"Kemana Arga?" Tanyaku lalu mengambil rokok dari si Asep, aku menyulutnya dan mulai menghisap rokok itu, hal yang paling indah hindari, rokok, ya rokok adalah pelarian gue selama sebulan ini karena hilang nya indah.

__ADS_1


"Sama gebetannya, gue rasa gebetannya gak suka sama dia, karena dia manggil Gilang ke Arga" jawab Ucup


"Siapa gebetannya"


"Katanya sih namanya indah" jawab Septian


Yah dia, dia indah gue, Arga? Kenapa harus Arga yang Deket sama dia? Kenapa selama sebulan ini dia bagaikan hilang di telan bumi? Kemarin waktu gue di angkot sama Sisil sepupu gue gue ngeliat Arga sama cewek, apakah dia indah juga? Tapi kenapa indah berani pake celana pendek?


"Oh"


"Lo ada masalah yah?" Tanya Asep


"Cewek yang gue cari-cari dia sama Arga" pengen banget gue ngomong gitu, tapi gue gak bisa. Mungkin gue bakalan nyari info dimana indah tinggal pake kemampuan gue.


"Gue gak papa" jawab gue bohong


"Sorry gue lama, ibu negara marah" ucap Arga datang tiba-tiba


Cih, ibu negara? Dia punya gue, dia princess gue, mungkin kita temen ga, tapi kalau urusan cewek yang gue sayang, kita bisa jadi saingan


"Kenapa?" Tanya Asep pada Arga


"Palingan juga karena tadi manggil nama Gilang" timpal Ucup


Ya, berarti indah gue masih inget sama gue, indah gue masih care sama gue, gue yakin ada alasan di balik hilangnya indah.


"Ngomong-ngomong gue belum ketemu ya sama gebetan Lo itu" ucapku


"Iya, dia sodara nya adik kelas gue di Bandung, indah"


"Dimana dia tinggal?" Tanya gue


Arga natap gue tajam, begonya gue, kenapa gue harus nanya hal itu? Gue gak yakin Arga bakalan jawab.


"Ngapain Lo nanya tentang indah? Lo suka?" Tanya Arga seolah ngintimidasi gue


"Bisa jadi mereka ada hubungan, kan tadi si indah bilang Gilang, nah sekarang malah Gilang yang nanya-nanya tentang indah" timpal Arfan


"Bener Lang?" Tanya Arga


Haruskah gue jujur, ya lebih baik gue jujur, daripada Arga deketin indah mending gue jujur sekalian.


"Iya, gue kenal sama indah, dia indah ayu lestari, umur 16 taun, cewek yang beda dari cewek lain, cewek manja yang punya sifat kek macan, dan dia cewek yang selama ini gue cari" ucap gue

__ADS_1


"Gue gak percaya, nanti di saat indah udah masuk sekolah, kita buktiin" ucap Arga menatap tajam gue


Terserah, tapi gue yakin kalau indah pasti bakalan milih gue. Gue yakin indah bakalan inget gue. Gue tersenyum nantang ke Arga, setelah nya Arga memesan satu es kelapa, Arga sama seperti indah, dia tak suka rokok, namun dia masih bisa jika harus mencium bau rokok.


__ADS_2