Broken Heart

Broken Heart
65


__ADS_3

Pagi ini Aku sudah siap dengan seragam sekolah ku, ku ikat rambut ku, lalu memakai masker hitam, dan jangan lupa jika aku sudah benar-benar siap untuk bersekolah. Aku memakai jaket hitamku, tak lupa dengan sarung tangan ku juga dan helmet.


"Bang gua berangkat ya" Belum sempet di jawab aku sudah pergi


"Heiii Angie sarapan dulu" teriak bang Darren namun tak kuhiraukan, aku justru semakin cepat berjalan dan mengambil motor ku yang sudah di panaskan lalu aku mulai melaju.


Ting! Trining-Trining! Ting! Sederet suara notifikasi handphone ku berbunyi. Aku segera menghentikan motor ku, lalu melihat pesan chat itu.


💌Bang Darren


Lupa ya gak di kasih jajan? Kirim pin ATM lu, ntar gua transfer buat seminggu, 7 juta cukup kan?


💌Arga


Oy indah dimana lu, gua sama yang lain butuh lu buat bagiin brosur


💌Gilang


Gua denger kak ayu udah gak ada, turut berduka cita


Btw, lu gak papa kan?


Sekarang lu dimana?


Aku menghela nafas panjang. Lalu memasukkan kembali ponsel ku dan melajukan kembali motorku. Ah rasanya aku bosan menjalani hari-hari ini. Sendirian, jomblo, berharap pada Gilang? ah bagaimana bisa, dia sudah memiliki Sisil, berharap pada Arga, tapi Risa kayak nya lebih cocok. Entahlah, mungkin menjadi jomblo adalah pilihan yang seharusnya.

__ADS_1


Selesai memarkirkan motorku, aku bergegas masuk ke sekolah. Mendekati Arga, Awan dan Aldi yang tengah asyik membagikan brosur dengan banyaknya promosi diri.


"Nih!" titah awan memberikan segepok brosur


Pletak!!! Arga menjitak kepala awan membuat awan meringis


"Lu mau bunuh calon cewe gua, bagi ke awan setengah ndah" ucap Arga


"Elah segini doang mah-" belum selesai aku bicara Aldi sudah mengambil setengah brosur di tanganku


"Nih ambil, gak baik buat cewek kecapean"


"Astaghfirullah, heran gua tuh, kalian tuh cowok tapi kok pada lebay"


"Noh, indah bener" ucap awan


Ah melihat Aldi, aku jadi teringat dengan Aldi sahabatku. Baru kemarin berpisah, tapi sudah merindu lagi. Aku segera membagikan Brosur.


Seseorang mendekati Arga dan membisikkan sesuatu yang membuatnya kaget. Yang kuketahui namanya adalah Mulya, salah satu temannya di warung belakang. Ingat bukan? Yang warung pertama kali aku ke sekolah ini?


"Di, Ikut gua, wan jagain calon cewek gua, jangan sampe di ganggu sama si Gilang kamvret" ucapnya memberikan brosur di tangannya ke awan


"Titip ya" Aldi memberikan brosurnya padaku, aku segera mengangguk


Setelah mereka pergi, Tiba-tiba, kita saling lirik. Lalu entah ada kelucuan apa, awan dan aku tertawa bersama.

__ADS_1


"Jangan lupa pilih Arga ya!!!" ucap ku ketika ada siswa


"Kalau yang bagiin brosur nya indah sih gua juga demen" tiba-tiba Davin teman sekelas ku datang dan mengambil brosur nya


"Ets jangan ganggu, nanti si Arga ngamuk"


"Jangan lupa pilih Gilang oke" Yaps, di sana sudah ada Gilang dan temannya. Mereka juga membagikan brosur, sesekali ku sadari Gilang melirik ke arahku


"Apa lu lirik-lirik, mau gua colok?" tanya awan memintaku untuk pindah ke sebelah kanannya dan menatap tajam pada Gilang


"Dih aneh lu" ucap Asep


"Lah gua sih jagain calon ibu bos" ucap awan


"Udah wan, ini juga tinggal dikit kok, selesain dulu baru ribut" ucapku


"...." Gilang tersenyum padaku, eh bentar, takutnya ada orang lain, aku melihat ke belakang, tak ada siapapun, berarti benar pada ku. Aku segera mengalihkan pandangan ku.


"Akhirnya" Brosur di tanganku sudah habis


"Lanjut istirahat aja deh, gua pegel" ucap awan


"Yaudah back to class aja" ucapku


"Oke, yuk gua anter" ucap awan

__ADS_1


"Ets, tidak bisa, indah sama gua" ucap Arga yang tiba-tiba datang


Gilang menatapku tajam, astaga, aku takut melihatnya. Ah sudahlah. Mungkin memang matanya sedang tidak jelas jadi dia seperti itu.


__ADS_2