
Aku bangun tepat pukul 4 sore, aku segera mencari sebuah kulkas atau dapur dan aku menemukannya. Dapurnya rapi walau tak sebesar dapur di rumahku dan tak ada meja makan pula.
Aku melihat kalau bahan-bahan makanan di sini tidak ada terpaksa aku harus keluar untuk mencari makan, aku segera memakai masker ku dan juga memakai jaket untuk menutupi kepalaku.
Aku keluar dari kost-an itu dan mencari sebuah minimarket, setelah menemukan nya aku segera membeli beberapa makanan instan dengan uang sisa pembayaran kost-an tadi. Aku membeli beras 3 kg, mie instan, telur, dan beberapa camilan, aku juga beli alat mandi dan juga sabun cuci piring dan cuci baju.
Setelahnya aku kembali ke kost untuk memasak. Sebelumnya aku menata dulu belanjaan ku kemudian aku memasak telur dan juga mie goreng spicy chicken Korea.
"Masak masak sendiri, nyuci piring sendiri, semuanya sendiri, emang nasib ia tuh sad banget" nyanyiku dengan suara ku yang pas Pasan.
Setelah selesai aku segera melahapnya, dan rasanya enak. Pas di mulut, dan juga tentunya mengenyangkan. Tak butuh waktu lama mie dan telur itu habis, aku segera merapikan dan mencuci piringnya.
Ting!¡!
Karena ruangan di rumah ini kecil-kecil akhirnya aku bisa mendengar suara notifikasi dari handphone ku. Aku segera membukanya dan melihat itu dari Gilang.
💌Gilang
P
P
P
P
P
P
Lo LG ngapain
__ADS_1
Kok g d bls
Lo pingsan?
Gw k sana
Lo LG dmn
Kata pembantu Lo Lo pergi dari rumah
Ndah
Jgn bikin gw khawatir
Lo dmn
Aku hanya membacanya saja, untuk kemudian Aldi menelponku. Aku bingung antar harus mengangkat telpon itu atau tidak, akhirnya aku mengangkat panggilan itu.
📞Aldi calling
"Gue lagi di luar, lagi main, emang mau ngapain?" Tanyaku
"Wawa kangen sama Lo" ucap Aldi
"Gue lagi gak bisa, gue pulang ntar beres lebaran, Lo bilang aja gue lagi sibuk" ucapku
"Emang Lo dimana?" Tanyanya
"Gue di Depok kok" ucapku lalu mematikan sambungan telpon.
Aku kemudian pergi ke kamar mandi yang bahkan tidak ada bathtub untuk berendam. Akhirnya aku mandi tanpa berendam. Aku harus mulai terbiasa dengan kehidupan baruku. Aku juga harus mulai mencari pekerjaan yang gajinya besar untuk mencukupi kebutuhan hidupku saat ini.
__ADS_1
Aku iseng-iseng mencari sebuah lowongan pekerjaan dari google namun ternyata sangat sulit. Berarti besok setelah aku selesai pesantren kilat aku harus mencari pekerjaan.
Kring! Kring! Handphone ku berdering, tanpa melihat siapa yang menelpon aku segera mengangkatnya. Dan suara seseorang terdengar olehku.
'Lo dimana?"
"Gilang?!?" Kagetku lalu aku melihat nama si penelpon dan benar Gilang lah yang menelpon
📞Gilang calling
"Lo dimana indah cantek"
"Gue lagi main sama temen" ucapku
"Cewek cowok?"
"Cewek" jawabku acuh
"Pap"
"Kagak mau" tegasku "Lo ngapain nelpon?"
"Kata pembantu Lo Lo pergi dari rumah, sekarang Lo dimana?"
"Kepo Lo, orang gue cuman main doang" ucapku
"Seriusan" tanyanya
"Iya Gilang" ucapku lalu mematikan telpon ku
Ntahlah, aku berat bila harus menceritakan hal ini kepada mereka. Gilang akan pergi, Aldi juga sekarang menjauh. Gue gak punya siapa-siapa, masalah Ivan aku sudah tak lagi bersahabat dengannya. Dia membuatku kecewa bahkan berulang kali.
__ADS_1