
Pagi ini bang Marshal menarik selimut yang kupakai, dia menggendongku dan membawaku ke kamar mandi, terpaksa aku harus mandi walaupun masih sangat pagi. Bang Marshal keluar membiarkan aku mandi di kamar mandi. Setelah selesai aku segera bersiap untuk pergi ke sekolah.
Hufft, rasanya sudah tak sabar. Sebelumnya bang Marshal memanggil ku untuk makan, dan aku menghampiri nya di ruang makan.
"Nih buat lu" bang Marshal memberi roti panggang dan juga segelas susu, bang Marshal juga memasukan Tumbler ke tas ku.
"Bang duit jajan belum" rengekku
"Nih" bang Marshal memberiku 50 ribu, ya walaupun aku jarang jajan, paling ku tabung lagi.
"Kemarin Gilang ke sini, kamu nya gak ada, pas di tanya ke Arga, kamu lagi sama Arga" ucap bang Marshal acuh
Aku hanya mengangguk mengerti, tak peduli lah, mau dia datang pun tak ada bedanya. Bang Marshal hanya melihatku lalu menggeleng kan kepala.
"Dua Minggu ini Abang mau ke luar kota, biasa ke Bali urusan resto di sana, nanti uangnya Abang titip ke Arga, kalau Langsung ke kamu nanti langsung abis" ucap bang Marshal
"Kok lama" rengekku
"Ya emang lama" lalu bang Marshal merapikan jasnya
Aku dan bang Marshal langsung keluar menuju mobil bang Marshal. Aku masuk ke dalamnya.
"Bang, indah mau belajar motor boleh?" Tanyaku
"Boleh aja" jawab bang Marshal "tapi ati-ati"
Aku hormat padanya, bang Marshal mengacak rambutku gemas. Aku merapikannya kembali dengan kesal. Kulihat ada motor yang mengikuti aku dan bang Marshal, dan itu bukan motor Gilang, namun tetap motor tinggi.
"Itu Arga"
Aku hanya ber oh ria, sampai tak lama akhirnya kami sampai, aku segera turun di depan gerbang, ingatlah bahwa aku memakai masker, jadi tak mudah untuk orang-orang mengenalku.
"Indah!" Arga melambai padaku
Aku segera mendekat pada Arga, lalu Arga mengajakku ke dalam dia membawaku ke sebuah kelas. IPS 1, ah sama saja, tak berbeda masih sama-sama IPS 1.
Arga lalu masuk dan menyuruhku duduk di mana saja, karena Arga berbeda kelas denganku, dia IPS 2.
Semua siswa dan siswi sudah masuk, di samping ku ada seorang cewek yang ku pikir dia cukup imut, dengan rambut di ikat dua. Yah padahal kita sudah SMU namun aku masih melihat gadis seperti nya.
"Baiklah anak-anak kita kedatangan murid baru, waktu pertama kalian ke sini kalian pasti sudah saling kenal, namun dia belum kenal, jadi kalian harus kenal, ayo yang bernama indah maju ke depan" ucap sang guru
Aku segera maju ke depan, mendekati sang guru lalu menghadap para murid. Aku melihat sekeliling tak ada Gilang berarti dia tak sesekolah denganku, Yeay!
"Saya indah, panggil saja ia, saya pindah dari Depok"
"Baiklah, silahkan ada yang mau bertanya?" Tanya sang guru
"Udah punya pacar belum?" "Coba buka maskernya" "Depok nya daerah mana?" Dan pertanyaan lainnya
"Saya dari perikanan, saya jomblo, saya tinggal bersama Abang saya, dan yah-" aku membuka maskerku tanpa ekspresi "ini wajah saya"
"Baiklah silahkan duduk kembali ke tempatmu" titah sang guru
Aku mengangguk lalu berjalan ke tempat ku semula. Ku lihat gadis di sampingku matanya menyipit, dia tersenyum. Aku tau dia tengah tersenyum.
"Gue Amelia" dia mengulurkan tangannya
Aku terdiam, namun karena aku teringat satu hal aku langsung membalas uluran tangan nya, yah aku ingat kalau cewek itu termasuk makhluk halus, sangat mudah terluka bahkan dengan hal yang kecil. Aku mencoba membalas senyumnya.
"Ia" jawabku singkat
"Salam kenal ya, nanti kita ke kantin bareng yuk" ajak nya
Aku tersenyum lalu mengangguk, ah belum apa-apa sudah mendapat teman perempuan lagi, sungguh aku tak mau terlalu lama dekat dengan seorang perempuan, aku takut menyakiti mereka, dan aku takut di saat aku mulai percaya lagi, mereka justru mengecewakan lagi, sama seperti sahabat ku yang dulu.
"Baiklah, buka sejarah Indonesia halaman 32 bab tentang kerajaan Gowa tallo"
Dan pelajaran pun dimulai, aku harus belajar dengan sungguh-sungguh. Bagaimana pun aku ke Jakarta memang untuk sekolah, walaupun dulu alasannya bukan itu.
***
Bel istirahat sudah berbunyi, aku akhirnya pergi keluar dari kelas bersama Amel, seseorang mendekati kami, dan itu Arga.
"Hallo indah cantik" Arga merangkulku
"Hai ga" sapa Amel
Aku melepas rangkulan Arga, temen-temen Arga menghampiri kita bertiga. Arga memperkenalkan mereka padaku, ya walaupun aku tidak cukup bagus mengingat karena efek, ya itulah, kalian mungkin paham hal itu.
"Ini Asep" tunjuk Arga pada laki-laki berambut hitam legam dan kulit coklat
__ADS_1
"Ini Aldi" tunjuk Arga pada seorang lelaki berperawakan tinggi melebihi Arga, sedikit
"Dan ini, Talia" tunjuk Arga pada cowok pirang
Semua orang tertawa, kecuali aku. Aku masih stay dengan gaya ku yang dingin dan cuek.
"Sue Lo, nama gue italiawan, dipanggil awan" kesal cowok berambut pirang itu
"Eh, bisa buka gak masker nya?" Tanya Asep padaku
Aku hanya meliriknya sekilas lalu melepas sebentar untuk kemudian aku pergi menarik Amel yang tengah curi-curi pandang pada Arga.
"Cantik ga" ucap awan pada Arga karena suaranya masih terdengar
Amel melambaikan tangan pada cowok-cowok di sana. Aku hanya melirik Arga sekilas. Untuk kemudian mempercepat langkah ku.
"Lo kenal Arga dimana? Kok bisa Deket? Sodara, sepupu, sahabat atau pacar?" Tanya Amel
Ah, rasanya sangat menyebalkan, seperti nya aku bertemu dengan kembaran Astrid. Aku hanya melirik sekilas pada Amel lalu memesan sebuah makanan dan membawanya ke meja kosong, di sudut sana ada segerombol anak-anak cowok, namun aku tak mempedulikan nya.
"Arga, dia temen gue" jawabku singkat
Amel menghela nafas lalu tersenyum padaku "tau gak? Arga itu cowok pinter di IPS 2 tau, apalagi dia kan masuk ke Genk warung belakang, dia juga ganteng, kalau masalah olahraga gue gak tau soalnya kan belum pernah liat" ucap Amel antusias
Aku hanya mendengarkan saja, tiba-tiba aku jadi mengingat Astrid, apa kabar dia sekarang?
"Ia, kamu Deket sama Gilang ya? Dia kan ranking satu di kelas kita" ucap Astrid kala itu
"Nyebelin"
"Iyakah? Masa ah nyebelin"
Aku mengangguk
Tanpa sadar Amel menepuk pundak ku, dan aku terperanjat kaget hingga aku tersedak, seseorang segera menjauhkan tangan Amel dari pundak ku.
"Ish, ini minum nih" ya, dia Arga dan kawan-kawan
Aku lalu meminum minuman yang di beri Arga. Amel cengengesan watados (wajah tanpa dosa), Arga melotot padanya.
"Dih kalau mau mukul jangan ngasal dong" kesal Arga
"Mending Lo mukul gue deh" ucap Asep pada Amel
"Maunya" ledek Amel
"Eh ngomong-ngomong indah cantik ya, dia cantik banget" ucap Aldi
Aku jadi ingat Aldi, astaga Aldi aku merindukan sahabat ku itu, ah masihkah bisa di sebut sahabat? Bukankah dia sudah menjauhiku
"Iya lah, calon pacar gue" bangga Arga
Amel tersedak hingga akhirnya di tepuk-tepuk oleh Asep, Arga tersenyum pada ku, aku tak membalasnya. Rasanya aneh berada di tengah-tengah mereka.
"Jadi, indah sama arga-?" Amel terhenti
"Gak, kita cuman temenan" tegas ku
"Haha, gak dianggap" tawa awan
Aldi dan Asep juga tertawa, sedangkan Amel menatap kita berdua penuh tanya, dan Arga berwajah mesem.
"Jadi yang bener yang mana? Saling suka atau gak?" Tanya Amel
"Ya/gak" ucapku barengan dengan Arga
"Iya indah" tekan Arga
"Gak, Lo cuman orang kepercayaan Abang gue doang" tegas ku
"Oh, jadi bodyguard gitu dong?" Tanya Amel mengundang tawa Aldi, awan dan Asep
"Bukan, kita temen biasa" ucapku
Arga pasrah dan semuanya tertawa kecuali aku dan Arga. Sayup-sayup aku mendengar ada yang memanggilku, aku hendak melihat ke belakang sampai kemudian Arga memanggilku.
"Indah, gue ke belakang dulu ya" ucap nya lalu berdiri dan pergi ke belakang
Awan, Aldi, dan Asep saling tatap lalu Asep dan Aldi pergi kecuali awan. Awan masih stay bersama aku dan Amel.
"Pada kemana?" Tanya Amel
__ADS_1
"Biasa, urusan cowok, cewek gak usah tahu" ucap awan
Aku tetap cuek sampai kemudian ada yang men chat ku. Aku segera membuka hp ku, edan FB. Dari Fadhel, aku senang, dan kemudian segera membukanya
💌Fadhel_04
LG ap?
Ak k rmh km, tapi km g ad
💌zakyra
Lg school
Gw pindah Jakarta
💌Fadhel_04
Kok? Knp?
Susah dong buat ketemu
💌zakyra
GPP, pen ajj
Akhir semester gw balik
💌Fadhel_04
Pap dong
Aku segera selfie, sebelumnya masker ku lepas, dan aku selfie. Amel tersenyum padaku.
💌zakyra
(Hiraukan anting ya reader)
Tak lama setelah itu Arga datang dan duduk di sampingku. Dia memakai masker, terserah lah, mau dia tak pakai masker pun aku tak peduli.
"Asyik banget" sindir Arga
💌Fadhel_04
Imut😻
💌Zakyra
Thx, gimana hubungan Lo sama Aul?
💌Fadhel_04
Baik, km d Jakarta udh kenal seseorang?
💌Zakyra
Iyh, namanya Arga
💌Fadhel_04
Yg gilang-gilang itu? Kmn dia
💌Zakyra
Udh dulu yh bel bunyi
Ah, andai saja dia tak menanyakan tentang Gilang, pasti aku akan bahagia sekali. Arga memperhatikanku dan aku melirik padanya, ets di pelipis matanya kenapa ada warna ungu?
Aku melihat Arga, lalu aku menyentuh pelipis mata Arga. Arga terdiam lalu tiba-tiba mengasuh, ah ternyata dia bertengkar. Andai aku jadi dia, pasti akan ku biarkan musuhku itu.
"Siapa tadi?" Tanya Arga
"Temen spesial" jawabku, dan Arga melotot padaku, apa ada yang salah? Aku memang menyukai Fadhel, lalu apa salahnya? "Kenapa?" Tanyaku
"Gak, tadi kejedot pintu" aku hanya ber oh ria.
Tak butuh waktu lama, akhirnya bel pun berbunyi, aku dan Arga berpisah kembali ke kelas masing-masing, Amel dan awan tadi pergi duluan.
Saat di perjalanan ke kelas, ada yang memanggil ku, awalnya aku tak menghiraukan panggilan itu, namun karena berulangkali, akhirnya aku menoleh ke belakang. Tak ada siapa-siapa. Baiklah mungkin itu hanya khayalan ku Saja.
__ADS_1