
Dua bulan sudah berlalu, hari ini tepat hari Minggu, aku dan bang Marshal akan pergi ke Jakarta, kak ayu sudah pergi sebulan yang lalu, bang Marshal menemani hari-hari ku di sini, karena tidak bisa di pungkiri kalau mama masih saja sibuk dengan pekerjaannya dan aku di acuhkan.
"Udah siap? Sana pamit dulu sama mama" ucap bang Marshal
Aku mengangguk lalu mendekati mama dan mencium tangannya, mama memelukku, mungkin dia berat harus berpisah dengan ku, ah tidak, itu tidak mungkin, mama saja bisa tahan aku pergi sebulan dari rumah ini, dan mama juga selalu pergi meninggalkan ku di rumah sendirian, dia tak mungkin merasa berat, dia hanya ingin memelukku saja dan memberitahuku agar tak nakal.
"Jangan nakal ya, harus bangun pagi, jaga diri kamu baik-baik" dan benar, itulah ucapan mama
Aku mengangguk lalu masuk ke dalam mobil dan bang Marshal mulai melajukan mobilnya menuju Jakarta. Aku tersenyum, akhirnya aku bisa ke sana. Sebulan yang lalu, nomor Gilang tak aktif, dan aku tak tahu apa alasannya.
"Nanti Abang langsung pergi ke resto, jadi kamu diem di rumah, masalah perpindahan sekolah kamu Abang dah urusin" ucap bang Marshal
Aku mengangguk lalu tersenyum, karena aku gabut akhirnya aku memejamkan mataku dan akhirnya terlelap, berharap bahwa aku bisa bertemu dengan Gilang, jangan berfikir kalau aku sudah melupakan Fadhel dari hatiku, tidak, dia masih bertahta di hatiku, namun aku merindukan Gilang yang menyebalkan.
***
Aku sudah sampai di depan rumah bang Marshal, hanya satu tingkat saja, halamannya juga kecil namun asri, dan aku menyukai rumah ini. Sebelumnya aku sudah request pada Abang ku ini kalau aku ingin kamar yang ber background tengkorak dan di kabulkan mungkin. Aku juga meminta ranjang yang kecil, hanya untuk ku saja kan, jadi agar kamarku lega
"Ayo masuk"
Aku masuk ke dalam dan kemudian bang Marshal menunjukkan kamarku yang baru, saat aku membukanya, wow inilah kamar impianku.
Kamar bercat kan abu-abu dengan gambar tengkorak besar di atas ranjang dan tengkorak kecil di sekeliling, dan di atas langit-langit kamarku ini ada bintang yang akan terang ketika lampu di matikan. Sungguh interior idaman untuk ku, dan jangan lupakan bahwa sofa di sana juga ber motif tengkorak, astaga, abang ku ini memang pengertian sekali.
"Nah, kalau gitu kamu istirahat, oh Iyah kamar mandi kamu di sana, tapi maaf gak ada tengkorak di sana, masa kamarnya setan di kamar mandi juga setan" ucap bang Marshal
"Dih" sinisku
Aku segera masuk ke dalam kamar mandi dan melihat, bathub kecil, toilet nya jongkok? Not bad, dan shower, dinding nya juga bercat abu-abu namun terang.
Aku menyukainya, Ting!ยก! Handphone ku berbunyi
๐Aldi
P
Indah Lo dimana
Wawa kangen
๐.
Gw d Jakarta
Gw pindah di
Sorry gx pamit
Aku segera mematikan data dan kemudian aku segera mandi untuk kemudian beristirahat, aku merindukan semuanya, merindukan Aldi, Wawa, kak Daffa, Astrid, dan Gilang.
***
Depok and Jakarta sama aja lah, sama-sama macet, panas, banjir, tapi sayang sekali di Jakarta aku belum memiliki teman, di rumah aku selalu menghabiskan waktu dengan bermain video game.
"Dek Abang ke resto dulu, kamu jangan keseringan main PS, nanti mata kamu makin rusak" aku mengangguk, entah kenapa mulai saat ini semuanya berubah, bang Marshal menjadi lebih posesif padaku
"Ati-ati bang, jangan lupa bawa oleh-oleh ya bang" pintaku
"Tiap hari oleh-oleh Mulu, lama-lama bangkrut dompet Abang"
"Ya gak papa, duit Abang ini, eh hari ini belum dikasih uang jajan" pintaku
"Seriusan lu mau gua bangkrut" bang Marshal menjitakku tapi ia masih mengeluarkan uang senilai 30 ribu, tapi gak papa masih libur, nanti sekolah pasti naik.
"Jangan lupa, hari ini kamu masuk sekolah ke sekolah baru, virtual is daring" ucapnya
"Iya Abang, cerewet banget dah" ucapku
Aku segera menghentikan bermain game, dan ku lihat grup belajar sudah masuk semua, namun tak ada nama Gilang di grup belajar ini, mungkin beda sekolah.
__ADS_1
๐Pak mustar
Pagi anak" hari ini kita kedatangan murid baru, pindahan dari Depok, namanya Indah, ayo sapa semuanya
๐.
Pagi, aku Indah, salam kenal
๐0881********
Hola, boleh kenalan? PC dong
๐0897*******
Pagi neng, dah punya pacar belum?
Dan perkenalan yang menyebalkan lainnya, aku memutuskan untuk mensilent handphone ku, lalu aku kembali bermain game, masalah tugas? Nanti saja, belajar online itu enaknya pake banget, ngerjain tugas gak ada batas waktu, sekalinya ada batas waktu paling satu Minggu.
"Gue laper! Ada apaan ya?" Aku berdiri dan bergegas ke dapur
Aku membuka kulkas, namun hanya ada keju rendah lemak, karena lapar akhirnya aku memakannya. Lagipula aku masih belum bisa memasak, dulu saat di kost setiap masak pasti ada campur tangan Gilang, ngomong-ngomong soal Gilang aku jadi merindukan Fadhel, sedang apa dia sekarang?
Iseng-iseng aku membuka akun medsos nya, sekedar untuk menstalking nya saja, namun fotonya menyakitiku, ah sudahlah
Yah di foto itu terdapat Fadhel dengan kekasih nya, sesak? Ya, sungguh sesak, niat hati ingin menghilangkan kegabutan, namun justru malah menimbulkan kesakitan.
"Gilang gue butuh Lo" lirihku
Aku membuka galeri, terlihat foto-foto ku dengan Gilang, dengan wajah yang sangat konyol, aku tersenyum melihatnya, hatiku menghangat, aku merasa bahwa Gilang dekat dengan ku.
Ting!ยก! Sebuah notifikasi dari nomor yang tidak kukenal, mungkin itu Gilang, aku segera membukanya
๐088256******
P
SV Arga
๐.
Y
๐Arga
Cuek amat
Kenal syahlul?
๐.
Yg mn
๐Arga
Send a picture
Aku segera membuka foto itu dan ternyata itu foto keponakanku, ya bagaimana dia bisa tau? Apakah alul bicara padanya?
๐.
Knl
๐Arga
Salken ya, dulu tinggal di Bandung
Kakak kelas syahlul, dia bilang lu Tante nya
๐.
__ADS_1
Y
Cobaan apalagi ini, kenapa selalu saja ada yang menyebalkan dan sok kenal seperti nya. Kenapa setiap berkenalan selalu dengan yang seperti ini, dulu kak Daffa, lalu Gilang, dan sekarang Arga
๐Arga
Brp taun?
๐.
16
๐Arga
Gw 18, hehe keren kan, gak naik kelas gw tuh
๐.
O
๐Arga
Tau gx alasannya
๐.
Gx
๐Arga
Krn dulu gw pengobatan k luar negri
Keren gx?
๐.
G
๐Arga
Jujur amat
Aku mematikan data lalu aku mencoba untuk berbaring di ranjang, aku lelah, bukan, bukan lelah fisik, namun aku lelah hati dan fikiran, entahlah rasanya aku ingin menyusul papa ke sana.
Papa indah kangen papa, indah juga kangen kakek dan nenek, jemput indah pa
***
Kamar indah
Background belakang kasur
Background sekeliling kamar
Kasurnya anggap aja kasur kecil
Sofa di kamar
Gitar
__ADS_1
Kamar mandi