
Pagi ini begitu cerah, namun tidak dengan hatiku, aku melihat ke arah rumahku, ada mama dan tunangannya itu tengah berciuman di sebuah kamar. Jangan tanya kenapa aku bisa tahu, rasanya mataku semakin tajam saja akhir-akhir ini.
"Dek" Bang Marshall dan bang Darren mendekati ku
"Princess"
"Kita pulang sekarang ke Jakarta" ucap bang Darren
Aku mengangguk.
"Dah, mau balik sekarang? Kenapa gak nanti aja?" Tanya Aldi yang sudah dekat dengan kami
"Gua harus sekolah di" ucapku
"Ok, tapi jangan lupa kabarin gua, kalau gitu kita sarapan dulu yuk"
Bang Marshall dan bang Darren mengikuti kami ke bawah untuk sarapan. Sepanjang waktu breakfast, hanya terdengar suara Aldi dan juga aku yang saling meluapkan rasa rindu. Jujur sekali aku sangat merindukan nya. Dia sahabatku yang selalu mengerti aku
"Gimana kabar lu sama Fadhel?"
Deg* Lagi-lagi Fadhel. Aku tersenyum, yah beberpa hari ini aku bahagia karena Fadhel, namun tak bisa ku pungkiri, foto yang Fadhel kirimkan membuatku merasa kan sakit juga. Yah foto itu memperlihatkan Fadhel tengah berdua dengan kekasihnya dengan menyatukan kepala mereka yang artinya berdempetan. Mereka bagaikan perangko.
"Biasalah, gua cuma temen sama dia" ucap ku
"Loh kok? kenapa gak ada kemajuan padahal gua menghindar biar lu mepet sama dia"
"Sa ae lu kutil" aku menumpuknya dengan perkedel yang mengenai dahinya
"Sialan lu"
Aku tertawa melihatnya kesal. Tuhan, bolehkah aku menghentikan waktu sesaat? Aku ingin selalu bahagia bersama sahabatku ini. Dan melihtnya bahagia.
__ADS_1
"Sekarang giliran gua yang nanya, gimana hubungan lu sama Winda?"
"Apaan dah gua gak mau kali sama cewek areng kek dia" ucap nya
"Jan gitu, nanti kemakan omongan sendiri lu" ucap ku meminum jus tomatnya
"Udahan yuk, kita pulang" ucap bang Darren
Aku melirik bang Marshall dan bang Darren yang udah siap. Aku melihat ke arah Aldi.
"Jaga diri lu baik-baik aja ya" ucap Aldi
"Sip, jaga juga princess kesayangan gua" ucapku yang kumaksud adalah Wawa
"Pasti dong"
Aldi memelukku. Aku membalas pelukannya erat, Rindu sekali aku padanya. Aldi tertawa ketika aku tak mau melepas pelukan itu. Sampai akhirnya bang Darren yang turun tangan, menarikku meskipun lembut namun akhirnya aku mau.
***
"Terserah lu" jawab bang Marshal
"Gak ada, lu harus sama Abang oke" ucap bang Darren
"Tapi-"
"Lu bisa main ke rumah gua, lagipun gua balik kerja paling jam 4 jam 5 and dari resto, ntar lu ke rumah aja, sampe jam 7 baru ke rumah si kutil ini" jelas bang Marshal
"Sialan lu seganteng ini di sebut kutil, perlu diperiksa tuh mata"
"Oke deh" jawab ku
__ADS_1
Karena perjalanan yang lumayan lama plus macet, aku akhirnya memutuskan untuk tidur, lumayan walaupun hanya setengah jam atau satu jam lah. Setidaknya aku tak bosan.
***
Aku terbangun dan melihat jarum jam menunjukkan pukul 2 siang, ah ternyata lama pula aku tidur. Namun tunggu, ini bukan kamar ku, kamar ini berdominan abu dan hitam, namun ini bukan kamarku. Kamarku bernuansa tengkorak dan tak seluas ini juga. Tapi kulihat barang-barang ku sudah tertata rapi di sini. Astaga aku dimana. Apakah aku di culik?
"Udah bangun Princess, ayo kita makan siang dulu" ucap bang Darren
Ah aku baru sadar ini pasti di rumah bang Darren. Aku tersenyum melihat Abang kandung ku itu, Sampai kemudian bang Darren mendekati ku dan tersenyum pada ku.
"Nyaman gak?" tanyanya
Aku melihat sekeliling, dengan pelan menggeleng, aku masih canggung dengannya.
"Suka tengkorak ya? Yaudah nanti di desain ulang, sesuai permintaan lu tuan putri" ucap bang Darren hormat
Aku tertawa melihatnya. Ah abangku yang satu ini kenapa menggemaskan sekali. Bang Darren lalu melihat ke arah ku dan menggendong ku.
"Abang turunin" ucapku
"Gak mau, lagian diajak makan siang aja susah banget"
"Abang gimana kalau aku ileran?"
Bang Darren melihat ke arah ku dan mencium pipi ku.
"Gak ada iler, kalau ada berani sekali tuh iler buat jelek muka Ade Abang ini" ucap bang Darren
Aku tertawa, seketika aku bisa melupakan semua kesedihan ku. Kuharap aku bisa bahagia di bawah bimbingan kakak ku ini. Dan ku harap, aku tak lagi merasakan sakit yang teramat dari mama.
***
__ADS_1
Mas Lapat dari Thailand