Broken Heart

Broken Heart
43


__ADS_3

Hari-hari ku lalui dengan tawa, karena aku juga senang, Gilang selalu menemani ku, Gilang juga selalu membantuku, aku sangat senang.


"Indah, gue laper, masak tteobokki dong"


"Iyah bentar" ucapku lalu aku menyiapkan ttoboekki instan itu, Gilang menungguku di kamar, kita baru saja mengerjakan tugas online


"Nih" sodorku ketika sudah matang


"Tinggal beberapa hari lagi lebaran, Lo balik ke rumah?" Tanya Gilang


"Gak kayaknya, ntaran aja, kenapa emang?" Tanyaku


"Lo udah beli baju buat lebaran?" Tanya Gilang


"Dah kek bocil aja harus ada baju lebaran, kagak ah, baju gue masih banyak" jawabku malas


"Ya kan Lo harus beli, biar nanti pas ketemu nyokap Lo dalam keadaan fresh, ayo beli, kita ke mall yang waktu itu" ajak Gilang sambil memakan makanan nya


"Nih" Gilang menyuapiku dan aku menerima nya


"Males ah, beli online aja, lagi pandemi gini" jawab ku malas


"Gak ada, kurirnya kasian, mau lebaran, udah Lo harus ikut biar bisa milih-milih"


Aku terdiam, lalu aku mengangguk. Memang susah jika harus berhadapan dengan cowok keras kepala kayak dia.


"Udah makan kita otw, sana mandi dulu, siap-siap, jangan dandan" ucap Gilang


Aku segera mandi dan berganti pakaian di dalam kamar mandi, setelah nya aku keluar, aku bercermin, memoleskan sedikit cream wajah di wajahku dan juga bedak bayi di wajahku, tak terlalu banyak, natural saja, dan tak lupa aku membubuhkan Liptin sedikit di bibirku lalu meratakannya dengan jariku, dan siap, ets parfume, aku memakai parfume Casablanca.


"Cantik banget dah cewek gue" ucap Gilang, aku hanya mendelik kesal pada nya


"Gue juga mau mandi ah" Gilang bergegas mandi, dan setelah mandi aku tertawa ketika Gilang bersiap seperti ku,memakai cream wajah dan bedak bayi, saat hendak memakai Liptin Gilang berfikir terlebih dahulu untuk kemudian dia tak jadi memakai nya, Gilang memakai parfumnya sendiri.


"Yuk" Gilang menarik tanganku


"Bentar, Lo belepotan Gilang" ucapku lalu melap wajah nya dengan tissue


"Dikit doang, biar jadi keren"


"Jelek bukan keren" jawabku


"Kejam bener dah bini gua" katanya merajuk


Aku dan Gilang pun akhirnya pergi menggunakan mobil Gilang, aku tersenyum pada Gilang sesekali, ketika dia mencium punggung tanganku, mungkin orang-orang akan berfikir kalau kami ini pasangan, padahal kami hanyalah sebatas teman


"Lang, emang Lo mau beli juga?" Tanyaku

__ADS_1


"Iya" jawabnya


"Ok"


Cukup lama kami di perjalanan, sampai akhir nya kami sampai dan segera masuk, Gilang membawaku ke lantai 4 dimana kaus dan celana di jual.


"Ndah tuh ada daleman, warna pink lagi" tunjuk Gilang ketika kami menaiki eskalator dan dia melihat hal yang menjijikkan itu


"Dih mesum lu" aku menoyor kepalanya


"Hehe"


"Lo mau beli apa?" Tanya Gilang


"Gue pengen kaos, sama celana kulot, terus sama sepatu gunung"


"Lu cewek apa cowok? Sekali-kali beli dress kek" ledeknya


"Suka-suka gue lah, gue yang make juga" ucapku


Setelah sampai di lantai 4, kita segera mencari kaus sesuai selera ku, aku membeli dua kaus dan satu kemeja, satu kaus berwarna navi dengan tulisan yang aku kurang memperhatikan nya, lalu kaus pilihan Gilang, berwarna blue baby dengan gambar kucing yang super imut, dan terakhir kemeja Levis pilihanku dengan rumbai-rumbai di bagian bawahnya. Aku juga membeli satu kulot dan dua Levis. Kulot nya berwarna abu hitam, sedangkan levisnya ada dua, yang satu panjang dengan sobekan, dan satunya lagi pendek dengan rumbai-rumbai di bagian bawahnya. Gilang sempat protes namun aku berhasil membuat dia bungkam.


Aku juga membeli beberapa sendal dan sepatu jelas modelnya adalah model cowok, namun Gilang membelikanku satu sepatu dengan model cewek, dan aku tak menyukai nya, walaupun Gilang selalu memaksa.


***


"Pergi kemana dulu, kalau ke warung, Indomaret, Alfamart, atau tempat belanja gitu gue fine aja" jawab Gilang memakan es krim di tangannya.


"Pergi ya pergi, jauh dan Lo gak bisa ketemu gue lagi"


Gilang terdiam, dia menatapku serius, lalu mencolek hidungku. Aku memiliki sebuah penyakit lang, penyakit yang katanya pembunuh nomor satu di dunia.


"Kemana?" Tanyanya


"Ya pergi- ah... Dahlah lupain aja" aku kemudian tersenyum, aku menyendok es krim Gilang dan memakannya padahal aku memiliki es krim sendiri dengan rasa strawberry.


"Gak boleh ndah, kalau Lo berfikir buat keluar negeri, gue harap Lo gak lakuin hal itu, kemampuan hacker gue belum maksimal buat tahu dimana Lo berada kalau Lo pergi nanti"


"Bahkan kemampuan hacker profesional sekalipun gak akan bisa dapetin alamat gue kalau gue pergi nanti" ucapku


"Ndah, Lo kenapa sih?" Tanya Gilang khawatir


"Gue mau pigi Lang, pergi jauh, ntah kapan, nanti kalau gue pergi, cari cewek yang baik ya buat Lo" ucapku santai lalu menyendokkan es krim ke dalam mulut Ku


"Jangan ngaco deh, gak ada yang boleh gantiin posisi Lo, mau saat ini ataupun nanti" ucap Gilang


"Lang, gimana persiapan Lo pergi ke Jakarta?" Tanyaku

__ADS_1


"Nahkan, gue yang pergi duluan, hehe" jawab Gilang cengengesan


"Hehe" aku membalas tawanya


"Gimana?" Tanyaku


"Gak gimana-gimana, orang masih lama"


"Iyah juga sih, gue laper Lang, cari makan yuk" rengek ku


"Baru juga makan eskrim" jawab Gilang mencubit hidungku "ya udah ayo" Gilang menarikku


Kami ke bawah, dimana tempat stand makanan ada di bawah, kami mencari makanan yang kami suka, saat ini mall sedang penuh pengunjung sehingga Gilang menggenggam tanganku erat, katanya takut aku hilang di kantongi orang lain. Dasar Gilang, aneh-aneh aja.


Dan kami berhenti di sebuah tempat dimana di sana menjual pizza mini. Dan harganya hanya 10 ribu. Kami membeli dua porsi dengan minumannya.


"Ini mah pizza nya kw Lang" ucapku


"Jangan ngomong gitu ndah, ini tuh usaha mereka, kita kan harusnya menghargai, di masa pandemi gini mereka masih berusaha buat nafkahin keluarga nya" ucap Gilang


"Iya juga sih, malu gue, Lo terlalu bijak kalau jalan sama bocil kaya gue" jawab ku malu


"Semua ada prosesnya, nanti juga Lo dewasa gak akan manja lagi"


"Gue gak manja Gilang" kesalku


Gilang hanya tertawa menanggapi ku, tawa ini, hanya tinggal beberapa hari lagi, Gilang akan pergi, membawa senyuman nya dan tawanya, kalau di lihat-lihat apa yang temanku katakan ada benarnya juga, Gilang tampan walaupun menyebalkan, aku ingin memiliki kakak sepertinya.


Ting!¡! Hpku berbunyi, aku segera membukanya, ternyata dari sepupuku yang ada di Garut, bang Adam.


💌Bang Adam


P


Abang ek k Depok, ek k Bogor(Abang mau ke Depok, mau ke Bogor)


Ek k Ten a Sansan(mau ke tempat kak Sansan)


💌.


Aoghey


Gilang merebut handphone ku, dia menatapku tajam, apalagi PP bang Adam kan fotonya sendiri, Gilang pasti berfikir macam-macam. Ah, menghadapi dia memang harus ekstra sabar.


"Siapa?" Tanya nya


"Sepupu" jawabku

__ADS_1


"Oh" dia mengembalikan handphone ku, dan aku masukan handphone ku ke dalam saku. Setelah selesai makan kami pun pulang, sebelumnya Gilang mengantarkan aku ke kost.


__ADS_2