
"Ia, gua kangen tahu sama lu, udah beberapa hari ini gak masuk" Amel memelukku dan aku hanya tersenyum
"Eh bentar, hari ini kita ada pelajaran silat, entah darimana pelajaran itu berasal, tapi katanya sih materi doang" ucap Amel lagi
"Silat?" tanyaku
"Iya, materi doang katanya, semoga sih gak ada praktek"
Aku tersenyum "Bisa anter gua ke koperasi gak? Gua gak bawa bajunya" ucap ku
"Emang pake ya?" tanya Amel
"Emang gak pake?" Aku balik tanya
"Gak tahu, bentar" ucap Amel "Ga!!" Yaps dia memanggil Ingga yang tengah asyik bermain game online di bangkunya
"Apaan bantet" ucap Ingga yang membuatku tersenyum mendengarnya
"Tai lu, ini pelajaran silat nanti pake baju silatnya gak?" tanya Amel
"Iyalah, emang lu pikir pake apaan, bikini? Kaya sekolah ini punya lu aja" ucap Ingga mengundang tawa semua orang
"Ouh, ya gua kan cuma nanya"
Seketika satu kelas itu ricuh, ada yang menelpon ke rumah untuk diantarkan baju nya, ada yang sengaja izin kepada guru untuk pulang dan mengambil seragam, ada juga yang berencana pura-pura sakit. Ada juga yang akan meminjam ke anak-anak yang mengikuti ekskul silat. Sedang kan aku, sudah lebih dulu pergi ke koperasi bersama Amel.
"Pilih mel sesuai ukuran lu, ntar biar gua yang bayar" ucapku
"Aaaah Thank you, enak ya jadi lu, pasti oran tua lu tajir" ucap Amel
Deg!!! Orang tua? Bahkan melihat mama kandungku pun aku belum pernah, dan papa juga meninggalkan ku sendiri bersama dengan bang Darren tentunya, untungnya bang Marshall juga menyayangi ku.
"Orang tua gua udah gak ada" ucapku
"Eh, so-sorry" gugup Amel
__ADS_1
"Tenang aja kali, udah pilih buruan" ucapku santai
"Indah! Tante Delis meninggal?" Gilang tiba-tiba datang
"Lu gak perlu tahu" ucapku ketika sudah mendapat seragam nya dan membayarnya, sedangkan Amel, seakan bingung
"Lu jangan gitu ndah, bukan berarti Tante Delis mau nikah lagi dan lu gak anggap dia, dia tetep mama lu" ucap Gilang
Aku sudah kesal melihat Gilang "Gua duluan, dan berhenti ikut campur urusan gua" ucapku
"Lu berubah ndah" sempat ku dengar namun ku abaikan dan menarik tangan Amel untuk menjauh
"Ia! Lu ada hubungan apa sama Gilang?" tanya Amel
"Bukan siapa-siapa" mood ku hancur karena Gilang atau mungkin memang salahku, mama Delis memang mama ku juga, tapi aku juga kecewa pada mama Delis
Grep!!! Seseorang memelukku. Dari parfum nya aku tahu jika dia adalah Gilang.
"Gua duluan ya, kalian selesain dulu, dan jangan sampe Arga tahu atau nanti dia ngamuk" ucap Amel
Aku mencoba melepas pelukannya. Namun kedua tanganku di genggam erat olehnya. Untungnya suasana di sini sedang sepi.
"Lepas!" ucapku
"Gak mau, jelasin dulu apa maksud lu tadi" ucap Gilang
"Itu urusan gua, lepas"
"Urusan lu juga urusan gua indah" Gilang berbisik di telingaku
"Ish, lepas Gilang Wijaya"
"Gak mau Indah ayu lestari" ucap Gilang
"Gua bukan indah" ucapku
__ADS_1
"Terus siapa? Nyonya Wijaya?"
"Gua Angie, lepasin gua" ucapku
"Lu kok makin ngelantur" ucap Gilang
"Ish lepas, Anj-hummmp" Belum selesai aku mengumpat mulutku sudah di sumpal oleh tangan Gilang
"Jelasin dulu" Gilang membalikan tubuhku dan menghadap dia
"Karena mama Delis bukan mama kandung gua dan nama asli gua Angie" ucapku lalu menendang kaki Gilang lalu kabur
"Indah, ish sialan lu" Gilang mencoba mengejar namun lambat karena tulang keringnya aku tendang.
Brughh!!! Aku menabrak Arga yang tengah berjalan bersama Aldi
"Awwwh" ucapku karena percayalah meskipun pelan tapi dadanya keras loh
"Lu gak papa?" tanya Arga
"Gak papa, gua duluan ya" ucapku lalu pergi
Setelah sampai di kelas, Mulya yang tadi memanggil Arga saat pembagian brosur sudah ada di sana. Dengan seragam silatnya.
"Ia, ayo kita ganti" ucap Amel
Aku mengangguk dan mengganti pakaian di kamar mandi, lalu kembali ke kelas. Mulya tersenyum melihatku. Ada apa?
"Indah kan?" tanya Mulya
Aku mengangguk
"Gua Mulya, Oh iya ini ada beberapa materi dari guru, di suruh ke lu in, katanya dulu lu ikutan ekskul silat, jadi pasti paham, dan guru juga gak bisa hadir" ucapnya memberikan buku yang sudah di kasih pembatas
"Oke, thank you" ucapku
__ADS_1
Lalu dia pun keluar, meninggalkan kelas kami, dan kemudian aku memulai menjelaskan semuanya.