
Malam ini aku sengaja turun ke bawah untuk makan malam, namun mama tak ada di ruang makan, aku ingin meminta maaf pada mama. Aku melihat foto-foto ku sedari kecil tertata rapi di satu figura besar, yah foto dimana dulu saat papa dan mama belum bercerai.
"Pa, Indah kangen papa, kapan papa jemput Indah?" Ucapku lemah
"Non mau makan sekarang atau nanti saja?" Tanya pembantuku
"Sekarang aja bi" jawabku lalu aku pun makan malam tanpa siapapun, hanya sendirian.
"BI, kak ayu kemana?" Tanyaku
"Tadi non ayu pergi non bibi juga gak tau kemana" ucap pembantuku
Aku tersenyum, miris sekali hidupku, aku juga ingin tinggal sendiri, namun apakah aku sanggup?
"BI, saya pergi ya, jaga rumah baik-baik" itu suara mama, mama bahkan tak menyapaku, aku melihat ke arah mama
"Ma" panggilku
Mama berhenti melangkah, aku berjalan dengan sedikit kesakitan, berusaha terlihat biasa. Aku tak mau merepotkan orang lain lagi.
"Ma, maafin Indah, gak seharusnya Indah ngomong gitu ke mama, Indah beruntung punya mama, Indah tau mama orang baik cuman tadi karena mama capek, jadi maafin Indah ma" ucapku
Mama terdiam, kaki ku sudah sangat sakit, aku terdiam menunggu reaksi mama, mama bahkan belum bereaksi namun kakiku sudah tak tahan, boleh saja kalian sebut aku lebay namun ini benar-benar sakit, aku memegang ujung sofa terdekat berusaha menopang tubuhku aku juga berusaha menahan sakit, dan akhirnya bruk! Aku terjatuh
Mama berbalik dan melihat ke arahku, aku melihat ke arah mama, aku tersenyum lalu mencoba untuk berdiri, mama hendak membantuku namun aku menggeleng cepat tanda aku tak apa-apa.
"Aku gak papa ma-" ucapku
"Dek, maafin mama juga" ucap mama singkat lalu memelukku tanpa sadar mama telah menyenggol sedikit kakiku.
Nyeri! Namun berusaha aku tahan, saking tak tahannya aku atas sakit yang ku rasa, air mataku menetes.
"Jangan nangis dah, maafin mama" ucap mama
Bukan itu ma, kakiku sakit, ntah karena apa aku tiba-tiba langsung merasakan dunia begitu ringan dan kemudian gelap.
__ADS_1
***
Bau obat begitu menyengat di Indra penciuman ku, kemudian atap-atap putih di iringi lampu menyilaukan mataku. Aku berusaha membuka mataku dengan sempurna namun terlalu silau.
"Indah kamu gak papa sayang?" Suara mama terdengar begitu khawatir
Kini aku dapat melihat mama yang berada tepat di samping ku, aku juga baru menyadari jika kini aku sedang memakai masker oksigen, apakah aku terkena covid sungguhan? Astaga tidak mungkin, aku tak mau.
"Maafin mama nak, mama gak peka sama kondisi kamu" ucap mama
Aku langsung kaget, apakah Mama sudah mengetahui penyakitku mengenai depresi? Apakah Mama akan kembali diam di rumah?
"Maafin, kaki kamu, kaki kamu...."
Deg....
***
3 hari berlalu
"Bagus gak ndah?" Tanya Gilang
"Bagus kok, buka nanti kita beli cilok yuk, gue mau cilok" ucapku
Ya hari ini juga hari ke 3 aku dan umat Islam berpuasa, Gilang tersenyum padaku lalu mencubit hidung ku, aku manyun tak terima.
"Jangan keseringan, kemaren kan baru beli seblak, masa sekarang mau cilok sih?" Tanya Gilang
"Ya gimana atuh da aku teh mau" ucapku dengan logat Sunda
"Haha, belajar darimana bahasa itu?" Tanyanya
"Kan sodara gue ada yang di Bandung, jadi gue tau, banyak sih gak di Bandung doang, ada juga di Garut, Majalaya, di Cimahi, di Bogor, di Jakarta, sodara gue banyak Lang" ucapku
"Emang cucu anak sama cucu nenek Lo ada berapa?"
__ADS_1
"Anak nenek gue tuh 14, cucu 80 lebih, dan cicit juga banyak, bahkan gue dah punya cucu dari sepupu gue yang di Bandung" ucapku
"What?!?" Kagetnya
"Kayaknya kalau mau nikah sama Lo undangannya harus satu kampung" ucapnya
Aku melihat ke arah nya lalu menggeleng cepat "Lo kalau ngomong suka ngelantur tau gak?" Ucapku kesal "Lagian gue tuh niat mau nikah umur 27 an" ucapku
"Astaghfirullah Indah, Lo mau jadi perawan tua? Gak boleh, pokoknya Lo harus nikah umur 24 an, biar gue pas 25" jawabnya
"Yakin banget Lo gue bakalan nikah sama Lo" ledekku
"Yakinlah, harus yakin biar di kabulkan" ucap Gilang
"Gimana kalau Lo cuman jagain jodoh orang aja?" Tanyaku
"Ya gak papa, asal jodoh orangnya Lo gue sih fine fine aja, lagian kalaupun Lo jodoh orang gue bakalan berdoa setiap saat sama Allah biar jodoh Lo di ambil nyawanya terus gantiin sama gue" ucapnya
"Maksa, terus gimana sama jodoh Lo?"
"Gue gak peduli, mau jodoh gue gimana pun gue bakalan berdoa lagi semoga tuh cewek di jadiin jodoh orang lain" ucapnya lagi
"Dih maksa banget Lo" ucapku
"Gak papa yang penting ganteng dan pinter" ucapnya sombong
Aku menggeleng jengah lalu aku memutar roda kursi rodaku dan menjauh dengan di susul Gilang di sampingku. Aku tersenyum pada Gilang yang berada di samping ku, dia sedari tadi berceloteh mengenai hal-hal yang tidak penting.
***
minal aidzin wal Faidzin
maaf ya author jarang up, sibuk banget nyambut hari raya, author juga minta maaf karena banyak typo dan kesalahan dalam penulisan atau tulisan yang menyinggung para reader, mohon maaf sekali lagi
see you ๐๐
__ADS_1