Broken Heart

Broken Heart
40


__ADS_3

Aku menjalankan kursi roda menuju kamarku yang baru, karena kesulitan jika memakai kursi roda untuk naik ke atas. Aku lalu berhenti di depan cermin, wajahku memang cantik, ya aku mencintai diriku sendiri karena itu aku memuji diriku sendiri, aku kemudian melihat lagi lebih detail, namun di wajahku tak terlihat raut kesedihan, yang aku lihat hanya sebuah wajah yang tidak terlalu bulat dan juga wajah yang menampilkan senyuman.


"Apakah gue bisa buat nyeritain sesuatu hal sama mereka? Sama Aldi, Gilang, Ivan, rasanya gue gak bisa, bahkan Aldi pun saat ini lumayan menjauh" ucapku bermonolog, aku tersenyum mencoba kuat walaupun kenyataannya aku sedang tak baik-baik saja, aku berat untuk melepaskan Gilang pergi, dan aku juga sedih karena Aldi semakin menjauh semenjak pernyataan waktu itu, kini untuk bercerita pada Aldi pun tidak bisa, karena aku harus sadar diri atas semua kesalahanku yang terlalu manja padanya sehingga menimbulkan rasa lebih.


Ting!¡!


Aku mengambil handphone ku dan melihat notifikasi dari operator, ah mengecewakan sekali, padahal aku berharap itu Aldi.


💌.


P


Aku menunggu dia membaca, namun sepertinya itu hanya harapan, aku masih menunggu hingga 10 menit berlalu, masih belum ada jawaban ataupun sekedar di baca. Aku kemudian melemparkan hp ku ke bed king size, aku lalu mendekat dan berpindah ke kasur. Aku membaringkan tubuhku.


Langit-langit kamar ini berbeda dari langit-langit kamarku yang itu, di kamar ini suasana nya sangat sepi, hanya ada suara detik yang berbunyi. Dan langit-langit nya juga putih tak seperti kamarku.


Aku kemudian mencoba memejamkan mataku, aku ingin relaks, akhirnya aku hampir terlelap sampai tiba-tiba


Ting!¡!


Aku terbangun dan melihat handphone ku itu, aku kaget karena hpku tepat di dekat telingaku.


💌Aldi


MBB, Bru brs futsal


💌.


Aoghey


💌Aldi


👍

__ADS_1


Dan seperti itulah Aldi sekarang, tak lagi seperti dulu. Aku kemudian memejamkan mataku untuk bisa terlelap.


***


Seperti sebelumnya hari ini aku sedang menulis sebuah novel di aplikasi NT. Hari ini adalah jadwal pesantren kilat dimulai, namun secara virtual, hari ini sambutan dari kepala sekolah melalui channel YouTube sekolah.


Aku mendengarkan YouTube sambil menulis novel. Tak kuhiraukan ucapan sambutan itu, aku hanya cukup mengisi absen di kolom komentar, lalu men silent suaranya. Kemudian aku fokus menulis novel.


Aku tersenyum ketika menulis novel itu, novel yang berisi antara cerita antara aku dan Gilang. Tiba-tiba aku mendengar sesuatu, bukan, itu Sura bertengkar lagi, hufft ini bulan puasa, apa tidak bisakah mereka berhenti untuk bertengkar?


"Kalau mama mau bawa indah balik ke asrama mama gak bakal buat dia sedih" ucap kak ayu samar-samar


Ha? Aku? Ke asrama, karena penasaran akhirnya aku keluar dari kamarku dan melihat ke bawah dengan bersembunyi.


"Mama tau yang terbaik buat indah, kamu jangan sok tau, kamu tuh cuman bisa nasehatin sesuatu yang gak tau benar atau salah"


"Ayu yakin indah bakalan kecewa kalau mama bawa indah ke asrama lagi"


"Terserah, intinya mama tetep mau bawa indah ke asrama" ucap mama tegas


"Ma, kalau mama masukin indah ke asrama artinya mama gak mau indah dalam rumah ini, kalau mama pikir indah bakalan mau ke asrama, oke, indah mau, tapi jangan harap indah bakalan balik jadi indah anak mama, jangan harap indah mau nganggap mama sebagai mama indah lagi, atau kalau mama masih kekeh mau masukin indah ke asrama, gak perlu ma, biar indah pergi aja dari rumah ini, indah gak butuh uang mama, indah gak butuh fasilitas dari mama, indah yakin indah bisa dapetin semua yang indah mau dengan usaha indah sendiri, indah gak akan ngerepotin mama lagi" ucap ku panjang kali lebar


Aku sudah terlalu kecewa, seandainya aku bisa bunuh diri aku pasti akan melakukannya, namun aku tak bisa.


"Indah" ucap kak ayu


"Gak papa kak, biar indah keluar aja dari rumah terkutuk ini" ucapku lalu berlari ke atas, aku mematikan kedua handphone ku dan juga laptopku, aku segera merapikan barang-barang ku, kecuali ATM dari mama.


Aku keluar dengan tas di punggung ku, mama melihat ke arahku, aku berusaha buat cuek. Mama tiba-tiba mendekat lalu menahan tanganku, aku menepisnya dengan lembut.


"Mama yakin kamu gak akan bertahan di luar lebih dari seminggu" ucap mama


"Kita buktikan sendiri, siapa yang akan menyesal nantinya" ucapku lalu pergi

__ADS_1


"Indah jangan" ucap kak ayu


"Gak papa kak, indah bakal baik-baik aja" ucap ku


Aku kemudian tersenyum kak ayu lalu pergi, sopir dan pembantu di sana menatapku sendu, aku menghampiri mereka.


"BI, pak, indah titip mama ya,indah juga titip kak ayu, indah mau pergi, semoga kalian tetep bahagia di sini" ucapku lalu memeluk keduanya


"Non bisa tinggal di rumah bibi" ucap pembantuku


"Gak usah bi, indah gak perlu hehe, biar pun indah tinggal di kolong jembatan sekalipun indah gak akan mau balik ke rumah ini' ucapku


"Non hati-hati ya, bibi bakalan sama non indah selama non indah butuh bibi"


Aku tersenyum lalu keluar, aku mengambil sebuah skateboard kemudian menjalankannya menjauh dari rumah. Hatiku sakit, namun aku tak mampu mengucapkan sesuatu pun.


Untungnya dalam ATM pribadi ku aku memiliki sekitar 68 juta, uang tabunganku selama ini. Aku kemudian mencari tempat pengambilan uang dan aku menemukannya di depan Indomaret. Aku segera menarik uangku sekitar 2 juta.


Setelah selesai aku kembali menaiki skateboard ku mencari sebuah kost-an. Namun tak kunjung mendapatkan nya. Aku merogoh handphone di tanganku.


Aku segera mencari di google sebuah kostan dekat dengan area sekolahku. Dan akhirnya aku menemukannya, tepat di bawah jalan masuk ke daerah sekolahku.


"Ok, masalah ini gue gak perlu khawatir" ucapku lalu aku segera menuju ke sana dengan berhenti menggunakan skateboard dan menaiki sebuah angkot. Dan begonya aku lupa jika aku tak memakai masker.


Tapi kan aku memakai angkot jadi aku bisa biasa saja. Setelah setengah jam menempuh perjalanan akhirnya aku sampai di tujuan. Aku segera mendekati ibu kost dan bertanya mengenai kost-an itu. Harga sewanya ternyata hanya 1 juta.


Akhirnya aku menerimanya, aku segera masuk dan mulai merapikan semua bajuku ke lemari di dalam kost itu. Aku juga merapikan buku-buku ku di atas sebuah meja yang entah untuk apa.


Dan ternyata kasur untuk tidur ada dua, lantas yang satunya untuk siapa? Entahlah biar nanti saja aku pikirkan hal itu.



Karena lelah akhirnya aku tertidur, ternyata hanya perjalanan dan membereskan segitu saja sudah lelah apalagi jika harus seperti pembantuku.

__ADS_1


***


maaf ya ia nya lagi sakit makannya jarang up


__ADS_2