
Gilang terbangun dan melihat indah sudah tidak ada di dekatnya. Ia pun segera bangkit duduk, melihat ke sekeliling untuk kemudian matang tertuju pada pintu kamar yang terbuka. Gilang pun berdiri dan kemudian ia keluar dari kamar indah. Ia turun ke bawah dan tak mendapati indah di ruang tamu, tiba-tiba Gilang mendengar suara di dapur. Gilang pun segera menuju dapur, dilihatnya indah tengah memakan sebuah puding. Sedangkan pembantu indah tengah masak.
"Hey, Lo gak bangunin gue" Gilang mencubit pipi indah
"Gak mau, gue gak mau bangunin Lo, nanti Lo makan puding gua" ketus indah
"Dih pelit Lo" ucap Gilang mengacak rambut indah
"Lo tidur lama juga ya" ucap indah menunjuk sebuah jam dinding di ruang makan
14:37 WIB
Gilang tak peduli, dia duduk di samping indah dan mulai memakan puding di depan indah. Gilang tersenyum melihat air puding yang belepotan di sekitar bibir indah.
"Makan tuh jangan belepotan" ucap Gilang hendak menyentuh bibir indah namun segera di tepis oleh indah
"Apaan sih Lo?" Tanya indah kesal
Lalu indah membersihkan nya sendiri, dan kemudian membuang tisu yang dipakainya tadi ke tempat sampah
"Yah Lo mah gak romantis, tiban ngelap aja kagak boleh" rengek Gilang
"Demi?" Tanya indah "gue gak suka, lu pikir ini sinetron apa? Atau kisah novel? Kagak ya, ini nyata Gilang, bangun deh" kesal indah
"Dih, gak asyik Lo" ucap Gilang
"Ngomong-ngomong Lo udah pernah pacaran?" Tanya Gilang kembali memakan puding yang tinggal sedikit dan akhirnya habis oleh indah
__ADS_1
"Udah, sering malah" jawab indah lalu berjalan ke tempat cuci piring dan menyimpan bekas pudingnya, lalu indah berjalan menuju kulkas, lalu mengeluarkan sebuah cake coklat
"Lu demen makan, tapi kok gak gendut?" Tanya Gilang heran
"Tau tuh" ucap indah acuh
"Berapa kali lu pernah pacaran?" Tanya Gilang lagi
"Lu kayak polisi, banyak nanya" ledek indah
"Jawab ih indah" kesal Gilang
"Emang kenapa sih? Kagak mau Lo sama gua?" Tanya indah kesal
"Bukan gitu, tapi kan gua pengen lebih kenal sama Lo" ucap Gilang
"Paling lama sama siapa?" Tanya Gilang lagi
"Apanya? Perasaan atau status?" Tanya indah balik
"Perasaan" jawab Gilang
"Gak ada, gua gak serius sama mereka" ucap indah mulai memotong cake nya menjadi beberapa bagian dan memakannya
"Status deh" Gilang pasrah
"Sama, kayaknya Rian deh, soalnya Rian tuh dah 1 tahun pacarannya, terus kalau kak Jabar sih kayaknya dua bulan, kalau Ivan, lima bulanan, kalau kak Iqbal kayaknya empat bulan" ucap indah mengingat
__ADS_1
"Kalau Lo gak serius sama mereka terus Lo serius sama siapa?" Tanya Gilang lagi
"Lo kepo deh" kesal indah
"Jawab elah" desak Gilang
"Gua waktu SD suka sama Septian, dah 2 taun gua suka sama dia, kalau pas SMP, gua dah empat taun sama taun sekarang suka sama Fadhel" ucap indah
Seketika Gilang langsung terdiam, mendengar indah menyukai Fadhel cukup menyakitkan.
"Kalau Aldi?" Tanya Gilang
"Dia? Sahabat gua" jawab indah
"Syukuran, gua takut dia suka sama Lo" ucap Gilang
Akhirnya keduanya pun memakan cake, tak berselang lama mama indah keluarga dari kamarnya dengan koper di tangannya
"Ndah mama pergi ya, kakak kamu malam ini pulang, dan Gilang tolong jagain indah ya" ucap mama indah lalu mendekati indah dan mencium pucuk kepala indah, setelah nya dia pun pergi ke bandara
"Hufft" indah membuang nafasnya kasar
"Kenapa?" Tanya Gilang
"Gak papa" jawab indah lalu meninggalkan meja makan dan berlalu menuju ruang keluarga dan akhirnya menonton televisi
Gilang pun Hanya mengikuti indah dari belakang. Sebenarnya Gilang tau jika indah kecewa karena selalu di tinggalkan namun Gilang mencoba untuk diam, biarlah indah sendiri yang bercerita nanti.
__ADS_1