
Indah POV
Gilang masih di sini, sedari tadi pagi Gilang ada di rumahku, dan anehnya mama ngizinin dia masuk ke kamarku. Jangan berpikir macam-macam, Gilang sedari tadi diam. Dia hanya berbaring di sofa dengan mengotak-atik handphonenya.
Sesekali dia duduk dan kembali berbaring lagi, terkadang dia juga mengganggu ku. Dan anehnya aku tak keberatan Gilang mengganggu ku.
Ting¡¡¡
Siapa yang chat siang ini? Pasti Aldi. Tapi Aldi kan sedang main dengan teman-teman nya yang baru. Lalu itu siapa?
💌 Fadhel_04
Pagi indah
Dah makan belum?
Aku tau pasti belum makan ya
Tumben banget gak ke taman, kenapa?
Aku telpon yah
Angkat
Belum sempat aku jawab, Fadhel sudah meneleponku dan membuat Gilang menatap kepadaku. Seolah bertanya siapa yang menelpon.
Aku mengangkatnya dan menyimpan di telingaku, aku berdiri dari dudukku, dan berjalan menuju balkon.
'hallo indah'
"Y apaan? Ganggu banget sih Lo" ucapku sinis
'lagi ngapain ndah?'
"Lagi ngetik novel" ucapku lagi
__ADS_1
'masih suka aja, aku dukung deh' ucapnya dengan kekehan
"Iya, Lo ngapain nelpon gue?"
"Siapa ndah" Gilang mendekatiku dan belum aku menjawab telpon ku sudah beralih ke tangannya.
"Hallo?" Sapa gilang
"Iyah gue Gilang, kenapa?"
"Masih aja Lo gangguin dia"
"Kenapa? Gak suka? Ayo by one, gue jamin gue menang dan Lo harus jauhin indah"
"Lang udah ih" aku mencoba mengambil ponselku namun Gilang menghindar terus menerus
"Iyah sayang bentar ya, ini pebinor yang satu ini susah banget dibilangin" ucapnya padaku
"Gilang ih" kesalku
"Ih" kesalku langsung mengambil handphone ku
"Ndah,gimana Lo mau move on dari dia kalau Lo aja masih deket-deket sama dia" ucap Gilang padaku
"Udah deh lang, gue capek" aku masuk ke dalam dan menutup laptop ku dan aku kemudian duduk di sofa dan bersandar.
"Ndah, jalan yuk" rengek Gilang
"Gak mau" ucapku "ini masih pandemi Lang, kita gak boleh terlalu sering keluar rumah, bahaya" ucap ku mengingatkannya
"Iyah sih, yaudah ayo ke rumah gue aja, kita kenalan sama nyokap gue"
"Gak mau ah, malu gue, lagian kita masih kelas 1 SMA Lang, kita masih kecil, jadi stop deh" kesalku
"Ah, nyebelin Lo" ucapnya lalu berbaring lagi dengan menjadikan pahaku sebagai bantalnya
__ADS_1
Alhasil aku mengelus kepalanya, rambut Gilang lembut dan wangi. Sedangkan Gilang menyembunyikan kepalanya di perutku.
"Seandainya aja lang, gue bisa bales perasaan Lo, maaf ya, gue belum bisa" ucapku dalam hati
Ku dengar dengkuran halus dari Gilang, dan ternyata dia tidur, tak mau mengganggu nya, alhasil aku hanya bisa membuka hp ku dan membaca novel online dengan mendengar music slow agar tak mengganggu Gilang tidur.
nano-kamu
tak banyak perhatian kamu mengerti
tak harus ada bunga kamu mengerti
ku tak selalu ada kamu mengerti
cinta tanpa terucap kamu mengerti
mestinya kamu bisa tinggalkan diriku ini
tapi kau tak menyerah memelukku seutuhnya
kamu kamu yang terus mengerti aku
tak pernah terlukiskan betapa besar hatimu
kamu kamu dengarlah ini janjiku
kau milikku aku milikmu
hingga akhir waktu
***
maafin yah, author up-nya sedikit, soalnya author lagi sibuk nih, temen author lagi sakit, jadi harus selalu ada, sekali lagi maafin author ya.
pokoknya jangan lupa like, komen dan share. tapi kalau gak juga gapapa, hehe author gak maksa kok
__ADS_1