Bukan Pernikahan Luar Biasa

Bukan Pernikahan Luar Biasa
22. Membangunkan singa tidur


__ADS_3

"Memangnya kamu kenal sama dokter perempuan tadi itu?" Tanya Daniel saat dalam perjalanan menuju pemakaman.


"Iya, Mas. Aku sama Sarah pernah satu sekolah Waktu SMP dulu."


"Kenapa Mas? Kamu naksir ya sama Sarah?" Ucap Stella dengan mata melotot.


"Apa sih. Orang cuma nanya. Emang kalo aku naksir kenapa?"


Wajah Stella muram seketika.


"Ya ngga apa-apa sih, itu hak kamu." Jawabnya sambil memalingkan wajah ke arah jendela.


Daniel tersenyum tipis.


"Kamu tenang aja, aku bukan tipe laki-laki seperti itu. Satu wanita sudah cukup untuk ku." Jawab Daniel sambil terus menyetir.


"Bukannya laki-laki selalu ingin lebih?" ucap Stella masih dengan wajah kesal


"Lebih apa? Kamu satu aja belum aku apa-apakan."


"Siapa bilang belum di apa-apakan, kamu udah pernah bikin aku susah jalan berhari-hari"


"Emang iya, kok aku ngak ingat."


"Kamu lagi mabuk berat waktu itu Mas."


"Aku lagi nggak sadar aja udah bikin kamu susah berjalan. Apa lagi kalo aku lagi sadar."Daniel


"Aku sampai nangis tau." ucap Stella malu-malu.


"Nangis kenapa?" Daniel


"Sakit banget Mas."Jawab Stella.


Tapi kali ini Stella membisikkannya di telinga Daniel.


"Ssrreeeetttt.."


Daniel menghentikan mobilnya seketika, karena bulu kuduknya yang tiba-tiba merinding karena hembusan nafas Stella yang mengenai telinganya.

__ADS_1


"Huuhh" Daniel menarik nafas panjang.


"Kenapa berhenti?" Tanya Stella yang kaget saat Daniel tiba-tiba menghentikan mobilnya.


"Hah, Ak-aku mau beli bunga dulu buat di makam nanti.


Daniel bisa berkilah karena kebetulan ia berhenti di depan sebuah toko yang menjual beberapa jenis bunga.


"Kamu tunggu di sini, aku mau beli bunga dulu buat di makam nanti."


Daniel pun turun dari mobil.


"Astaga... Si piton langsung tegang, padahal cuma di bisikin gitu doang." Gerutu Daniel saat akan memasuki toko bunga.


Daniel memesan dua kantung bunga untuk di tabur.


Tapi matanya terpesona oleh keindahan setangkai mawar putih.


Ia pun membeli mawar tersebut.


Daniel kembali ke mobil dan meletakkan dua kantung bunga yang di belinya di kursi belakang.


"Ini buat aku Mas, Kamu so sweet banget." Jawab Stella dengan wajah berbinar.


Stella berkali-kali menciumi bunga tersebut.


"Ia tadi nggak ada kembalian jadi di kasih itu sama penjualannya." Ujar Daniel.


Daniel pun kembali melanjutkan perjalanannya.


Wajah Stella yang semula berbinar kembali bermuram durja.


"Oh, gitu. Kirain kamu sengaja beli buat aku." jawab Stella kecewa


Daniel terkekeh.


"Aku cuma bercanda, aku beli itu memang buat kamu." Jawab Daniel sambil tersenyum.


"Terimakasih.." ucap Stella memeluk Daniel yang sedang menyetir.

__ADS_1


"Hadeuhh... Godaan lagi." batin Daniel saat Stella terus memeluknya.


"Kenapa berhenti lagi Mas?" Tanya Stella saat Daniel menepikan mobilnya.


"Nyetir sambil di peluk gini bikin aku nggak fokus." Jawab Daniel.


"Jadi Mas nggak mau di peluk." Stella mengangkat tubuhnya yang sejak tadi mendekap Daniel.


"Bukan gitu. Aku berhenti biar fokus sama pelukan kamu." jawab Daniel bersandar di sandaran kursi kemudinya menahan gelora di tubuhnya.


"Makasih ya Mas," Stella mencium tangan Daniel.


"Untuk apa?"


"Buat semuanya, walaupun kamu nggak cinta sama aku tapi kamu selalu bersikap baik sama aku. nggak kaya difilm yang aku lihat kemarin, yang kalo suaminya ngak cinta pasti cuek, dan bersikap kurang baik sama istrinya." jelas Stella sambil bersandar pada Daniel.


"Memang Apa judul filmnya?" Daniel membiarkan Stella memeluknya.


"Suami kulkas." Jawab Stella dengan


"Hah, emang ada ya judul kaya gitu?."


"Ada, bagus Mas filmnya." Stella semakin menelusup ke pundak Daniel.


"Kalo kamu peluk kaya gini terus, tujuan kita bisa berubah ke hotel." Daniel


"Ok, kita ke makam dulu terus lanjut ke hotel, hahaha!" Jawab Stella bercanda.


"Kamu benar-benar nantangin aku ya? Kalo gitu kita ke hotel sekarang," Daniel langsung melajukan mobilnya.


"Kamu serius Mas? Terus nggak jadi ke makam?"


"Kemakam-nya bisa nanti aja."


Stella sedikit merasa takut karena Daniel sudah di kuasai birahinya.


"Aku cuma bercanda mas."


"Salah kamu sendiri bangunin singa tidur, siap siap aja kamu aku terkam tanpa ampun." Ujar Daniel sambil terus mengemudi.

__ADS_1


Daniel sudah mengganti jalurnya yang sudah tidak lagi menuju pemakaman umum.


__ADS_2