
"Apa pinggang-nya masih sakit?" Tanya Daniel saat dalam perjalanan pulang setelah menginap di hotel.
"Masih, pinggang dan perut bawahku masih sakit." Jawab Stella meringis.
"Maafkan aku ya! Gara-gara aku kamu jadi gini" Ucap Daniel sambil mengusap rambut Stella.
Stella pun hanya tersenyum.
Daniel memarkir mobilnya saat sudah sampai di rumah.
"Aku gendong aja ya?" Ucap Daniel saat membantu Stella untuk turun dari mobil.
"Nggak ah, Malu sama Mama. Waktu kamu gendong aku di hotel aja orang-orang pada ngeliatin aku." Jawab Stella.
"Yaudah, biar akupapah aja"
Daniel pun memapah Stella saat memasuki rumah.
"Ya ampun Daniel, Stella kenapa?" Terdengar Seruan Mama Sovia saat melihat Daniel memapah Stella.
"Daniel kamu apain Stella, pulang-pulang sakit gini?" Tanya Mama Sovia saat sudah berada lebih dekat.
Daniel hanya terdiam tidak tau harus menjawab apa.
"Nggak apa-apa Mam. Stella cuma keseleo." jawab Stella.
"Kalian dari mana sih, Ampe nginep segala?" Tanya Mama Sovia sambil membantu Daniel memapah Stella.
Daniel membantu Stella untuk berbaring.
Sementara Mama Sovia pergi ke kamarnya untuk mengambil sesuatu.
__ADS_1
"Mana yang keseleo? biar Mama oleskan krim hangat." Ucap Mama Sovia saat sudah kembali ke kamar Daniel..
Daniel dan Stella saling menatap.
"Mam. Bi... Biar Daniel aja yang olesi krimnya." ucap Daniel agak gugup.
"Nggak usah, biar Mama aja." Mama Sovia memaksa.
"Mam, Yang keseleo kan pinggang, jadi biar Daniel aja yang olesi. Takutnya Stella malu kalau Mama yang olesi." Daniel terus berusaha mencegah.
"Malu kenapa? Mama sama Stella kan sama-sama perempuan." ucap Mama sambil duduk di samping Stella.
"Sayang bajunya buka aja, biar Mama gampang ngolesin krimnya." Sambung Mama.
Daniel menepuk jidatnya, sementara Stella menatap Daniel meminta pertolongan.
Stella tidak dapat berkutik saat Mama membuka bajunya.
Wajah Daniel seketika memerah.
Sementara Stella mencerukan wajahnya di bantal karena merasa malu.
"Stella, Mama panggil dokter ya. Takutnya kamu kenapa-napa" ucap Mama sambil mengusap krim hangat di pinggang Stella.
"Nggak usah Mam, Stella nggak apa-apa."
"Niel lain kali jangan gini ah, kasihan Stella." Ucap Mama.
"Iya Mam." Jawab Daniel sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Sayang, kalau sampai siang pinggang kamu masih sakit kamu bilangn ya! biar Mama panggil dokter." Ucap Mama pada Stella
__ADS_1
"Iya Mam."
"Kamu istirahat ya, Mama ada di bawah. Kalau kamu ada Apa-apa panggil mama aja." Ucap Mama sambil menutup tubuh Stella dengan selimut.
"Iya Mam." Jawab Stella lagi.
Mama pun pergi dari kamar Daniel.
"Hadeuhh... Mama kenapa harus lihat sih!.." gerutu Daniel merasa malu karena Mama melihat hasil karyanya.
Daniel ikut berbaring di samping Stella.
"Mas aku malu." Ucap Stella
"Tidak apa-apa, Mama pasti ngerti. Dia kan juga pernah muda. Hehehe.."
"Hari ini aku ada meeting. Apa kamu tidak apa-apa kalau aku tinggal sebentar." ucap Daniel lagi.
"Tidak apa-apa Mas. Kan di rumah juga ada Mama."
"Aku janji, setelah meeting selesai aku langsung pulang."
"Iya Mas."
Setelah mendapat persetujuan dari Stella, Daniel langsung mengganti pakaiannya dan bersiap.
Sebenarnya Daniel ingin sekali libur hari ini, dan menemani Stella. Tapi pertemuan ini pun sangat penting untuk nasib perusahaannya.
"Aku pergi dulu ya. Kamu istirahat saja." ucap Daniel mengusap pipi Stella sebelum pergi.
Stella pun memejamkan matanya dan terlelap.
__ADS_1