
"Apa semua berkas-berkasnya sudah siap? Sore ini kita akan pergi keluar kota untuk menghadiri agenda penting bersama para pengusaha." Ujar Pak Antoni saat Stella memberikan beberapa berkas padanya.
"Sebentar lagi selesai Pak." Jawab Stella.
"Yasudah, selesaikan segera. Setelah itu kamu boleh pulang untuk bersiap-siap, karena kita akan menginap tiga malam di sana. Nanti sopir saya yang akan mengantarkan kamu."
"Ta-Tapi.. Apa kita hanya pergi berdua?" Tanya Stella ragu.
"Kamu tenang saja. Kita tidak berdua, karena Diana akan ikut. Kami akan sekalian berlibur di sana"
Stella bernafas lega. Karena ia merasa tidak nyaman kalau hanya pergi berdua.
"Baik Pak, Saya akan segera menyelesaikan pekerjaan saya dan pulang untuk bersiap-siap." Pamit Stella.
Stella pun kembali ke meja kerjanya, dan segera menyelesaikan pekerjaannya.
Dengan di antar sopir Pak Antoni Stella pulang ke Apartemen untuk mengemas pakaian yang akan ia bawa.
"Bi, Aku akan ke luar kota selama tiga hari. Bi Imas, baik-baik ya di sini." Ujar Stella Sambil berkemas.
"Non mau kemana?" Tanya Bi Imas Sambil membantu Stella berkemas..
"Aku belum tau mau kemana, Tapi Bos Aku bilang ada pertemuan dengan para pengusaha lain."
"Apa hanya pergi berduaan?" Bi Imas sedikit cemas.
"Bibi Tenang aja. Istrinya Bos Aku ikut kok."
"Syukurlah.. Bi Imas kira Non cuma pergi berdua. Bibi kan jadi khawatir."
"Bibi nggak usah khawatir, Pak Antoni dan Bu Diana orangnya baik kok."
"Yasudah, Non hati-hati ya."
"Iya Bi, Bibi juga hati-hati di sini." Stella memeluk Bi Imas.
"Makasih ya Bi, Bibi udah nemenin Aku di masa aku terpuruk kemarin." Ucap Stella lagi.
Bi Imas Hanya mengangguk terharu.
Stella segera kembali ke mobil yang sejak tadi menunggunya di loby Apartemen.
Sang sopir langsung membawa kembali Stella ke kantor.
"Stella, kamu sudah meminta ijin kan sama suami kamu untuk ke Bandung selama tiga hari?" Tanya Bu Diana Saat dalam mobil.
Stella gugup harus menjawab apa.
"Su-Sudah Bu." Jawab Stella.
"Kalau tidak kamu suruh saja suami kamu menyusul ke sana. Biar sekalian liburan. Suasana Bandung cukup romantis loh." Ucap Bu Diana bersemangat.
"Iya Bu, nanti saya suruh." Ucap Stella berbohong lagi.
__ADS_1
Stella terpaksa berbohong karena tidak ingin mengatakan apapun tentang pernikahannya.
Perjalanan Jakarta - Bandung Hanya memerlukan waktu beberapa jam.
Kini mereka pun sudah sampai di sebuah hotel bintang lima yang ada di kota Bandung.
"Stella, Apa kamu mau ikut makan malam di luar bersama kami?" Tanya Bu Diana saat mereka menuju kamar masing-masing yang ada di lantai dua belas.
"Oh, tidak usah Bu. Biar saya makan di kamar saja. Nanti malah mengganggu Ibu sama Bapak lagi." Ucap Stella menolak Sambil tersenyum konyol.
"Yasudah, selamat istirahat ya. Besok jam delapan kamu sudah harus siap untuk menghadiri pertemuan bersama saya." Ucap Pak Antoni.
"Baik Pak." Jawab Stella.
Stella pun segera masuk ke kamar yang di peruntukan untuknya.
Stella langsung menghempaskan tubuhnya di kasur.
"Huh.. Badanku rasanya lelah sekali." Ujar Stella Sambil memejamkan mata.
Karena terlalu lelah, Stella pun tertidur tanpa mandi ataupun mengganti pakaiannya.
Pukul Satu tengah malam Stella terbangun karena rasa lapar menyerang perutnya.
"Ya Ampun, aku ketiduran. Sampai lupa makan, Jadi kelaparan gini deh." Gerutu Stella.
Karena perutnya tidak lagi bisa menahan lapar, Stella pun nekat keluar untuk mencari makanan.
Ia berjalan menuju lift untuk turun.
Stella sedikit berlari saat melihat pintu lift yang akan segera tertutup.
"Tunggu!!!" Ucap Stella seraya berlari.
Bruugg!!
Karena terlalu terburu-buru, hak sepatu yang di gunakan-nya patah hingga membuat Stella menubruk seorang dalam lift.
Seorang yang mengenakan Hoodie berwarna hitam tersebut dengan sigap menopang tubuh Stella yang hendak terjatuh.
"Ma-Maaf." Ucap Stella Tertunduk.
"Stella!" Ucap seorang yang ternyata pria tersebut.
Karena merasa namanya di sebut. Stella pun menengadahkan wajahnya.
"Ma- Mas Daniel!" Ucap Stella gugup saat Daniel membuka penutup kepalanya..
Stella bringsut dari dekapan Daniel. Dadanya bergemuruh tidak karuan.
Daniel terdiam seolah sedang menyiapkan pertanyaan.
"Kamu sedang Apa di sini?" Ujar Daniel sedikit canggung.
__ADS_1
"Aku... Aku sedang ada acara kantor." Jawab Stella salah tingkah karena mereka kini hanya berdua dalam lift..
"Kenapa malam-malam belum tidur?" Daniel kembali melontarkan pertanyaan.
Belum sempat Stella menjawab, lift yang mereka Naiki tiba-tiba berhenti.
Stella Sangat ketakutan karena suasana pun menjadi gelap gulita.
Tapi meskipun ketakutan Stella tidak berani mendekat pada Daniel.
Stella mencoba menenangkan dirinya.
Daniel berinisiatif menyalakan lampu ponselnya.
"Apa kamu takut?" Tanya Daniel saat melihat wajah Stella pucat pasi.
Stella mengangguk.
"Tenanglah," Ucap Daniel mengulurkan tangan sehingga kini tangannya menyentuh tangan Stella.
Stella tidak berani mendekat. Ia lebih memilih tetap duduk di sudut.
Daniel bangkit dan mencoba menggedor pintu lift berharap ada yang mendengarnya.
Tapi usahanya nihil, mungkin karena ini sudah larut jadi tidak banyak orang yang berlalu lalang.
Keringat sudah mulai memenuhi wajah Stella karena hawa panas mulai menyelimuti.
Daniel meraih ponselnya, berharap bisa menghubungi seseorang untuk segera menolong mereka.
"Ah, Sial!! Kenapa harus tidak ada sinyal." Daniel berdecak kesal.
Daniel membuka Hoodie yang di kenakan-nya karena udara semakin terasa panas.
"Tenanglah, jangan panik. kalau kamu panik kamu bisa cepat kehabisan oksigen." Ujar Daniel menenangkan Stella yang terlihat ketakutan.
Daniel menggenggam tangan Stella, dan mendekat.
Daniel mengusap peluh yang bercucuran di wajah Stella dengan Hoodie-nya
Nafas Stella mulai berat. karena panik membuat nafas Stella tidak beraturan.
"Tenanglah, tarik nafas pelan-pelan dan hembuskan." Ucap Daniel memberikan perintah.
Stella pun melakukan seperti yang di suruh Daniel.
"Ya, seperti itu. Lakukan terus seperti itu." Ucap Daniel saat Stella terus mengatur nafasnya.
Sementara Stella terus mengatur nafasnya yang mulai sesak.
Daniel terus mencoba mencari pertolongan, dengan cara memukuli pintu lift dan menekan beberapa tombol berharap lift bisa segera terbuka.
Bersambung....
__ADS_1