
Stella dan Daniel kini Sudah berada di depan rumah mewah Milik Oma.
Ternyata benar dugaan Daniel. Stella berasal dari keluarga kaya raya.
Tapi Daniel bangga karena selama hidup dengannya Stella tidak pernah meninggikan dirinya, Ia selalu bersikap sederhana.
"Ayo Mas." Ajak Stella.
Setelah menekan Bell seorang Nany yang asing untuk stella membukakan pintu.
Tapi Nany tersebut langsung mempersilahkan Stella untuk menemui Oma dan Kin yang sedang berada di ruang keluarga.
Stella melihat Oma yang duduk di kursi bersama Kinara yang sedang mengasuh anak laki-lakinya.
"Oma." Ucap Stella saat jarak mereka sudah cukup dekat.
Oma Dan kin yang kala itu sedang fokus pada putra Kin, Seketika menoleh.
"Stella." Jawab kin dengan wajah terkejut.
Kin langsung menghampiri Stella, begitupun Stella, Mereka berhambur saling memeluk.
Stella pun menghampiri Oma, dan langsung memeluk wanita yang sudah sepuh tersebut.
Sementara Kin mempersilahkan Daniel untuk duduk.
"Kamu darimana saja? kenapa tidak pernah datang kemari." Ucap Oma sambil mengusap air mata di pipi Stella.
Belum sempat Stella menjawab, Perhatian Oma sudah tertuju pad ori yng duduk di kursi.
"Dia suamiku."Ucap Stella walaupun Oma belum bertanya.
Daniel pun menghampiri Oma untuk bersalaman, dan kembali duduk.
Kini stella menempel pada oma dan Kin.
Daniel pun mengerti itu.
"Sayang, ajak suamimu untuk makan, atau beristirahat di kamarmu. Setiap hari Oma menyuruh pekerja untuk membersihkan kamarmu, karena Oma selalu berharap sewaktu- waktu datang kesini."
Stella terharu sampai berkaca-kaca mendengar ucapan Oma.
"Nak, jangan sungkan. Kalau butuh sesuatu katakan saja."Ucap Oma sebelum Oma pergi ke kamarnya untuk beristirahat.
__ADS_1
"Kalian istirahat saja dulu, Nanti turun saat makan malam. Will sebentar lagi juga pulang."Ujar Kin sambil memangku putranya yang terlelap.
"Kin, Aku kangen sama Kamu." Stella memeluk Kin dengan manja.
Tapi kin menunjuk Daniel dengan bibirnya.
"Kasihan dari tadi suamimu terabaikan begitu." ujar kin.
Stella pun tersenyum malu. Karena terlalu senang Stella sampai sedikit mengabaikan Daniel.
"Maaf ya Mas. Kita ke kamarku dulu ya." Ajak Stella.
Daniel pun menurut dan mengikuti Stella untuk pergi ke kamarnya.
Stella langsung merebahkan diri di kasur.
Ia merindukan kamar ini.
Kamar yang menjadi saksi betapa besar cintanya pada Leo pada saat itu, Kamar itupun yang menjadi saksi betapa setiap malam ia merasakan rindu yang menggebu karena harus berhubungan jarak jauh dengan Leo.
"Kamu bahagia?" Tanya Daniel yang duduk di sisi ranjang.
"Iya, Mas. Aku bahagia sekali." Jawab Stella sambil tersenyum.
"Iya Mas." Jawab Stella.
Stella pun bangkit dari tempat tidur karena dia mengingat sesuatu.
Stella mengambil sebuah kotak cukup besar, dengan pita di atasnya.
Ia membuka kotak tersebut dan isinya masih utuh tak berkurang.
"Aku mau turun sebentar, aku akan meminta pekerja untuk membuang kotak ini." Pamit Stella.
"hati-hati. jangan terburu-buru." Jawab Daniel.
Stella pun turun.
Daniel cukup penasaran dengan kotak tersebut.
Kenapa Stella ingin membuangnya? Batin Daniel.
Daniel pun membuka kotak tersebut.
__ADS_1
Boneka boneka kecil, dan beberapa pernak pernik tersusun rapi di sana.
Tapi Perhatian Daniel tersita pada sebuah album foto.
Daniel mengambil dan membuka album tersebut.
Foto Leo dan Stella yang tertawa bahagia ada disana.
Ia pun membuka lembar berikutnya.
Suasana pantai Bali menemani potret kemesraan mereka.
Daniel pun menutup album tersebut, karena timbul sedikit rasa nyeri di hatinya.
Daniel segera kembali duduk di tempat tidur, saat mendengar langkah kaki di luar kamar.
Ternyata stella datang dengan seorang pegawai.
"Tolong bawa kotak ini, dan buang seluruh isinya. Kalau perlu bakar saja sampai tidak bersisa."Ucap Stella sembari menunjuk kotak tersebut.
"Dan ini, buang juga ini." Stella mengambil sebuah hiasan bunga mawar putih plastik yang di kemas sangat cantik.
"Tidak, buang saja. Nanti Suamiku akan membelikan yang lebih bagus." Jawab Stella.
"Baiklah. Saya permisi dulu."
Sang pekerja pun pergi dengan kotak yang di penuhi barang- barang pemberian leo dulu.
"Kenapa di buang?" Tanya Daniel
"Itu Barang-barang lama yang sudah tidak terpakai. untuk apa masih du simpan." Jawab Stella.
Daniel tersenyum sambil mengangguk.
Hati yang terasa nyeri karena sempat timbul rasa cemburu kini sudah pulih kembali.
Daniel senang karena Stella benar benar sudah pergi dari bayang-bayang Leo.
"Aku mencintaimu" Ucap Daniel sambil memeluk Stella dari belakang.
"Kamu kenapa Mas, kok mendadak jadi sweet gini?"Tanya Stella heran.
"Aku kangen, karena dari tadi di cuekin sama Kamu." jawab Daniel.
__ADS_1
Jangan lupa like & vote yaaa guyyss...