
Pukul Sembilan pagi Leo sudah rapi.
Leo akan mendatangi Apartemen Silvia seperti yang di ucapkan-nya semalam.
"Kamu mau kemana Le? sudah rapi sekali." Tanya Pak Pratama yang sedang duduk di kursi Santai bersama Mama Sovia.
"Aku mau bertemu teman Yah," Jawab Leo menghampiri.
"Jangan lupa sama janji kamu semalam ya." Sambung Mama Sovia.
"Iya Mam, Leo akan usahakan untuk secepatnya."
"Janji apa?" Tanya Ayah.
"Leo janji sama Mama untuk segera mengenalkan calon istrinya."
"Wah, betul itu. Kamu harus secepatnya menikah." Pak Pratama ikut antusias.
"Iya-iya. Kalau begitu Leo pergi dulu." Pamit Leo dan langsung pergi menuju Apartemen Stella.
"Beberapa hari ini Ayah tidak melihat Daniel, Kemana Dia?" Tanya Pak Pratama pada Mama Sovia.
"Beberapa hari yang lalu Daniel pamit mau ke Bandung. Katanya ada urusan pekerjaan. Mama sedih deh, kalau lihat Daniel dan Leo. Hubungan mereka sekarang menjadi renggang sejak kejadian itu."
"Kita bisa apa? Mereka sudah sama-sama dewasa. Nanti juga mereka berpikir sendiri." Pak Pratama.
"Mama juga kasihan sama Daniel, dia baru saja bangkit dari keterpurukannya. Sekarang malah patah hati lagi."
"Stella sekarang dimana ya? Mama kangen sama dia. Biasanya Stella yang nemenin Mama di rumah." Sambung Mama Sovia.
"Sebagai orang tua, kita do'akan Saja semoga anak-anak kita bisa menemukan kebahagiaan.
"Iya, Ayah. Aamiin." Jawab Mama Sovia.
__ADS_1
________
Setelah sampai di loby Apartemen, Leo kembali menghubungi Silvia. Untuk memberi tahu kalau dirinya sudah ada di sana.
"Aku sudah sampai di apartemen." Ucap Leo.
Silvia pun meminta untuk langsung ke kamarnya yang ada di lantai delapan.
" Duduklah. Aku tidak menyangka kamu akan datang sepagi ini." Ucap Silvia saat membukakan pintu untuk Leo.
Silvia masih mengenakan pakaian yang ia gunakan untuk tidur. yaitu sebuah hot pants dan sebuah tangtop
"Jadi aku datang terlalu pagi?" Ucap Leo Sambil duduk.
"Tidak apa-apa. Santai saja." Silvia pun duduk di sofa yang ada di hadapan Leo.
Leo menatap sekilas ke arah Silvia yang terlihat sangat seksi, Dengan tanktop dan hotpants yang di kenakan-nya.
"Bagaimana dengan tawaranku kemarin? Apa kamu bersedia?" Tanya Leo.
"Aku serius."
"Ya lucu saja. Kita bahkan tidak memiliki hubungan apapun." Silvia
"Memiliki hubungan belum tentu sampai menikah kan. Kalau kita menikah sudah pasti kita akan terikat dengan hubungan."Ungkap Leo .
Silvia Hanya diam.
"Aku akan mandi sebentar." Silvia mencoba menghindar dari topik pembicaraan.
Silvia bangkit dari duduknya untuk pergi mandi, Tapi Leo menarik tangan Silvia, membuat Silvia terjatuh dalam pangkuan Leo.
"Bagaimana?" Ucap Leo setengah berbisik.
__ADS_1
"Pak dokter tampan ini ternyata nakal juga ya!" Ujar Silvia saat wajah mereka saling berhadapan.
"CK Aku tidak sebaik itu, aku hanya laki-laki biasa. yang tidak tahan kalau di suguhkan pemandangan indah seperti ini."
"O, yeah. kalau kamu mau, Kamu bisa mendapatkannya tanpa menikah." Silvia berbisik di telinga Leo.
"Tapi aku ingin mendapatkannya setiap saat. Untuk itu aku ingin memiliki sepenuhnya." Leo mulai menempelkan bibirnya pada bibir Silvia.
"Apa kau yakin?" Tanya Silvia memegang kedua pipi Leo.
"Ya." Jawab Leo.
Leo langsung meraup wajah Silvia.
"Aku menyukaimu." Ujar Leo mengusap leher jenjang Silvia.
Silvia mengalungkan tangannya pada Leo, saat Leo mulai melepaskan tanktop yang di kenakan-nya.
Leo asyik menikmati permainannya.
Begitupun dengan Silvia, Mereka pun semakin terhanyut dalam permainan yang semakin panas.
Leo dan Silvia bermain dengan sangat lihai, karena mereka sama sama sudah berpengalaman dalam hal bercinta.
"Apa kamu suka?" Tanya Leo saat mereka sudah mencapai puncak.
Leo memeluk Silvia.
"Ya, aku tidak menyangka ternyata kamu sangat liar. Aku pikir kamu seorang dokter yang lugu."
Leo hanya tersenyum evil, mendengar ucapan Sill.
Bersambung....
__ADS_1
Perlahan-lahan terungkap siapa Leo sebenarnya guyysss....