Bukan Pernikahan Luar Biasa

Bukan Pernikahan Luar Biasa
63. Kembali ke rumah


__ADS_3

"Maaf ya, Tadi aku membentak-mu." Ucap Daniel sambil mendekap Stella.


"Iya ,Mas. Aku juga minta maaf karena sudah ingkar janji." Jawab Stella


"Besok kita ke rumah Mama, Aku mau meminta Mama untuk sering datang kesini supaya bisa menemani kamu"


"Tapi Mas, kasihan Mama kalau harus bolak balik kesini setiap hari."


"Nanti kita bicarakan dengan Mama bagaimana baiknya." Ujar Daniel lagi.


"Baiklah. Aku ikut saja." jawab Stella


"Sekarang sebaiknya kamu tidur. Karena kamu pasti lelah." Suruh Daniel.


"Iya Mas." jawab Stella.


Merekapun terlelap dengan saling mendekap tubuh satu sama lain.


_________


RUMAH MAMA


"Gimana kehamilan kamu sayang?" Tanya Mama saat Stella dan Daniel sudah berada di rumah Mama Sovia.


"Semuanya baik Mam," Jawab Stella.


Semua anggota keluarga sedang ada di rumah karena hari ini hari libur.


"Mam, mau tidak kalau untuk sementara waktu ini, Mama tinggal di apartemenku?" Ucap Daniel.


"Tinggal di apartemen kamu? memangnya kenapa?" Jawab Mama.


"Ya untuk menemani Stella, karena aku takut terjadi sesuatu padanya." Ucap Daniel lagi.


Mama Sovia terdiam.


Ia paham kenapa Daniel bersikap paranoid seperti itu.


"Tapi kalau Mama ke sana, yang ngurus Ayah siapa? nggak mungkin kan, Ayah ikut ke sana." kata Mama Sovia.


"Saran ayah, Sebaiknya kalian tinggal disini saja sampai Stella melahirkan nanti." Sambung Pak Pratama.


"Tapi Yah," Ucap Daniel ragu dengan saran dari Pak Pratama.


Bukan apa. Daniel tidak ingin kejadian dimana Leo tidak bisa mengendalikan diri terulang lagi.

__ADS_1


"Tinggallah di sini, karena Aku akan segera pindah ke rumahku" Ucap Leo yang baru turun.


"Nah betul itu, Sebentar lagi Leo Akan menikah dan tinggal di rumahnya. Sebaiknya kalian tinggal di sini saja sekalian temani Mama" Timpal Pak Pratama lagi.


"Apa kamu Mau tinggal di sini lagi sayang?" Tanya Daniel pada Stella.


Stella pun mengangguk tanda setuju.


Daniel pun setuju, Setelah beberapa saat terdiam.


"Baiklah, kalau begitu aku dan Stella akan kembali tinggal di sini."


Mama pun tersenyum senang karena Stella akan kembali tinggal di rumahnya.


Terlebih Sebentar lagi akan ada keriuhan dengan kehadiran Bayi kecil.


________


"Mulai besok aku tidak tinggal di rumah Mama lagi." Ucap Leo Saat sedang makan siang Bersama Silvia di jam istirahat.


"Kenapa? Apa terjadi sesuatu?" Tanya Silvia


"Tidak, Aku akan mulai tinggal di rumahku." Jawab Leo.


"Sudah cukup lama sebenarnya, memangnya aku belum pernah cerita ya."


"Belum. Kamu belum pernah cerita kalau sudah memiliki rumah sendiri."


"Yasudah, yang penting kamu sudah tau sekarang. Setelah menikah kita akan tinggal di sana."


"Okay, baiklah. Lalu kapan kamu ajak aku untuk melihat-lihat ke sana?" Jawab Silvia sambil menyesap minumannya.


"Weekend nanti saja, Aku akan sekalian membeli beberapa barang karena di sana masih sangat kosong."


"Baiklah, aku akan menemanimu." jawab Silvia lagi.


"Untuk beberapa malam sebelum rumahku di bereskan kemungkinan aku akan menginap di apartemen-mu. Apa boleh?" Tanya Leo.


"CK, Saat ini seluruh hidupku sudah milikmu Lee." Silvia berdecak kesal karena bersikap seolah-olah mereka baru saling mengenal.


Bahkan mulai malam ini Leo sudah mulai menginap di apartemen Silvia.


Silvia dengan gaya anggunnya duduk pangkuan Leo yang sedang duduk bersantai di balkon dengan sebatang rokok di tangannya.


Leo tidak menolak ataupun merespon sikap agresif Silvia.

__ADS_1


Leo membiarkan Silvia menggelayut di tubuhnya.


Sedikit banyak kini banyak hal yang berubah pada diri Leo. Dulu Leo seorang dokter dengan penampilan sangat rapi, tapi kini Leo terlihat lebih gagah dengan rambut tato di dadanya yang ia buat beberapa waktu lalu, Rambut gondrong dan ia pun membiarkan janggut tipis tumbuh di wajahnya.


Dulu ia bukan perokok, dan tidak pernah menyentuh minuman beralkohol.


Tapi kini semua itu sudah menjadi gaya hidupnya.


Silvia yang hanya mengunakan Dress tidur yang cukup terbuka, masih duduk di pangkuan sambil terus menyentuh tato di dada Leo.


"Honey, Pernikahan kita hanya tinggal sebentar lagi. Aku harap tidak ada halangan apapun sampai hari pernikahan nanti" Ujar Silvia sambil mengusap dada telanjang Leo.


Leo masih terdiam sambil terus menyesap rokoknya.


"Honey, kenapa kamu diam terus sejak tadi. Apa kamu sedang ada masalah?" Tanya Silvia lagi.


Leo pun segera mematikan rokoknya dan memangku Silvia yang sejak tadi bermanja di pangkuannya.


Leo cukup paham dengan apa yang sedang di inginkan wanitanya saat ini.


Setelah sudah kembali di dalam kamar Leo pun menurunkan Silvia dan menyudutkannya pada dinding kamar.


Tanpa banyak bicara Leo segera menikmati bibir manis gadis seksinya itu.


Ia terus memagut dengan tangan yang tidak tinggal diam.


Dress seksi yang semula melekat di tubuh Silvia kini sudah tergeletak di lantai.


Silvia menerima setiap perlakuan Leo dengan segenap hati.


Leo memagut bibir Silvia dengan kasar dan penuh nafsu.


Leo pun menuntun tubuh Sill yang sudah polos untuk berjalan menuju ranjang tanpa melepas pagutan mereka.


Tubuh Silvia terhentak hebat, ketika mereka melakukan penyatuan demi penyatuan.


Suara jeritan dan erangan pun seolah menjadi nada dalam permainan mereka.


Dengan nafas tersengal-senggal merekapun mengakhiri permainan panas di antara mereka.


"Kamu terlihat lebih cantik saat seperti ini Honey" Bisik Leo pada Silvia yang berbaring lemas dengan nafas yang masih nenderu-deru.


Bersambung.......


yang masih bocah skip yaaa..🤭

__ADS_1


__ADS_2