
Acara Makan malam di rumah Mama Sovia berjalan dengan sangat hangat.
Komunikasi antara Leo dan Daniel yang beberapa bulan terakhir memburuk, perlahan-lahan mulai terjalin.
Keberadaan Stella membuat Sill lebih mudah menjalin komunikasi dengan Mama Sovia.
Mama, Sill dan Stella berbincang dengan seru, membahas tentang dunia perempuan.
Sementara Daniel, Leo dan Ayah Pratama lebih banyak membahas tentang dunia politik dan pekerjaan.
Tak terasa malam semakin larut. Sill pun berpamitan untuk pulang.
"Leo antar Silvia dulu ya, Mam!" Ujar Leo.
"Iya, Nak. Kalian hati-hati ya!" jawab Mama.
"Daniel juga pulang dulu ya Mam!" Daniel ikut berpamitan.
"Kamu tidak menginap Niel?"
"Tidak Mam. Nanti saja! Kalau Daniel dan Stella pulang dari Bali, kami menginap."
"Kalian mau ke Bali?" Sambar Silvia saat mendengar ucapan Daniel.
"Iya, Sill. Akhir pekan nanti Kami akan pergi ke Bali selama beberapa hari." Jawab Stella.
"Kalau aku ikut, kalian keberatan tidak?" Sill menatap wajah Daniel dan Stella.
"Kita bisa kesana nanti" Sambung Leo.
"Tapi aku mau sama Stella. Lagian aku tidak akan mengganggu honeymoon kalian kok!" Ucap Stella dengan tatapan memohon.
Stella menatap Daniel, ia meminta Daniel yang memberi keputusan.
"Ya- Boleh saja. Bali itu kan milik umum. Siapa saja bisa kesana!" Jawab Daniel.
"Benarkah? Jadi aku bisa ikut."
"Kamu ikut ya Lee, Please!!" Silvia meminta pada Leo.
__ADS_1
"Iya-iya, Tapi aku harus mengajukan cuti terlebih dahulu." Jawab Leo.
Silvia pun tersenyum gembira.
"Mama sama Ayah, Sekalian saja ikut. Biar kita sekalian sekeluarga." Ucap Stella pada Mama Sovia.
"Sudah, kalian saja. Mama do'akan semoga kalian bisa bersenang-senang." ujar Mama.
"Iya, benar. Kalian pergi saja. biar orang tua seperti kami istirahat saja di rumah." Sambung Pak Pratama.
Silvia pun pamit dan pulang di antar oleh Leo.
Daniel dan Stella pun Ikut pulang setelah Leo lebih dulu pergi.
________
Beberapa hari kemudian....
Pulau Bali.
Stella, Daniel, Leo dan Silvia baru saja sampai di Bali setelah hampir dua jam menempuh penerbangan.
"Ok, Aku tunggu di pantai nanti sore." Ujar Silvia.
Mereka pun berpisah karena penginapan mereka berbeda.
Daniel sudah memesan dan memilih penginapan yang lumayan pribadi dari jauh-jauh hari.
Sementara Silvia dan Leo menginap di hotel.
Daniel dan Stella langsung menuju penginapan mereka.
"Ah, Akhirnya. Kita bisa honeymoon juga." Daniel menghempaskan tubuhnya di kasur empuk.
"Wah!! Ternyata di depan kamarnya ada kolam renang pribadi." Ucap Stella Saat ia membuka gorden kamarnya.
"Iya, aku sengaja mencari penginapan pribadi yang bernuansa romantis seperti ini." Jawab Daniel yang menghampiri Stella.
"Kamu mau berenang?" Ucap Daniel seraya memeluk Stella dari belakang.
__ADS_1
"Nanti saja Mas" Jawab Stella.
"Ayo, Kita berenang bersama-sama." Daniel menuntun Stella berjalan di pinggir kolam.
"Iya, kamu duluan saja." Jawab Stella yang lebih memilih duduk di bangku yang ada di pinggir kolam.
Daniel melepaskan bajunya dan langsung menyeburkan diri ke dalam kolam.
"Ayo sayang. Airnya segar sekali." Ajak Daniel pada Stella yang masih duduk di pinggir kolam.
"Benarkah?" Jawab Stella tidak yakin. Karena hari masih siang, dan matahari pun masih berada di atas.
Daniel mendekati Stella.
"Ayo cepat, Sini loncat."
"Kalau begitu aku pakai baju renang dulu."
"Tidak perlu. Lepas saja pakaiannya. Disini hanya ada kita berdua." Ujar Daniel lagi.
"Benarkah?"
"Iya."
Stella pun menanggalkan celana jeans dan t-shirt yang di pakainya dan hanya menyisakan underwear yang di kenakan-nya.
"Ayo loncat. Nanti aku tangkap." Daniel merentangkan kedua tangannya.
Stella pun melompat, dan langsung meluncur kedalam dekapan Daniel.
Dua insan yang sedang di mabuk cinta itupun saling mengungkapkan rasa cinta pada satu sama lain.
Yang membuat suasana semakin romantis dan intim.
Bagi Daniel dan Stella, Kali ini dunia serasa hanya milik berdua. (Yang tulis sama yang baca mah ngontrak, wkwkw)
Bersambung....
__ADS_1