Bukan Pernikahan Luar Biasa

Bukan Pernikahan Luar Biasa
42. Jodoh untuk Leo


__ADS_3

Leo sedang duduk termenung di sebuah cafe, Sambil sesekali menyesap kopi moccalate yang di pesannya, pikirannya terus memikirkan permintaan sang Mama.


"Aku harus menikah dengan siapa? bahkan saat ini aku sedang tidak punya teman dekat wanita." Batin Leo.


"Sorry apa aku boleh duduk di sini? semua meja penuh soalnya." Ujar seorang wanita.


"Ya, silahkan." Jawab Leo tanpa menoleh.


"Leo?" Ujar wanita Tersebut.


Leo menoleh saat wanita itu menyebutkan namanya.


"Ya, Aku ingat kalau kita saling mengenal?"


"CK, ingatamu sangat rendah ternyata."


"Ini aku, Silvia. Aku pernah jadi pasien kamu beberapa tahun lalu."


"Silvia.." Leo mencoba mengingat-ingat.


"Oh, Iya aku ingat. Bagaimana kabarmu? Sepertinya sekarang sudah berbeda sekali ya!" Ujar Leo.


"Ya, setidaknya sekarang aku tidak berpikir untuk mengakhiri hidup lagi." Jawab Silvia dengan di iringi tawa kecil.


"Ya, itu bagus. Apa kamu sedang berlibur di sini?" Tanya Leo.


"Tidak. Sudah beberapa bulan aku disini, untuk mengurus perusahaan Orang tuaku."


"Hebat ya." Jawab Leo mengangguk.


Silvia hanya tersenyum.


"Apa kamu sudah menikah dengan pacar yang kamu sering ceritakan dulu?" Tanya Silvia.


Leo menggeleng.

__ADS_1


"Hubungan kami sudah berakhir." Jawab Leo dengan sendu.


"Oh, Sorry." Ucap Silvia tidak enak.


"Tidak apa-apa. Santai saja." Jawab Leo.


"Apa kamu sudah punya kekasih baru?" Ucap Leo dan Silvia secara bersamaan.


Membuat mereka tergelak.


"Kamu dulu yang jawab." Ucap Leo mempersilahkan Stella terlebih dahulu.


"Saat ini aku tidak terlalu memikirkan tentang percintaan. Sekarang Aku lebih suka mendedikasikan diri untuk bekerja." Jawab Stella.


"Ternyata kita senasib ya! Kurang beruntung dalam hal percintaan."


"Hahah..., Jangan-jangan kita jodoh Le." Silvia menimpali dengan bercandaan.


"Bisa jadi, Apa sebaiknya kita menikah saja?" Sambung Leo.


Silvia yang sudah menyesap minumannya pun tersedak mendengar ucapan Leo.


"Aku serius Sill, kalau kamu bersedia."


Silvia terkejut, sekaligus salah tingkah.


"Gimana?" Tanya Leo lagi.


"Apanya Lee?" Jawab Silvia.


"Kamu mau tidak, menikah denganku." Leo mempertegas ucapannya.


"Kamu serius? atau bercanda?" Silvia


"Serius, Sill."Jawab Leo.

__ADS_1


POV Author


Silvia adalah mantan tunangan dari William yang tak lain adalah Uncle dari Stella.


Silvia mengalami depresi karena kehilangan Will.


Dan kebetulan Leo lah yang menangani Silvia saat mengalami depresi hingga Sill pulih dan kembali ke Australia.


Leo pun pernah menyelamatkan Sill saat Sill hendak melenyapkan diri dengan cara menghanyutkan diri di laut saat malam pesta pernikahan Will. (Untuk tau ceritanya Ada di Always loving you, di episode akhir-akhir.)


 


Saat ini, Daniel dan Stella sedang dalam perjalanan untuk kembali ke Jakarta.


" Kita ke apartemenku dulu Mas." Ujar Stella.


"Baiklah, tuan putriku." Jawab Daniel Sambil menciumi tangan Stella yang sejak tadi di genggamannya.


"Apa tidak sebaiknya kamu pindah saja ke apartemenku? di sana ada dua kamar. Jadi Bi Imas bisa ikut kesana." Ujar Daniel Sambil terus menyetir.


"Iya Mas, tapi jangan sekarang. Badanku lelah sekali, rasanya." Stella menurunkan sandaran kursinya sehingga membuatnya menjadi setengah berbaring.


Daniel tersenyum saat mengingat apa yang tadi mereka lakukan.


"Kenapa kamu senyum-senyum begitu?" Tanya Stella Sambil menatap Daniel.


"Aku suka kamu ganas seperti tadi. Nanti lagi ya?" Ucap Daniel menggoda.


"Ish, Badanku masih capek."


"Kamu seksi kalau lagi begitu sayang." Daniel terus menggoda Stella.


"Jangan bahas itu terus Mas, Aku malu." Stella mencerukan wajahnya pada lengan Daniel karena merasa malu.


Daniel pun tertawa sambil mengusap rambut Stella.

__ADS_1


Bersambung.....


Yaelah, Daniel dan Stella yang bucin aku yang mesem- mesem sendiri.


__ADS_2