
"Kami pamit dulu ya!" Ucap Daniel pada keluarganya.
"Hati-hati Niel, jaga Stella baik-baik."Ucap Mama sembari melambaikan tangan.
Sebenarnya Mama Sovia sudah memaksa meminta Daniel dan Stella untuk menginap,
Tapi, Daniel menolaknya dengan Berbagai alasan.
"Bulan depan Leo akan bertunangan." Ucap Daniel saat dalam perjalanan pulang.
"Bagus dong! Semakin cepat Leo menikah, Semakin bagus untuk memperbaiki hubungan kalian. Aku selalu merasa bersalah dengan kejadian ini."
"Sudah, jangan pikirkan itu lagi. Sekarang Kamu harus Fokus dengan kehamilan kamu." Jawab Daniel sambil mengusap rambut Stella.
"Tapi apa tidak berbahaya, kalau kamu bepergian jauh dalam keadaan hamil? Aku hanya khawatir terjadi apa-apa." ujar Daniel lagi.
"Tidak Apa-apa Mas, semuanya akan baik-baik saja."Stella
"Sebaiknya kita konsultasikan dulu dengan dokter kandunganmu."
"Iya." Jawab Stella sembari tersenyum karena senang dengan perhatian yang di berikan Daniel.
_______
Hanya selembar selimut putih yang kini menutupi tubuh Leo dan Silvia.
Dengan nafas yang masih berderu karena permainan mereka, Leo Tidur terlentang lengkap dengan Silvia dalam dekapannya.
"Momy ku sudah mempersiapkan semuanya, Dia begitu antusias dengan rencana pernikahan ini." Ujar Silvia sembari mengusap dada bidang Milik Leo.
Kini sudah bukan hal yang aneh lagi kalau Leo bermalam bahkan tinggal berhari hari di apartemen Silvia.
"Aku lupa kalau aku belum memesan hotel untuk keluargaku nanti."
"Kenapa harus menyewa hotel? kalian bisa tidur di rumahku nanti."Silvia
"Sepertinya keluargaku akan lebih nyaman kalau tinggal di hotel selama di sana ."
"Kalau begitu nanti akan aku pesan hotel yang mewah."
Leo memejamkan mata dan membiarkan Silvia memeluk tubuhnya sesuka hati.
Waktu terus berjalan, Daniel menjaga Stella dengan sangat baik. Daniel pun selalu menuruti setiap keinginan Stella.
Bahkan Daniel melarang Stella bepergian selain dengannya.
Dan hampir setiap jam menelpon untuk menanyakan keadaan Stella.
"Beberapa hari ini kamus sangat sibuk ya, Sampai pulang larut terus." Ucap Stella dengan suara lirih.
__ADS_1
Daniel yang baru selesai mandi langsung duduk di sisi Stella yang terlihat murung.
"Maafkan aku ya! karena beberapa hari ini aku sering pulang larut. Aku harus lebih semangat agar kamu dan anak kita nanti tidak kekurangan apapun." Ucap Daniel sambil menangkup pipi Stella.
"Iya, Maafkan aku juga kalau terlalu banyak mengeluh."
"Tidak apa-apa Sayang. Oh iya!,Hari ini kamu makan apa? jangan sampai anak kita kekurangan gizi ya." Ucap Daniel sambil Mengelus perut Stella
"Beberapa Hari ini aku tidak nafsu makan, jadi hanya bisa makan sedikit." Jawab Stella.
"Kenapa? Apa kamu sedang menginginkan sesuatu? katakan saja biar aku belikan." Ucap Daniel khawatir.
"Eummm... Sebenarnya sudah beberapa hari ini aku menginginkan sesuatu. Tapi---.." Ucap Stella ragu.
"Kamu mau apa? makanan? tas, pakaian, atau apa biar aku langsung belikan."
"Aku mau Kita makan di restoran tempat kita pertama kali makan bersama dan---."
"Restoran PASOLA? Kalau begitu kita pergi sekarang!" Daniel bersemangat menuruti keinginan stella.
"Iya. Tapi Mas, Tidak usah jadi saja."
"Kenapa tidak jadi? Mama berpesan kalau keinginan istri yang sedang hamil harus di turuti."
Stella terdiam dan beranjak dari ranjang menuju Lemari pakaian.
"Aku mau kita ke restoran pakai ini."Ucap Stella sambil memegang piama kuning pemberian mama sovia .
"Kenapa piyama ini ada di sini?"
"Aku sengaja membawanya saat kita ke rumah Mama tempo hari."
"Tapi sayang, Masa iya kita ke restoran mewah dengan pakaian seperti ini. Its Oke! boleh saja kita pakai piyama kesana tapi jangan pakai yang ini ya!."Daniel memberi penawaran lain.
"Yasudah, kalau kamu tidak bisa, tidak apa apa Mas." Ucap Stella tidak bersemangat.
"Sayang." Daniel mencoba membujuk Stella untuk mengganti keinginannya.
"Tidak apa apa Mas, Aku mau tidur saja."Wajah stella semakin terlihat muram.
Daniel menghembuskan nafas panjang.
Dan akhirnya mengalah untuk mengikuti keinginan istrinya
"Baiklah, Aku akan memakai piyama itu."
"Kamu Serius Mas?"
"Iya, Sini bajunya biar aku pakai."
"Kamu terpaksa ya Mas? aku tidak mu kalau kamu terpaksa."Ucap Stella sedikit cemberut.
__ADS_1
"Ti-tidak, aku tidak terpaksa." Daniel menjawab dengan senyuman yang di buat-buat.
"Baiklah, kalau begitu kita ganti baju sekarang." jawab stella kembali ceria.
"Iya, Aku ganti di kamar mandi ya. Mau sekalian buang air kecil."
"Iya Mas."
Daniel pun pergi ke kamar mandi dengan piyama kuning di tangannya.
"Astagaaa!!! kenapa harus keinginan konyol sepeti ini? kenapa tidak minta tas atau sepatu saja. Ya, walaupun mahal setidaknya aku tidak terlihat konyol dengan pakaian kuning ini."Daniel terus menggerutu kesal selama di dalam kamar mandi. Tentu saja dengan suara rendah karena tidak ingin di dengar Stella.
"Kamu Sudah siap mas?" Ucap Stella saat daniel keluar dari kamar mandi.
"Sudah. Ayo kita pergi, nanti keburu malam."
"Iya Mas. Tapi kamu harus pakai sandalnya juga."
"Sandal! Sandal apa?"
"Ini Mas." Stella menunjukan dua pasang sandal tidur kuning dengan kepala boneka spongebob yang lengkap dengan mata dan senyum khas Spongebob.
Daniel melongo sambil menelan air liurnya karena kaget dan perasaan campur aduk lainnya.
"Kenapa mas?" Stella bertanya karena melihat ekspresi Daniel.
"Hah, Tidak,Tidak Apa-apa." Daniel pun tidak menolak karena tau stella pasti sedih kalau ia menolak.
"Ayo!" Ajak Stella bersemangat.
Dengan perasaan yng campur aduk Daniel pun hanya mengekor di belakang Stella."
Karena tidak bisa mengungkapkan rasa kesalnya Daniel mengetukkan sandal kuning yang dipegang ke kepalanya.
"Awww!!" Daniel mengerang kesakitan karena ternyata mata dari sandal Spongebob tersebut bermaterial plastik yang keras.
"Kenapa Mas?" Tanya Stella saat mendengar daniel seperti kesakitan.
"Oh, Tidak Apa-apa." Daniel mengelak dan mengusap dahinya yang terasa sakit.
"Sandalnya cepat ganti Mas."
"Iya."
Dengan couple piyama dan sandal kuning, Daniel dan Stella pun keluar dari apartemen untuk menuju Restoran yang akan mereka datangi.
Sejak keluar dari pintu Apartemen pikiran Daniel jadi kacau.
Ia frustasi memikirkan bagai mana jika di restoran nanti ia bertemu dengan teman atau rekan bisnisnya dengan kostum seperti ini.
-----
__ADS_1
Aku ucapkan terima kasih banyak, buat kalian yang masih setia menunggu kelanjutan cerita ini..