Bukan Pernikahan Luar Biasa

Bukan Pernikahan Luar Biasa
55. Berita bahagia


__ADS_3

Daniel dan Stella sedang dalam perjalanan menuju rumah Mama.


Daniel mengemudikan mobilnya dengan satu tangan, Karena tangan sebelahnya ia gunakan untuk menggenggam jemari Stella dan sesekali menciumnya.


"Aku nggak sabar liat reaksi Mama nanti!" Ujar Daniel.


"Semoga saja Mama senang ya Mas denger berita ini." Jawab Stella


"Itu pasti, sayang. Mama pasti akan sangat bahagia dengan berita ini." Daniel


Wajah Daniel dan stella kini sedang di penuhi senyum kebahagiaan.


Daniel menggandeng tangan Stella saat turun dari mobil.


Daniel pun menekan bel pintu rumah Mama.


Daniel kembali mengecup dahi Stella sesaat sembari menunggu seseorang membukakan pintu.


"Mas, sudah. Malu nanti di lihat orang!" Ucap Stella saat Daniel terus saja menciuminya.


"Entahlah! rasanya aku ingin terus menciumi-mu terus."


"Tapi ini di rumah Mama mas." Balas Stella.


Daniel tidak mengindahkan ucapan Stella, Ia terus mengulang kecupannya sambil sesekali mengusap pipi Stella.


Tanpa di duga Leo muncul di balik pintu.


Stella pun menjadi salah tingkah karena leo membuka pintu di saat daniel sedang menciumnya.

__ADS_1


"Kalian, Masuklah." Ujar Leo sambil kembali berjalan ke dalam.


"Siapa Lee?." Terdenhar suara Mama.


"Bang Daniel Mam," Jawab Leo yang kembali duduk di meja makan.


Daniel dan Stella pun berjalan mendekat pada Mama dan Ayah yang sedang makan malam.


"Niel, kenapa tidak bilang mau kesini. Ayo, kita makan sama sama." Ucap Mama Sovia yang langsung menghampiri dan memeluk Stella.


Mama Langsung menuntun Stella menuju meja makan, Sementara daniel hanya mengekor.


Daniel dan Stella pun ikut duduk di kursi meja makan setelah menyapa dan mencium tangan Pak Pratama.


"Ayo cepat kalian makan! Mama seneng deh, kalau kita lagi kumpul gini, suasananya jadi rame." Ujar Mama dengan raut bahagia.


"Maksudnya?" Mama masih belum paham dengan ucapan Daniel.


"Ya, karena sebentar lagi akan ada anggota baru di keluarga kita." Ucap Daniel antusias.


Semuanya jadi mendadak terdiam dan mengarahkan pandangan ke arah Daniel dan Stella.


"Stella Sayang, Apa kamu---??" Ucap Mama dengan nada sangat rendah.


Stella pun mengangguk sambil tersenyum.


"Iya Mam." ucap Stella.


Mama Sovia langsung bangun berhamburan memeluk Stella.

__ADS_1


"Kalian serius kan? kalian nggak lagi jailin mama-kan?"Mama Sovia masih belum percaya.


"Iya Mam, ini beneran. Usia kandungannya sudah Tiga minggu."Jawab Stella untuk meyakinkan.


Dengan Lelehan air mata bahagia mama kembali memeluk Stella.


"Selamat ya Niel, Sebentar lagi kamu akan jadi ayah." Ucap Pak Pratama sambil menepuk bahu Daniel.


"Selamat ya Bang." Ucap Leo.


"Iya Lee, terimakasih " Jawab Daniel.


Setelah selesai makan, Mama Langsung asik mengobrol dengan Stella sambil mengupas buah apel untuk di berikan pada Stella.


Sementara Daniel dan Leo seperti biasa akan berbincang dengan Ayah mereka.


"Bagaimana rencana pernikahanmu?"Daniel mencoba membuka percakapan dengan Leo.


"Semuanya lancar, Bulan depan aku akan ke Australia untuk melangsungkan pertunangan disana. Aku harap Bang daniel dan Stella bisa ikut kesana" Jawab Leo


"Akan aku usahakan, Aku ikut bahagia dengan pernikahanmu ."


Walaupun masih sedikit ada rasa canggung, tapi Leo dan Daniel sudah mulai berbincang.


Mereka sadar kalau kini sudah waktunya untuk melupakan yang pernah terjadi, Dan sama-sama fokus dengan masa depan.


Pak Pratama tersenyum tipis melihat Daniel dan Leo sudah mulai saling bicara, setelah ketegangan yang terjadi.


Suasana hangat-pun menjadi bertambah dengan kabar bahagia ini.

__ADS_1


__ADS_2