
Happy reading guyyss.
"Mas, ayo kita pulang aja. Aku cuma bercanda Mas." Ucap Stella saat mereka sudah parkir di depan sebuah hotel.
Daniel tidak menjawab, ia terus saja berjalan memasuki bangunan hotel sambil terus menggenggam tangan Stella.
Daniel dan Stella langsung menuju kamar yang tersedia setelah melakukan check-in.
Daniel tak perduli kalau saat ini hanya kamar minimalis yang tersedia di hotel ini.
Daniel langsung mengunci pintu saat sampai kamar.
Daniel menarik Stella dalam dekapannya, Tanpa banyak bicara Daniel memeluk Stella dengan sangat erat.
"Kalau sudah begini mau gimana?" Bisik Daniel di telinga Stella.
Stella hanya menelan Salipan, karena gugup.
"Sejak kemarin aku sudah berusaha menahannya. Tapi kali ini kamu harus benar-benar bertanggung jawab." Daniel terus berbisik.
"Aku akan bersedia melakukannya, dengan catatan. Kamu harus benar-benar menikmati segalanya, Jangan bayangkan aku orang lain.
Aku tidak ingin kau menyebutkan nama lain saat di puncaknya nanti" Jawab Stella sambil menangkup kedua pipi Daniel.
Tanpa aba-aba Daniel merengkuh wajah Stella.
Di usapnya bibir ranum milik Stella.
Daniel mendekatkan bibirnya pada wajah Stella.
"Cupp"
Daniel mendaratkan kecupannya di hidung Stella.
__ADS_1
"Kau tau. Piton ku ini tidak bisa sembarang tergoda, Ia hanya bekerja dengan segenap hati.
Tapi saat kamu ada di dekatku ia terus saja meronta-ronta, aku pikir dia menyukaimu." Ucap Daniel sambil terus memeluk Stella.
Hidung mereka terus bersentuhan karena wajah mereka begitu dekat,.
"Jadi sekarang kau akan memperkenalkan ku padanya" Bisik Stella.
"Ya" Jawab Daniel mengangguk.
"Daniel menggenggam jemari Stella, Daniel meletakkan tangan Stella di dadanya yang sedang bergemuruh. Ia pun terus membimbing tangan Stella untuk semakin turun ke perutnya.
Suasana pun semakin memanas.
Stella memejamkan mata, saat tangannya di bawa ke bagian yang lebih pribadi.
"Dia menginginkanmu." Bisik Daniel
Dada Stella bergemuruh saat sesuatu tersentuh tangannya.
Stella hanya terdiam dan mengangguk, seperti sedang terhipnotis
"Biarkan ragaku terluka, asalkan aku bisa menyembuhkan luka dalam hatimu." Stella balas berbisik.
Perlahan Daniel berjalan menuntun Stella untuk duduk di sofa.
Cup!
Saat sudah duduk, Daniel kembali mencium wajah Stella.
Daniel menarik tubuh Stella untuk duduk di pangkuannya.
Kecupan kini tak hanya mendarat di wajah Stella.
Tubuh Stella kini diibaratkan sebuah kertas putih yang siap di berikan warna untuk jadi sebuah coretan indah.
__ADS_1
sementara Daniel seperti sebuah pensil warna yang tidak ingin melewatkan satu bagian pun untuk di warnainya.
Mereka pun kini sudah polos bak bayi yang baru lahir.
"Apa kamu siap" Bisik Daniel sembari memberikan gigitan kecil pada telinga Stella.
Daniel menggenggam ke dua tangan Stella.
Karena dia tau Stella pasti akan terluka walaupun dia melakukannya dengan sangat hati-hati.
Daniel pun membiarkan piton peliharaanya untuk menjelajahi keindahan cinta yang di berikan Stella.
Stella hanya bisa memekik saat Daniel begitu kuat menjelajahi cintanya.
Sementara Stella terus berusaha menguatkanTubuh mungilnya saat mendapat guncangan yang begitu hebat.
Cup... Daniel kembali mendaratkan kecupan setelah Empat puluh lima menit yang sangat panas berlalu.
Daniel memangku Tubuh Stella ke ranjang. Membaringkan Tubuh Stella yang terkulai lemas seperti layaknya seorang yang baru saja di lilit ular piton raksasa.
Terdapat banyak tanda merah pada Tubuh Stella yang putih mulus.
Ya. Daniel tidak hanya meninggalkan satu atau dua tanda di tubuh Stella.
Ada belasan bahkan puluhan tanda merah tersebar di lengan, dada, perut, paha (Tambahin sendiri mau bagian mana lagi) bahkan punggung Stella pun tak luput dari tanda merah tersebut.
"Apa kamu baik-baik saja? Maaf kalau aku menyakitimu." Bisik Daniel saat ia sudah ikut berbaring di sisi Stella.
"Aku baik baik saja, Aku hanya ingin beristirahat sejenak." Ucap Stella dengan suara lirih karena menahan sakit di sekujur tubuhnya.
Daniel dan Stella pun terlelap dengan perasaan suka cita.
Dan mungkin cinta mulai ada di antara mereka.
bersambung....
__ADS_1
Jangan bilang 45 menit itu bentar ya, kalo tempur dengan skill tingkat dewa 45 menit pun udah encok. wkwkwk
Jangan lupa dukungannya.