Bukan Pernikahan Luar Biasa

Bukan Pernikahan Luar Biasa
60. Hari pertunangan


__ADS_3

Malam ini meja makan di rumah Oma menjadi lebih ramai, karena kehadiran Stella Dan Daniel.


"Kenapa kamu tidak memberitahu kami saat menikah?" Tanya Oma.


"Maaf Oma, waktu itu keadaannya sangat mendesak. Karena Dady ingin kami segera menikah sebelum ia meninggal." Ucap Stella pilu.


Daniel langsung menggenggam tangan stella saat Melihat wajahnya sendu.


"Yasudah, kami juga minta maaf karena tidak datang saat pemakaman ayahmu waktu itu, kami benar-benar tidak tau. Ameera memang keterlaluan." Ujar Oma.


"Tidak apa apa Oma. Semuanya terjadi begitu cepat. Oh,ya. Dimana Momy?" Tanya Stella.


"Dia tidak tinggal di sini sejak kembali dari Indonesia" Kali ini Will yang menjawab.


"Oh iya, Kin Bilang kamu sedang hamil?" Tanya Will.


Stella mengangguk.


"Ternyata bayi gemuk Uncle sekarang akan memiliki bayi." Goda Will.


Semuanya tertawa kecuali Stella yang sedikit cemberut karena di sebut bayi gemuk oleh Uncle-nya.


Will Sengaja menggoda Stella agar pembicaraan tidak lagi membahas tentang Ameera.


"Oh, Iya. Kami mendapatkan undangan pertunangan dari Sill, Apa kamu mau ikut kesana" Celetuk Kin.


Stella tergelak seorang diri, membuat semua orang heran.


"Kamu kenapa?" Tanya Kin.


"Kalian tau Tidak, Kalau Sill akan menikah dengan adiknya Daniel." Ucap Stella sambil mendekap lengan daniel.


"Benarkah! kenapa bisa kebetulan seperti itu?." Will.


"Entahlah. Hidup kadang menghadirkan sesuatu yang tidak pernah kita duga." Jawab Stella.


Obrolan pun Semakin seru.


Hingga akhirnya Stella Dan Daniel pamit untuk pulang.

__ADS_1


Oma, Will dan Kin sudah cukup memaksa meminta untuk Daniel dan Stella menginap.


Tapi Mereka menolak Karena besok harus membantu Mama menyiapkan Beberapa hal.


Tapi mereka berjanji akan menginap setelah acara pertunangan selesai.


 


Hari pertunangan pun tiba, Sebuah hotel mewah menjadi tempat pertunangan Leo dan Silvia .


Pesta mewah ini adalah keinginan dari kedua orang tua Sill, Mereka begitu antusias dengan kehidupan baru Silvia.


Sill terlihat cantik dengan senyum yang terus mengembang di wajahnya,


Keluarga Jackson pun turut hadir di acara ini. Sehingga kini keluarga Daniel dan keluarga Stella bertemu untuk pertama kalinya.


Mereka berbincang-bincang, bahkan keluarga Stella mengundang keluarga Daniel untuk makan malam di rumah Oma.


Daniel bisa sedikit bernafas lega, karena Leo kini sudah memiliki kehidupan baru.


 


Mereka kini sudah berada di hotel tempat mereka menginap.


" Iya Mam, Aku mau langsung Istirahat." Jawab Stella.


Setelah sampai di kamarnya Stella langsung mengganti pakaiannya dengan pakaian rumah yang lebih nyaman.


Dan tertidur pulas karena sangat lelah.


Keluarga Daniel di jamu sangat baik oleh keluarga Jackson saat Makan malam.


Hubungan kedua keluarga pun terjalin dengan hangat.


"Mam, Aku dan Mas Daniel akan menginap disini." Ujar Stella saat selesai makan malam bersama.


"Iya sayang tidak apa-apa. Biar Mama dn ayah kembali ke hotel." Jawab Mama sovia.


"Tidak usah khawatir, supir kami akan mengantar ke hotel." Sambung Will.

__ADS_1


"Tidak Usah merepotkan, biar kami naik taksi lagi saja." Jawab Pak Pratama menolak.


"Tidak apa-apa anggap saja ini sebagai tanda terimakasih , karena sudah mengijinkan Stella menginap." Will memaksa.


"Bagaimana bisa kami melarang Stella untuk menginap di rumahnya sendiri." Jawab Mama,Membuat semuanya tersenyum hangat.


Selesai Makan Malam Mama Sofia dan pak pratama pun kembali ke hotel.


Sementara Stella dan Daniel menginap untuk malam ini.


Daniel berbincang dengan Will, tentu saja membicarakan tentang bisnis dan pekerjaan.


Sementara Stella berbincang Serius dengan Oma di kamar.


Setelah makan malam Stella meminta ijin pada Daniel untuk mengobrol sebentar di kamar Oma.


"Oma, Apa benar Aku bukan putrinya Momy?" Akhirnya ia bisa menanyakan hal ini langsung pada Oma.


"Kenapa kamu bertanya seperti itu, kamu adalah cucu Oma. kapanpun kamu mau datang kerumah ini, pintu rumah ini selalu terbuka." Jawab Oma sembari mengusap rambut stella yang berada di pangkuannya.


"Sejak dulu Momy seperti tidak menyukaiku." Bulir bening mulai mengalir di pipi Stella.


"Jangan pikirkan Ibumu, Oma, dan Uncle menyayangimu."


Tidak lama Will pun datang ke kamar Oma.


"Uncle. Kenapa Uncle kesini? Dimana Daniel?" Ucap Stella saat Will menghampirinya.


"Dia sudah kembali ke kamar, sebaiknya kamu segera temui dia." Ujar Will


"Tapi Uncle. Dimana Momy? Apa dia tidak pulang karena tidak mau bertemu denganku?"


"Sudah,jangan pikirin tentang Ibumu. sekarang fokus saja dengan bayi, dan keluargamu. Dengan Ada atau tidak adanya ikatan darah kamu tetap putri di keluarga ini." Ucap Will pada Stella.


Stella pun berhambur memeluk Will.


"Terimakasih Uncle" Ucap Stella Sambil menangis.


"Sudah sana, temui suami kamu. kasihan dia kalau terlalu lama menunggu." Suruh Will

__ADS_1


Stella pun menurut dan kembali ke kamarnya.


__ADS_2