Bukan Pernikahan Luar Biasa

Bukan Pernikahan Luar Biasa
48. Calon istri Leo


__ADS_3

Stella dan Daniel kini sudah pindah ke apartemen Daniel. Dan memutuskan untuk tetap tinggal di sana walaupun Mama berkali-kali meminta mereka untuk kembali tinggal di rumah Mama.


"Ayo Mas, Cepat." Ucap Stella pada Daniel yang masih betah dalam tidurnya.


"Iya, Sabar sayang. Acaranya juga nanti malam, Emang mau ngapain sih buru-buru sekali."


" kamu udah beberapa hari ini, malesan banget sih Mas. Biasanya nggak kaya gini loh."


"Iya, nih. Aku kayanya males ngapa-ngapain aja gitu." jawab Daniel memaksakan untuk bangun.


"Aku sama Bi Imas mau bantuin Mama siap-siap."


"Iya, Sayang. Iya." Jawab Daniel Sambil mengecup bibir Stella yang cemberut.


Daniel pun beranjak dari tempat tidur.


"Cepat mandi ya!" Suruh Stella.


"Mandiin! Aku malas sekali rasanya." Jawab Daniel yang malah duduk di sofa.


"Astagaaa!! kamu beneran mau di mandiin?"


Daniel mengangguk sambil tersenyum seperti bocah.


"Ayo!" Daniel menarik tangan Stella, dan membawanya ke kamar mandi.


Dengan perasaan heran Stella pun menurut saja.


Daniel membuka pakaiannya yang hanya menyisakan pakaian dalam.


Stella pun menyalakan air shower.


Dan meminta Daniel membasahi tubuhnya.


Stella kembali mematikan shower agar dirinya tidak ikut kena air.


Stella mencuci rambut Daniel dengan shampoo dan menggosok seluruh tubuh dengan sabun.


"Sudah, Kamu tinggal bilas." Stella Mencuci tangannya dan hendak keluar dari kamar mandi.


"Sayang!" Daniel kembali memanggil Stella.


"Apa lagi?"


"Yang ini belum di bersihkan!" Daniel menunjuk area bawahnya. Membuat Stella membelalakkan matanya.


"Ish, untuk bagian itu kamu bersihkan sendiri saja. Kalau aku yang bersihkan, urusannya nanti aku sakit pinggang." Ucap Stella dan pergi.


Daniel terkekeh, karena berhasil mengerjai sang istri.


"Lumayan kan, aku jadi di mandikan. Hahah." Ucap Daniel senang.


Daniel pun segera menyelesaikan mandinya.


"Sayang, Aku pakai baju mana?" Tanya Daniel yang baru mengenakan Boxer

__ADS_1


"Sebentar Mas!" Jawab Stella yang masih berdandan.


Daniel pun menunggu sambil memperhatikan Stella berdandan.



( Bang Daniel lagi ngeliatin Stella dandan 😂)



"Kenapa ngeliatin gitu?" Tanya Stella saat selesai berdandan.


"Kamu cantik banget sih." Ucap Daniel memeluk Stella.


"Kamu suka?" Stella


Daniel mengangguk.


"Tapi aku lebih suka kalau kamu sedang berteriak minta ampun." Daniel berbisik, membuat Stella bergidik ngeri.


"Sudah. Cepat pakai bajunya." Stella menyerahkan pakaian dengan warna senada dengan yang ia pakai.


Stella pun keluar dari kamar, dan membiarkan Daniel memakai pakaiannya.


"Bi Imas sudah siap? kita berangkat sebentar lagi." Ucapannya pada Bi Imas.


"Sudah Non." Jawab Bi Imas.


Stella pun duduk di sofa untuk menunggu Daniel.


Bi Imas, Stella dan Daniel pun meluncur menuju rumah Mama Sovia.


DI RUMAH MAMA...


"Maaf ya Mam, aku terlambat." Ucap Stella, menghampiri Mama Sovia yang sedang mempersiapkan banyak makanan.


"Nggak apa-apa Sayang."


"Akhir-Akhir ini Mas Daniel jadi aneh, dia jadi pemalas sekali." ujar Stella sembari membantu Mama.


"Oyah, sejak kapan?"


"Mungkin sudah dua Minggu terakhir. Untuk berangkat ke kantor saja butuh tenaga ekstra memaksanya." Ucap Stella Sambil terus Mencuci buah-buahan.


"Tunggu, Sayang. Dulu Ayahnya Daniel pernah seperti itu Waktu Mama hamil Daniel. Apa jangan-jangan kamu lagi ngidam juga?"


"Masa sih Mam. Bukannya kalau ngidam kitanya yang ngerasain? Aku nggak ngerasain apa-apa." Stella.


"Bawaan hamil itu beda-beda sayang. Coba deh, kamu periksa, Siapa tau kamu beneran lagi hamil." ujar Mama memegang kedua bahu Stella.


"Besok Stella coba periksa ya Mam."


"Iya sayang. Mudah mudahan kamu beneran hamil ya." Mama mengecup dahi Stella dan memeluknya.


"Iya, Mam. Mudah-Mudahan." jawab Stella membalas pelukan Mama Sovia.

__ADS_1


"Ada apa ini? pakai acara peluk peluk segala, nggak ngajak-ngajak aku lagi." Ujar Daniel yang tiba-tiba datang ke dapur dan langsung memeluk dua wanita yang dicintainya itu.


"Itu Niel, Mama Senang karena---,"


"Nggak Apa-apa Mas! Kita cuma lagi kangen-kangenan aja."Ujar Stella Sambil mengedipkan matanya pada Mama Sovia.


Mama Sovia pun mengerti dengan kode yang di berikan Stella.


"Kalau di peluk gini terus kapan kita selesainya Mas." Ucap Stella pada Daniel yang terus memeluknya dan Mama Sovia.


"Aku sayang kalian!" Daniel mengecup Stella dan Mama Sovia bergantian lalu kembali menemani ayahnya.


"Dasar anak itu!" Ujar Mama.


Yang di balas senyuman oleh Stella.


"Oh, Iya. Kamu tau tidak sayang? kalau calon istrinya Leo itu mantan pasiennya loh. katanya dia pernah depresi karena kekasihnya menikah dengan wanita lain" Jelas Mama.


"Oyah. Jodoh memang rahasia Tuhan, Mau sedekat dan selama apapun kita berhubungan dengan seseorang kalau tidak Jodoh ya berpisah juga, dan sebaliknya kita bisa menikah sama orang yang baru di kenal kalau sudah jodoh. Pada akhirnya."


"Kamu benar sayang."


Setelah selesai menyiapkan makanan Mama Sovia dan Stella pun merapikan kembali penampilan mereka.


Mama Sovia, Pak Pratama, Daniel dan Stella berbincang di ruang keluarga. Sambil menunggu Leo dan pacarnya datang.


Tak berapa lama terdengar suara mobil Leo tiba di depan rumah.


Leo pun memasuki rumah dengan seorang wanita cantik di sampingnya.



"Maaf, Aku terlambat. Tadi ada meeting dulu." Ucap Leo pada keluarga.


Sementara Stella dan Sill saling menatap.


"Stella?" Ujar Sill.


"Silvia?" Balas Stella.


"Oh, my Good, Kamu sedang apa di sini?" Sill.


"Ini rumah suamiku. Jadi kamu pacarnya Leo?"


Sill dan Stella pun saling berpelukan.


"Kalian saling mengenal?" Tanya Mama Sovia.


"Iya, Mam. Sill ini sudah seperti kerabat untuk keluargaku yang di Australia."


"Bagus kalau begitu. Kalian bisa bikin rame rumah ini nanti." ujar Mama.


Leo dan Daniel hanya bisa melihat saat wanita mereka ternyata saling mengenal.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2