
Hari ini Stella sudah di perbolehkan untuk pulang.
Semua keluarga menyambut dengan sukacita.
Terutama Ameera, Hanya karena tidak ingin jauh dari Bayi kecil Stella yang selalu ia panggil Prince, Ameera sampai memilih untuk berada satu mobil dengan Stella dan bayinya.
"Oh, Prince-nya Mommy ini. Tampan sekali." Ucap Ameera pada Darren yang ada dalam gendongan Stella.
Stella pun tersenyum senang, melihat Mommy-nya turut antusias dengan bayinya.
Daniel yang sedang mengemudi pun sesekali memperhatikan senyuman Stella melalui kaca yang ada di atasnya.
Daniel ikut merasakan bahagia.
Di rumah Mama Sovia dan yang lainnya sibuk menyiapkan tempat tidur untuk Dareen.
"Ayo, semuanya tolong di siapkan. Sebentar lagi mereka akan sampai." Ucap Mama
Tak lama Daniel dan Stella pun sampai di rumah.
Di susul dengan Will dan Leo dengan mobil mereka masing-masing.
Semuanya menyambut dengan gembira, suasana sedikit riuh karena rumah Mama Sovia mendadak menjadi ramai.
Mama Sovia sudah meminta pekerja untuk masak banyak hari ini. karena keluarga Stella akan berkunjung ke rumahnya.
Semuanya berkumpul di ruang tamu.
Begitu pun Stella, Ia memilih untuk ikut berbincang sebentar sebelum bisa kembali ke kamarnya.
"Sayang, sebaiknya kamu istirahat saja di kamar buat Mommy temani." Ucap Ameera pada Stella.
"Iya Benar, Kamu istirahat saja." Sambung Kinara.
Stella pun menurut, Setelah semua memintanya untuk kembali ke kamar."
"Karena ini sudah jamnya makan siang, Sebaiknya kita semua makan siang terlebih dahulu. Biar Daniel yang menyuapi dan membawakan makanan untuk Stella." Ucap Mama.
" Kalau boleh, biar saya saja yang menyuapi Stella." Kata Ameera.
Yang membuat Will dan Kin terkejut sekaligus senang dengan perubahan sikap Ameera pada Stella.
"Biar saya saja Mom, sebaiknya Mommy ikut makan dengan yang lainnya." Sergah Daniel.
"Tidak apa-apa. Mommy hanya sedang ingin melepas rindu saja jadi ijinkan Mommy ya!." Ucap Ameera meminta.
Dan akhirnya Daniel pun setuju.
Daniel memapah Stella untuk sampai di kamarnya.
Sementara Ameera yang menggendong Baby Darren.
Stella duduk bersandar di kasurnya, sementara Ameera menidurkan Dareen di box bayi yang tadi di siapkan Mama Sovia.
Tak lama seorang asisten rumah tangga membawakan senampan makanan ke kamar Stella.
"Daniel, sebaiknya kamu ikut makan dengan yang lainnya. Biar Stella Mommy ya suapi"
Daniel yang paham kalau Ameera ingin mengobrol berdua dengan Stella pun meninggalkan kamar dan ikut bergabung dengan yang lainnya.
" Sekali lagi Saya Ucapkan banyak terimakasih karena kalian sudah menerima Stella dengan baik." Ucap Will pada keluarga Daniel.
"Itu sudah seharusnya kami lakukan." Jawab Pak Pratama.
"Sebaiknya kalian menginap saja malam ini." Sambung Mama Sovia
"Sebenarnya kami masih betah berada di sini.
__ADS_1
Tapi karena banyak pekerjaan di sana, Jadi nanti sore kami harus segera kembali ke Australia." Jawab Will
"Daniel, Saya titipkan Stella dan Darren. Tolong jaga mereka baik-baik." Sambung Will pada Daniel.
"Itu sudah pasti saya lakukan, Karena mereka adalah belahan jiwa saya" Jawab Daniel yakin.
Semuanya pun tersenyum senang.
Hari ini meja makan terasa lebih meriah.
Kin yang dulu hanya sahabat Stella kini hidup bahagia menjadi istri William yang tak lain adalah tunangan dari Silvia.
Silvia pun kini hidup bahagia dengan Leo, yang tak lain adalah mantan kekasih dari Stella keponakan William.
Inilah hidup. Dekat dengan siapa tapi menikah dengan siapa.
Sementara di kamar Ameera sudah selesai menyuapi Stella.
"Sayang. Mommy mau bicara sesuatu." Ucap Ameera.
"Mommy mau meminta maaf kepada kamu."
"Meminta maaf untuk apa?" Jawab Stella.
Ameera menarik nafas panjang sebelum ia mengatakan apa yang ingin ia katakan.
"Maafkan Mommy atas semua yang pernah Mommy lakukan padamu. Mommy adalah orang jahat yang sudah menghancurkan hidup kamu." Ucap Ameera dengan nada sendu.
Stella belum menjawab apapun karena masih belum paham dengan ucapan Ameera.
"Selama ini Mommy begitu angkuh berfikir kalau kamu yang sudah membuat hidup Mommy berantakan. Padahal pada kenyataannya Mommy lah yang sudah menghancurkan hidup kamu." Ungkap Ameera
"Maksud Mommy apa?" Stella semakin tidak mengerti.
"Dua hari sebelum Mommy menikah dengan laki-laki yang sangat Mommy cintai, Mommy membuat pesta dengan teman-teman Mommy.
Mungkin karena Mommy terlalu banyak meminum alkohol Mommy jadi mabuk." Ucap Ameera terhenti.
Setelah kembali menarik nafas Ameera kembali melanjutkan pembicaraannya.
"Di dalam mobil tersebut ada tiga orang. Yaitu seorang sepasang suami istri dan seorang anak perempuan berusia tiga tahun. Dan wanita dewasa di mobil itu mendapatkan luka paling parah" Ameera seolah tak sanggup melanjutkan kata-katanya.
"Tapi walaupun dalam keadaan mabuk, Mommy masih bisa menghubungi ambulans waktu itu. Karena panik, Mommy langsung menghubungi Will untuk menjemput Mommy dan mengantarkan Mommy ke rumah sakit dimana mereka di rawat.
Dan di saat Mommy menghampiri wanita tersebut ternyata ia sudah sekarat. Wanita itu menggenggam tangan Mommy, dan meminta Mommy untuk menikah dengan suaminya agar anaknya tidak kehilangan sosok seorang ibu."
"Kamu tau, Wanita itu adalah Ibumu. Mommy lah yang sudah membuatnya meninggal." Ucap Ameera yang bicara Sambil menangis.
Begitu pun dengan Stella. Air mata Stella sudah berderai membasahi pipinya.
Tapi Stella Hanya diam tidak tau harus menjawab apa.
"Karena di paksa oleh Oma agar Mommy memenuhi janji Mommy pada ibumu. Mommy pun akhirnya menikah dengan ayahmu.
Dan sejak saat itulah Mommy berfikir kamu dan Ayahmu yang membuat hidup Mommy hancur karena harus meninggalkan laki-laki yang sangat Mommy cintai. Padahal sebenarnya Mommy lah yang menghancurkan hidup kamu dengan merenggut nyawa Ibumu dan mengabaikan kamu saat Mommy sudah menjadi ibu sambung kamu." Tangisan Ameera semakin tersedu-sedu.
"Kalau kamu ingin menghukum Mommy atas kesalahan Mommy. Mommy tidak akan membantah, Mommy akan menerima hukuman apapun yang akan kamu berikan pada Mommy." Ameera menggenggam tangan Stella dan menciuminya Sambil tertunduk dan menangis.
"Mommy." Ucap Stella
Ameera mendongakkan wajahnya untuk melihat wajah Stella.
"Aku tidak akan menghukum Mommy. Mungkin sudah takdir dari Tuhan kalau ibuku harus pergi. Dengan Mommy menyesali semuanya sudah cukup untukku." ucap Stella
"Aku sudah kehilangan Ibuku, Jadi jangan biarkan aku kehilanganmu sebagai Ibu keduaku." Sambung Stella
Ameera langsung mendekap Stella saat mendengarkan jawaban dari Stella.
__ADS_1
Ameera tidak menyangka Stella memiliki jiwa yang begitu besar.
"Sekali lagi maafkan Mommy sayang." Ucap Ameera yang memeluk Stella berulangkali.
"Sudah, Mommy jangan menangis." Ucap Stella menghapus air mata Ameera.
Stella dan Ameera menghapus air mata mereka. Dan berjanji untuk melupakan segalanya.
Tok...Tok ...
Ameera dan Stella langsung menghentikan pembicaraan mereka saat terdengar suara ketukan pintu.
Ternyata Will dan Kin yang datang.
"Uncle!" Ucap Stella Saat Will duduk di dekatnya.
"Stella, Uncle harus kembali ke Australia sore ini. Uncle akan kembali mengunjungi kamu di lain waktu." kata Will sembari mengusap kepala Stella.
"Iya, Uncle. Sering-seringlah datang kesini." Jawab Stella.
Kini giliran Kinara yang memeluk Stella untuk berpamitan.
"Kalian pulanglah duluan, Aku akan menginap beberapa hari di sini." Ucap Ameera saat Will mengajaknya untuk pulang.
"Daniel, apakah Mommy boleh menginap beberapa malam di sini?." Tanya Ameera pada Daniel yang berdiri di sana.
"Tentu saja, Mommy bisa menginap di sini selama Mommy mau." Jawab Daniel.
"Terimakasih Daniel. Kamu memang suami yang sangat baik" Puji Ameera.
Setelah berpamitan, Kin dan William pun meninggalkan rumah Mama Sovia.
Sementara Ameera masih ingin menghabiskan waktu dengan Dareen yang kini sedang di asuh oleh dirinya dan Mama Sovia di ruang keluarga.
"Terimakasih, Karena sudah menyempurnakan hidupku dan membawa kebahagiaan ke rumah ini." Ucap Daniel sembari mengecup dahi Stella dengan lembut.
Saat ini Stella sedang ikut berkumpul dengan keluarganya lainnya di ruang keluarga, Stella merasakan kebahagiaan luar biasa.
Kebahagiaan yang tak bisa di ungkapkan dengan kata-kata.
Suami dan keluarganya yang baik, bayi yang tampan dan ibu yang dulu tidak menyukainya kini Menyayanginya.
SELESAI....
Akhirnya, Aku Selesaikan cerita Daniel dan Stella di sini.
Daniel dan Stella sudah hidup bahagia,
Leo pun sudah mendapatkan kehidupannya dengan Silvia.
Alasan kenapa Sejak dulu Ameera begitu benci pada Stella pun sudah terungkap,
Dan Ameera pun menyesali perbuatannya.
Aku ucapkan banyak terimakasih buat para reader yang sudah mengikuti dan mendukung cerita ini.
Terimakasih juga buat kak @Revrina dan kak @Onaruskhoir yang sudah mendukung karyaku sejak awal.
Buat para pembaca BUKAN PERNIKAHAN LUAR BIASA yok melipir ke NATA & NIA.
Cerita Nata & Nia nggak kalah Sweet dari cerita Daniel Stella.
Di sana juga tidak ada tindas menindas apa lagi pelakor.
nggak tau kenapa aku lebih suka bikin cerita-cerita manis gitu.
Sekali lagi Aku ucapkan terima buat kalian.
__ADS_1
Sampai jumpa di karyaku berikutnya.