
"Apa kamu masih banyak pekerjaan?" Ucap Daniel saat menelepon Stella.
"Sebentar lagi selesai Mas. Ada apa?" Jawab Stella.
"Tadi ayah menelpon, katanya Mama sakit. Apa kamu mau ikut kerumah sakit?"
"Iya, Mas. Kamu jemput aku ke sini. Aku ikut." Jawab Stella.
"Yasudah, Aku jemput kamu sekarang ya!"
"Ok, Mas."
"I Love you."
"I Love you too Mas."
Daniel pun memutus sambungan teleponnya, dan bersiap untuk menjemput Stella.
Hati Daniel sangat senang, karena akan segera bertemu dengan wanita yang di rindukannya seharian ini.
"Sayang, Aku sudah di bawah." Daniel kembali menelpon Stella, Saat sudah sampai di gedung kantor Stella.
"Iya. Aku turun sekarang." Jawab Stella.
Wajah Daniel berbinar senang, saat melihat Stella berjalan mendekati mobilnya.
Stella mencium tangan Daniel, dan Daniel pun membalas dengan mencium dahi Stella.
"Ayo." Daniel membukakan pintu mobil untuk Stella.
"Terimakasih." Ucap Stella senang.
Daniel pun melajukan mobilnya menuju rumah sakit dimana Mama Sovia di rawat.
"Bagaimana pekerjaan kamu hari ini?" Tanya Daniel Sambil menggenggam tangan Stella.
"Ya, berjalan seperti biasanya." Jawab Stella
"Kamu tau tidak? Hari ini terasa lama sekali."
"Kenapa? kok bisa lama?"
"Soalnya, Seharian ini aku kangen banget sama kamu." Ucap Daniel merangkul Stella.
Stella pun bersandar di bahu Daniel.
"Lebay, kamu Mas." Jawab Stella.
__ADS_1
"Serius! Aku pengen cepat-cepat pulang dan ketemu kamu."
"Oh iya Mas. Mama sakit apa?"
"Nggak tau. Kata ayah Mama tiba-tiba pingsan di rumah."
"Semoga Mama tidak apa-apa ya Mas!"
"Aamiin. Semoga saja."
Daniel dan Stella terus berbincang, hingga tak terasa mereka sudah sampai di tempat yang di tuju.
Daniel menggenggam tangan Stella, saat hendak memasuki rumah sakit, karena Ia tau kalau Stella sedikit gugup.
"Apa Mama marah sama aku Mas?" Tanya Stella saat mereka berjalan di lorong, menuju ruangan Mama Sovia di rawat.
"Tidak. Malah Mama kangen banget sama kamu."
"Masa sih mas! Aku ngga enak sama Mama, karena udah bikin keributan di keluarga kamu."
"Udah, jangan pikirkan itu lagi. Mama pasti seneng Lihat kamu datang" Daniel mencoba menenangkan Stella.
Stella menghembuskan nafas, saat Daniel membuka pintu ruangan tempat dimana Mama di rawat.
"Sudah, tenang saja tidak udah gugup."Ujar Daniel lagi.
Stella pun menurut, Ia berjalan berdampingan dengan Daniel yang tak melepaskan genggaman tangannya pada tangan Stella.
Bukan apa. Masih ada rasa tidak nyaman dalam hati Stella pada Leo. Yang dulu pernah berusaha menjamahnya.
"Mama Kenapa?" Ucap Daniel saat sudah lebih dekat pada ranjang Mama Sovia.
Serentak Leo dan Mama Sovia menoleh ke arah Daniel.
Dengan ragu-ragu Stella mensejajarkan dirinya dengan Daniel.
Membuat Ia kini ada di hadapan Leo dan Mama Sovia.
Leo sedikit menjauh, saat Daniel dan Stella menghampiri Mama Sovia.
"Stella, sayang. Apa kabar kamu Nak?" Mama Sovia menggenggam tangan Stella saat Stella sudah di samping Mama.
"Stella baik Mam." Jawab Stella Sambil tertunduk.
"Mama kenapa?" Tanya Daniel lagi.
"Mama tidak apa-apa. Cuma tadi kepala Mama pusing sekali."
__ADS_1
"Kamu tau dari mana, kalau Mama ada di sini?" tanya Mama Sovia.
"Tadi ayah telpon, Dan suruh Daniel langsung kesini. Katanya ayah Datang agak terlambat." Ujar Daniel Sambil mengusap rambut wanita paruh baya tersebut.
"Maafin Daniel ya Mam. belakangan ini Daniel sibuk di kantor. Sampai kurang perhatiin kondisi Mama."
"Nggak apa-apa Niel. Mama seneng, kamu bawa Stella kesini." jawab Mama Sambil mengusap tangan Stella.
Leo yang duduk di sofa hanya bisa melihat perbincangan di antara Mama, Daniel dan Stella.
Leo masih merasa canggung untuk berbaur.
"Mam, Leo keluar dulu ya, sebentar." Leo berpamitan.
"Kamu mau kemana Lee?"
"Leo cuma mau ngopi aja di kantin, Mam."
"Oh, Yasudah. Kalau begitu."
"Bang, Aku tinggal dulu ya." Ucap Leo sebelum pergi.
"Ya." Jawab Daniel singkat.
"Hari ini, Mama senang sekali." Ucap Mama.
"Senang kenapa Mam?" Tanya Daniel.
"Hari ini Mama senang karena kamu bawa Stella kesini. Dan satu lagi, Leo sebentar lagi akan memperkenalkan calon istrinya sama Mama dan Ayah."
Hati Daniel berdesir mendengar ucapan Mama Sovia. Ada rasa senang dan lega di hatinya.
"Kalian bertemu dimana? Kok bisa sama-sama?" Tanya Mama Sovia.
"Kita ketemu di Bandung kemarin Mam." Jawab Stella.
"Itu namanya jodoh. sejauh apapun kalian menghindar, kalau jodoh pasti akan bertemu." Ucap Mama dengan raut bahagia.
Daniel dan Stella hanya tersenyum.
"Mama harap, Kalian bisa sama-sama lagi ya!"
"Rencananya sih gitu Mam." Jawab Daniel Sambil merangkul Stella.
"Ih, lepas Mas. Malu tau sama Mama!" Bisik Stella malu-malu.
"Tidak apa-apa. Mulai saat ini, Semua orang harus tau kalau kita adalah pasangan tak terpisahkan." Ucap Daniel dengan tawa renyah.
__ADS_1
Mama Sovia pun ikut tertawa bahagia.
Bersambung.....