Bukan Pernikahan Luar Biasa

Bukan Pernikahan Luar Biasa
26. Di antara dua pilihan


__ADS_3

"Mas, kamu sudah pulang. Kok meeting-nya cuma sebentar." Ucap Stella sambil terus terpejam, Saat ada yang mengusap wajahnya.


Stella membuka matanya karena Tidak ada jawaban.


"Apa yang kamu lakukan di kamarku?" Stella terkejut karena mendapati Leo yang mengusap wajahnya.


"Apa? ini rumahku, jadi aku bisa melakukan apa saja." Ucap Leo dengan sangat santai.


"Pergi dari kamarku!" Teriak Stella sambil menjauh dari Leo.


karena melakukan pergerakan yang tiba-tiba, selimut yang di gunakan Stella sedikit tersingkap. Membuat Leo dapat melihat hasil karya sang kakak di tubuh kekasihnya itu.


Stella kembali menarik selimutnya dan kembali menutupi tubuhnya yang ternyata belum mengenakan kembali pakaian luarnya.


"Apa yang kamu lakukan di kamarku?" Stella kembali bertanya dengan nada takut.


"Aku hanya ingin mendapatkan hak-ku." Ucap Leo


"Mendapatkan hak mu? Hak Apa yang kau maksud?" Stella semakin ketakutan.


"Aku ingin mendapatkan penjelasan kenapa kamu melakukan ini, karena kita ini masih terikat sebuah hubungan." Leo


"Hubungan apa? Hubungan kita sudah berakhir." Stella


"Berakhir? Aku tidak pernah mengakhiri hubungan kita, Bukankah terakhir kita berkomunikasi kita masih baik-baik saja"


"Semuanya sudah berakhir, sejak aku melihatmu sedang bercinta dengan wanita lain." Ucap Stella dengan tegas.


"Bercinta dengan wanita lain? Aku tidak pernah bercinta dengan wanita manapun." Jawab Leo tak kalah tegas.

__ADS_1


"Apa maksudmu? Malam itu, aku yang baru sampai di Jakarta langsung datang ke rumah sakit tempat kamu bekerja untuk memberikan kejutan tentang kedatanganku. Tapi ternyata aku yang mendapatkan kejutan, karena mendapatimu sedang berbagi desahan dengan wanita lain di ruangan-mu." Ucap Stella dengan air mata yang sudah tidak dapat di bendung lagi.


Hati Stella terasa sakit kalau mengingat itu.


"Ruanganku? Kapan kamu datang?." Leo


"Tiga Minggu yang lalu." Jawab Stella marah.


"Astaga..! Jadi tiga Minggu lalu kamu datang keruanganku yang lama?" ujar Leo dengan nada kesal.


"Apa maksudmu, dengan ruangan yang lama.?"Tanya Stella heran.


Leo mencengkeram kedua lengan Stella.


"Sayang, Dua bulan yang lalu aku naik jabatan. Dan ruangan-ku pun di pindahkan. Aku sengaja tidak memberi tahu-mu karena aku pun berniat memberikan kejutan waktu itu." Ucap Leo dengan nada yang lebih rendah."


"Jadi yang bercinta di ruangan itu bukan kamu?" Tanya Stella tak berdaya.


" Tentu saja bukan. Memangnya kamu tidak melihat wajah pria itu?"


"Tidak, Karena wajah pria itu sedang dalam dekapan si wanita."


"Stella, Aku sangat mencintai kamu, bahkan aku sudah menyiapkan rumah masa depan untuk kita. Aku berniat untuk langsung menikahi-mu saat kamu sudah lulus kuliah" Ucap Leo mendekap tubuh Stella.


Stella hanya diam membisu tidak dapat bicara apa-apa, Karena semuanya sudah sangat terlambat.


"Apa kamu menikah dengan kakak ku Hanya untuk balas dendam?" Tanya Leo menduga-duga.


Stella pun mengangguk.

__ADS_1


"Ya Tuhan! kenapa kamu lakukan itu?" Ucap penuh Leo emosi.


"Aku sangat marah waktu itu." Jawab Stella lirih.


Leo menghembuskan nafas panjang.


"Baiklah, Sebaiknya sekarang kita beritahu Bang Daniel tentang semuanya. Aku yakin Bang Daniel tidak akan keberatan melepas kamu buat Aku. Lagi pula bang Daniel hanya mencintai kak Shanum, Kamu bisa lihat sendiri bang Daniel masih memanjang semua foto-foto mereka" Ujar Leo bersemangat menunjuk foto-foto yang masih Terpajang rapi di dinding kamar Daniel.


Entah kenapa hati Stella seperti tersayat saat mendengar ucapan Leo bahwa Daniel hanya mencintai Sahnum mantan istrinya.


Lalu apa yang mereka lalui semalam?


"Tapi Leo." Ucap Stella


Stella menutup lengannya yang bertanda merah.


"Untuk masalah itu aku tidak akan mempermasalahkan-nya. Bagiku kamu yang terpenting walaupun kamu sudah tidak gadis lagi aku akan tetap menikahimu." Jawab Leo yakin.


Stella terdiam memeluk selimut yang menutupi tubuhnya. Stella bingung, Tidak tau harus berbuat apa.


"Pergilah dari kamar ini, sebelum ada yang melihat. Aku mohon jangan bicara apapun tentang hubungan kita pada Daniel atau siapapun." Ucap Stella dengan suara sangat pelan


"Tolong beri aku waktu untuk berpikir." sambung Stella.


Bersambung......


Aku up dua bab hari ini.


baca Komentar kalian yang bikin aku tambah semangat...

__ADS_1


__ADS_2