
"Mas,Ayo cepat turun!" Ujar Stella saat sudah sampai di restoran.
Sementara Daniel terlihat sangat enggan untuk turun.
"Iya sebentar!" Jawab daniel sambil mencari sesuatu di dashbord mobilnya.
"Kamu lagi cari apa?" Tanya Stella lagi.
"Nah ini dia." Ucap Daniel sambil memegang sebuah topi.
"Ayo" Ajak Daniel setelah memakai topi tersebut.
Tapi Stella hanya dim dengan memasang wajah masam.
"Kenapa?" Daniel bertanya dengan perubahan raut wajah Stella.
"Kamu ngelanjutin ini karena terpaksa ya Mas?" Ucap Stella.
Kini Wajahnya menunjukan raut sedih.
"Nggak Sayang, Aku nggak terpaksa." Jawab Daniel dengan suara yang di buat serendah mungkin.
"Terus kenapa itu mukanya di tutupin pake topi? Kamu pasti malu kan?" Ucap Stella.
"ya..-- Ya, nggak apa-apa. Lagi pengen pake topi aja."Jawab Daniel dengan sedikit tergagap.
"Yaudah nih, aku buka topinya ." Daniel pun pada akhirnya kembali mengalah.
Stella langsung sumringah saat Melihat Daniel membuka di topinya.
__ADS_1
"Nah gitu dong!. Kamu tau nggak Mas? Ketamapnan kamu bertambah seribu kali lipat saat kamu pake baju ini."Ujar stella.
"Ayo kita turun." Stella pun membuka pintu mobil dan segera turun.
"Astagaaa!" Daniel mengacak rambutnya karena kesal, Setelah beberapa kali mengatur nafas Daniel pun keluar dari mobil dan menghampiri Stella.
Sebelum memasuki Restoran Daniel kembali menarik nafas panjang. Bersiap menghadapi reaksi dari orang-orang.
Sementara Stella masuk dengan raut dan perasaan bahagia.
Persis seperti dugaan Daniel, kalau ia akan menjadi pusat perhatian, karena ini malam Minggu restoran pun lebih ramai dari hari biasanya.
Daniel berusaha untuk tidak bertatpan dengan orang lain, karena enggan melihat reaksi dari mereka.
"Kamu mau makan apa Mas?" Tanya Stella saat mereka sudah mendapat tempat duduk.
"Apa saja, terserah kamu." Jawab Daniel sambil terus menunduk dan berusaha menutupi wajah dengan jemarinya.
"Kamu masih lapar? Kalau masih lapar makan saja lagi ini, biar aku suapi." Daniel berusaha menetralisir rasa malunya.
"Kamu serius? memangnya kamu nggak makan?"
"Tidak apa-apa kamu kan makan buat dua orang." Jawab Daniel sambil menyuapi Stella dengan makanan miliknya.
Daniel tidak lagi perduli dengan tatapan orang lain, kini ia lebih fokus pada stella yang makan lahap dengan wajah riang.
"Mau lagi? biar aku pesan lagi."
"Nggak Mas, aku udah kenyang banget." Jawab Stella sambil mengusap perutnya.
__ADS_1
"Kalau gitu kita pulang ya!" Ucap Daniel
Stella pun mengangguk setuju.
Setelah membayar merekapun meninggalkan meja untuk segera keluar dari restoran.
"Stella...!" Terdengar suara perempuan memanggil Stella.
"Mas, Ada yang manggil aku." Ujar Stella sambil mengedarkan pandangan untuk mencari tau siapa yang memanggilnya.
Setelah beberapa saat, stella pun mendapati Silvia melambaikan tangan padanya.
suara silvia membuat banyak orang kembali memperhatikan mereka.
"Silvia?. Mas ayo kita kesana Silvia manggil aku." Stella pun menghampiri Sill yang kebetulan sedang nian malam dengan Leo.
"Ya ampun baju kalian lucu sekali!" Ujar Silvia yang menahan tawa karena tidak enak pada Daniel.
Bibir Leo pun terlihat sedang menahan tawa.
"Lucu kan, ini pemberian Mama loh." Jawab Stella senang.
"Oyah! Nanti kalau aku sudah menikah dengan Leo aku juga mau minta di belikan piyama seperti itu."Ucap Sill.
"Sebaiknya kita cepat pulang." Bisik Daniel pada Stella.
Daniel tidak nyaman berada lama lama di sana karena orang orang menatapnya sambil menahan tawa.
"Kalau begitu Aku pulang dulu, Sampai jumpa."Ucap Stella sambil berlalu.
__ADS_1
Karena Daniel berjalan cukup cepat.